SEMBELIT atau konstipasi bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Perut terasa penuh, kembung, dan keinginan buang air besar muncul tetapi sulit mengeluarkan tinja. Kondisi ini cukup sering terjadi dan salah satu pemicunya adalah pola makan yang rendah serat serta kurang minum.
Salah satu cara sederhana untuk membantu mengatasi sembelit adalah memperbanyak konsumsi buah. Kandungan serat pada buah dapat membantu memperbaiki tekstur tinja dan mendukung pergerakan usus. Namun, konsumsi serat juga perlu diimbangi dengan cairan yang cukup agar dapat bekerja dengan baik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Penambah Gizi, Ini Manfaat Daun Kelor yang Jarang Diketahui
5 Buah yang Bisa Membantu Atasi Sembelit
Berikut lima buah yang bisa menjadi pilihan.
1. Pepaya
Pepaya sudah lama dikenal sebagai salah satu buah yang bersahabat dengan sistem pencernaan. Buah ini mengandung serat dan cukup banyak air sehingga dapat membantu membuat proses buang air besar lebih lancar.
Selain itu, pepaya mengandung enzim papain yang membantu proses pencernaan protein. Kementerian Kesehatan juga menyebut kandungan serat dan air dalam pepaya dapat membantu mencegah sembelit dan membuat BAB lebih teratur.
Pepaya matang dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan atau menjadi bagian dari menu sarapan.
2. Pir
Pir memiliki tekstur yang berair dan mengandung serat. Kandungan serat tersebut membantu menambah massa tinja sehingga lebih mudah bergerak melalui saluran pencernaan.
Kementerian Kesehatan menyebut pir dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan mendukung kelancaran BAB. Jika memungkinkan, konsumsi pir bersama kulitnya setelah dicuci bersih karena sebagian serat terdapat pada bagian kulit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Apel
Apel juga bisa menjadi pilihan ketika BAB sedang tidak lancar. Buah ini mengandung serat, termasuk pektin yang merupakan jenis serat larut.
Untuk mendapatkan manfaat serat yang lebih optimal, apel dapat dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci dengan baik. Tidak perlu mengolahnya menjadi jus dengan tambahan gula. Mengonsumsi buah secara utuh juga memberikan tekstur dan serat yang lebih lengkap.
4. Kiwi
Meski ukurannya kecil, kiwi memiliki kandungan serat yang cukup baik. Buah ini juga mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin E, folat, dan kalium.
Kementerian Kesehatan mencatat kiwi sebagai sumber serat yang baik dan menyebut konsumsi kiwi secara rutin dapat membantu mencegah sembelit serta masalah pencernaan lainnya.
Kiwi dapat dimakan langsung, dicampurkan ke dalam yoghurt, atau menjadi pelengkap salad buah.
5. Jeruk
Jeruk bukan hanya terkenal karena kandungan vitamin C-nya. Buah ini juga mengandung serat yang dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan.
Agar mendapatkan serat lebih banyak, sebaiknya konsumsi jeruk sebagai buah utuh daripada hanya meminum sarinya. Bagian daging buah dan selaput tipis di dalamnya tetap memberikan serat yang dibutuhkan tubuh.
Meski buah dapat membantu, jangan lupa memperhatikan kebiasaan lain. Minumlah air putih yang cukup, aktif bergerak, dan jangan membiasakan diri menahan keinginan untuk BAB. Penambahan serat juga sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.
Jika sembelit berlangsung lama, disertai nyeri perut hebat, muntah, darah pada tinja, atau keluhan semakin berat, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Sembelit terkadang bukan hanya disebabkan pola makan, tetapi juga dapat berkaitan dengan obat tertentu atau kondisi kesehatan lainnya.
Jadi, daripada langsung mencari obat pencahar setiap kali mengalami sembelit, tidak ada salahnya memperbaiki pola makan terlebih dahulu. Pepaya, pir, apel, kiwi, dan jeruk bisa menjadi pilihan buah sehari-hari untuk membantu menjaga pencernaan tetap sehat. [DW]




