KOALISI Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) meresmikan pendirian Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat (ALMA) pada Ahad (9/8) di Bandung. Kegiatan bertema “Merdeka Indonesia, Merdekakan Palestina” dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, anggota parlemen, perwakilan ormas perempuan, dan tokoh masyarakat.
Menurut penyelenggara, peluncuran ini bertujuan untuk menguatkan peran perempuan Jawa Barat dalam kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsha sebagai pusat perjuangan kemanusiaan.
Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, mengatakan bahwa KPIPA berupaya mengajak sebanyak mungkin masyarakat untuk peduli dan membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Di antaranya, dengan membentuk komunitas-komunitas peduli Palestina yang bergerak melalui program edukasi, donasi, kampanye, dan lain-lain.
“ALMA adalah milik masyarakat Jawa Barat. Semua boleh bergabung. Kita berharap, KPIPA menjadi rumah besar perempuan Indonesia yang sama-sama bergerak untuk menghentikan kejahatan penjajah di Palestina,” ucap Nurjanah.
Ia juga mengingatkan bahwa kewajiban membantu Palestina sama dengan kewajiban melaksanakan sholat dan perbuatan baik lainnya.
“Saat ini 85% wilayah Palestina sudah dikuasai oleh penjajah. Mereka mengusir, menyerang, lalu menempati tanah penduduk Palestina yang kemudian terpaksa mengungsi di tenda-tenda dengan fasilitas yang tidak manusiawi. Sementara itu, penjaga Masjid Al-Aqsha mengalami berbagai siksaan yang keji, mulai dari penangkapan hingga pelecehan seksual,” ungkap Nurjanah.
Karena itu, Nurjanah berharap melalui pendirian ALMA, akan semakin banyak masyarakat yang mendukung, menguatkan, dan mengajak jaringannya untuk membantu masyarakat Palestina memperjuangkan kemerdekaan.
Kepala Dinas DP3AKB Jawa Barat yang diwakili Utami Puspita Dewi menyampaikan kesedihan mendalam terhadap siksaan yang dialami perempuan dan anak Palestina. Karenanya, ia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KPIPA.
“Perempuan dapat menyampaikan edukasi tentang Palestina di lingkungan sekitar serta menjadi penggerak di lingkungan sosial dan keluarga. Kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina bukan hanya masalah geografis, tetapi nilai-nilai universal seperti kemanusiaan, perdamaian, dan solidaritas. DP3AKB Jawa Barat terus mendorong perempuan untuk menjadi penggerak, baik dalam pembangunan maupun kemanusiaan,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, mengungkapkan jika Jawa Barat memiliki potensi perjuangan yang luar biasa.
“48% dari 51,8 juta penduduk Jabar adalah perempuan, dan ada 12,3 juta keluarga yang harus diedukasi bahwa perjuangan Palestina adalah kewajiban kita semua,” tutur Siti.
Selanjutnya, Ketua ALMA, Nunuk Mas’ulah, menjelaskan mengapa ALMA harus ada di Jawa Barat.
“Kami ingin mengisi salah satu celah yang mungkin masih terabaikan, yaitu edukasi. Tidak semua masyarakat memahami bahwa memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah fardu ain, yaitu kewajiban kemanusiaan bagi seluruh dunia. Ke depan, ALMA ingin berkolaborasi dengan wakil rakyat, para pemangku jabatan, lembaga kepalestinaan, majelis taklim, ormas, dan lain-lain,” kata Nunuk.
Acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menampilkan narasumber Dr. Maemon Herawati dan Nurjanah Hulwani, M.E., dimoderatori oleh Yuria Prathiwi Cleopatra, M.Si. [Mh/KPIPA]


