KAWASAN wisata Gunung Bromo masih ditutup total menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa hari terakhir.
Meski kondisi api mulai terkendali, pembukaan kembali destinasi favorit di Jawa Timur tidak akan dilakukan buru-buru.
Dikutip dari berbagai sumber, Komandan Sektor (Dansektor) Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menegaskan akses wisata Bromo hanya akan terbuka setelah kondisi di lapangan benar-benar aman.
Menurut Wahyu, tim Satgas masih terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
“Kami berharap pariwisata segera berjalan kembali, tetapi tentunya setelah dilakukan kajian dan memastikan wilayah tersebut benar-benar aman. Kami siap memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdasarkan kondisi faktual di lapangan.”
Baca juga: Aktivitas Pariwisata di Labuan Bajo Kembali Normal Setelah Gempa NTT Magnitudo 7,7
Kawasan Wisata Gunung Bromo Masih Ditutup Total Akibat Karhutla
Wahyu menjelaskan, penutupan sementara seluruh akses wisata ke Bromo adalah langkah wajib untuk melindungi keselamatan masyarakat dan wisatawan. Prinsip yang dianut Satgas adalah keselamatan dan kredibilitas pemerintah.
Saat ini, seluruh pintu masuk menuju Gunung Bromo dari empat kabupaten penyangga, yakni Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang masih tertutup rapat untuk aktivitas wisata.
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan masih menunggu laporan resmi dan rekomendasi keamanan dari Satgas Penanganan Karhutla.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Setelah rekomendasi keamanan kawasan dinyatakan aman, Balai Besar TNBTS akan langsung bergerak melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana wisata, mulai dari jalur pendakian, kawasan parkir, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Dampak penutupan Bromo akibat karhutla ini cukup besar. Tercatat, jumlah wisatawan yang seharusnya berkunjung pada periode 9-15 Agustus 2026 mencapai lebih dari 3.000 orang.
Akibat kebakaran, ribuan wisatawan tersebut terpaksa membatalkan kunjungannya. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak TNBTS memberikan dua opsi bagi wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket secara online, yaitu reschedule atau pengembalian dana penuh (refund).
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, per tanggal 9-15 Agustus, tercatat ada 2.056 wisatawan yang mengajukan refund, terdiri dari 1.944 wisatawan nusantara dan 112 wisatawan mancanegara.
Sementara itu, ada 32 wisatawan nusantara yang memilih untuk menjadwalkan ulang kunjungannya.
Bagi kamu yang sudah punya rencana ke Bromo, disarankan untuk terus menyatukan informasi resmi dari akun Balai Besar TNBTS dan Kementerian Kehutanan terkait jadwal pembukaan kembali wisata Gunung Bromo. [Din]



