SISWI lulusan JIGSc berhasil diterima di kampus ternama Jepang dan Belanda. Acara Graduation Day Class of 2026 Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) yang berlangsung di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Selasa (16/6/2026) menjadi momen penuh kebahagiaan dan kebanggaan bagi para lulusan.
Mengusung tema “Leader of the World”, acara tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan sekaligus awal langkah baru menuju masa depan yang lebih luas.
Berdasarkan undangan resmi yang beredar, Graduation Day 2026 diselenggarakan untuk seluruh jenjang pendidikan di lingkungan Jakarta Islamic School, mulai dari Nursery & Kindergarten (TK), Primary (SD), hingga Secondary (SMP dan SMA).
Acara ini dihadiri oleh siswa, orang tua, guru, serta jajaran manajemen sekolah yang bersama-sama merayakan keberhasilan para lulusan.
Salah satu lulusan yang menjadi sorotan adalah Raisa Alya Humaira, siswi dari Jakarta Islamic Global School (JIGSc) yang berhasil meraih berbagai kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional.
Dalam wawancara yang dilakukan di sela-sela acara wisuda, Raisa mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya diterima di beberapa universitas, yaitu Tokyo International University, Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang, serta Erasmus University Rotterdam di Belanda,” ujar Raisa.
Lulusan JIGSc Diterima di Universitas Jepang dan Belanda, Raisa Alya Humaira “JISc Truly Feels Like Home”
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan yang diterapkan Jakarta Islamic School dalam mempersiapkan siswa untuk bersaing di tingkat global.
Tidak hanya dari sisi akademik, sekolah juga memberikan bekal keterampilan dan karakter yang mendukung keberhasilan siswa di dunia internasional.
Raisa mengaku bahwa masa-masa sekolah di Jakarta Islamic School menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang hangat dan penuh dukungan membuat dirinya merasa nyaman selama menempuh pendidikan.
“Spending my high school years in Jakarta Islamic School truly feels like home,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa suasana kekeluargaan yang terbangun di sekolah, baik bersama teman maupun para guru, menjadi salah satu faktor yang membuat pengalaman belajarnya begitu berharga.
“Saya dikelilingi oleh orang-orang yang baik, teman-teman yang mendukung, dan guru-guru yang selalu membantu. Karena itu, masa sekolah saya di sini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan,” katanya.
Selain memberikan kenyamanan, Raisa juga menilai lingkungan pendidikan di JIGSc berperan besar dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
Sebagai sekolah yang menerapkan standar pendidikan internasional, JIGSc memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan keterampilan global.
“Lingkungan sekolah sangat membantu saya dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris dan membentuk kepercayaan diri saya,” jelasnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada kesempatan tersebut, Raisa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikannya, mulai dari guru, teman-teman, hingga pendiri Jakarta Islamic School.
“Terima kasih Mam Fifi, terima kasih kepada seluruh guru, dan juga teman-teman saya. Terima kasih karena telah mengajar dan membimbing kami dengan dedikasi yang luar biasa,” tuturnya.
Kisah Raisa Alya Humaira menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Jakarta Islamic School tidak hanya membekali siswa dengan prestasi akademik, tetapi juga kemampuan berbahasa, karakter, dan wawasan global yang membuka peluang pendidikan di berbagai negara.
Melalui tema “Leader of the World”, Graduation Day Class of 2026 menegaskan komitmen Jakarta Islamic School dalam mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan akhlak mulia.
Keberhasilan para lulusan yang diterima di berbagai universitas ternama dunia menjadi bukti bahwa pendidikan yang holistik mampu melahirkan generasi unggul yang siap menjadi pemimpin masa depan. [Din]





