RATUSAN peserta dari berbagai kota di Indonesia memadati Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, dalam gelaran Makna Fest 2026 yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema besar “Menguatkan Jiwa Menemukan Makna”, acara ini menghadirkan empat dai muda inspiratif, yakni Lora Kadam Sidik, Muhammad Assad, Salim Aljufri, dan Agam Fachrul.
Kajian yang dibagi dalam empat sesi tersebut diikuti oleh peserta laki-laki dan perempuan dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga sejumlah kota lain di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari dengan penuhnya ruang acara yang dipenuhi generasi muda, keluarga muda, hingga para pencinta majelis ilmu.
Mengangkat tema tentang penguatan jiwa, setiap pembicara menyampaikan materi dari sudut pandang yang berbeda. Namun seluruh sesi memiliki benang merah yang sama, yakni mengajak umat Islam kembali menemukan ketenangan hidup melalui kedekatan dengan Allah SWT.
Baca Juga: Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026, Rumah Zakat Turut Hadirkan Semangat Kepedulian
Saat Luka Hati Berasal dari Harapan pada Manusia, Ini Pesan Ustadz Muhammad Assad di Makna Fest 2026
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah tausiyah yang disampaikan Ustadz Muhammad Assad dengan tema “Memaafkan Itu Menyembuhkan.” Dalam pemaparannya, ia mengajak jamaah untuk memahami bahwa luka hati sering kali berawal dari harapan yang berlebihan kepada manusia.
“Mengapa kita sakit hati? Karena kita berharap pada manusia dan kita suka cerita pada manusia,” ujar Ustadz Muhammad Assad di hadapan ratusan peserta.
Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan sehingga tidak akan mampu memenuhi seluruh harapan orang lain. Ketika seseorang menggantungkan kebahagiaan, penghargaan, atau ketenangan hidup kepada manusia, maka rasa kecewa akan mudah muncul saat harapan tersebut tidak terpenuhi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ustadz Assad menjelaskan bahwa salah satu jalan terbaik untuk menyembuhkan luka batin adalah belajar memaafkan. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan membebaskan diri dari beban emosi yang selama ini mengikat hati. Dengan memaafkan, seseorang memberikan ruang bagi dirinya untuk kembali tenang dan melanjutkan kehidupan tanpa terus dibayangi rasa marah maupun dendam.
Ia juga mengingatkan agar setiap muslim lebih banyak mengadu kepada Allah SWT dibandingkan kepada manusia. Sebab hanya Allah yang benar-benar memahami isi hati dan memiliki kuasa untuk menghilangkan kesedihan serta memberikan jalan keluar dari setiap persoalan.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Banyak di antara mereka tampak larut dalam suasana kajian, bahkan beberapa terlihat menitikkan air mata ketika materi tentang luka hati dan pentingnya memaafkan disampaikan. Bagi sebagian peserta, materi tersebut menjadi refleksi atas pengalaman hidup yang pernah mereka alami.
Selain sesi Ustadz Muhammad Assad, para peserta juga mendapatkan berbagai inspirasi dari Lora Kadam Sidik, Ustadz Salim Aljufri, dan Ustadz Agam Fachrul yang membahas pentingnya memperkuat iman, menjaga hubungan dengan Allah, serta membangun kehidupan yang lebih bermakna di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui tema “Menguatkan Jiwa Menemukan Makna”, Makna Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang kajian keislaman, tetapi juga ruang refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas hati dan spiritualitas. Acara ini mengajak setiap peserta menyadari bahwa ketenangan sejati tidak lahir dari pengakuan manusia, melainkan dari hati yang senantiasa bergantung kepada Allah SWT, mampu memaafkan, serta ikhlas menerima setiap ketentuan-Nya. [DW]





