ADA salah satu sahabat dari Rasulullah yang memiliki perjalanan hidup unik karena sempat menyaksikan masa jahiliah dan masa kejayaan Islam. Sahabat tersebut adalah Hakim bin Hazam radhiyallahu ‘anhu. Ia dikenal sebagai seorang pedagang sukses, tokoh terpandang Quraisy, sekaligus sahabat yang memiliki sifat dermawan sejak sebelum memeluk Islam.
Hakim bin Hazam lahir di Makkah dari keluarga terpandang. Ia masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah karena merupakan keponakan dari Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi.
Sejak muda, Hakim dikenal sebagai orang yang memiliki kedudukan tinggi di tengah masyarakat Quraisy. Ia juga terkenal karena akhlaknya yang baik dan kepeduliannya terhadap sesama.
Rasulullah pernah berkata, “Ada 4 orang di Makkah yang amat menjauhi kemusyrikan dan amat cinta pada Islam salah satunya adalah Hakim bin Hazam.”
Bahkan sebelum datangnya Islam, Hakim telah memiliki kebiasaan membantu orang lain. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ia sering membebaskan budak dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Sifat mulia ini kemudian semakin berkembang setelah ia memeluk Islam.
Hakim sering mengeluarkan harta dari uangnya sendiri untuk memberikan bekal bagi para jamaah haji yang datang ke Baitullah dan jamaah yang kehabisan bekal pada masa Jahiliyah.
Hakim adalah seorang sahabat akrab Rasulullah sebelum beliau diutus jadi seorang Nabi. Meskipun ia lebih tua 5 tahun dari Rasulullah, ia tetap senang bergaul dengan Beliau. Sehingga Rasul pun membalas kecintaan dan persahabatan Hakim dengan hal yang setimpal.
Pada masa awal dakwah, Hakim belum langsung menerima Islam. Namun, hubungan baiknya dengan Rasulullah tetap terjaga. Ia mengamati perkembangan dakwah Islam dan berbagai peristiwa yang terjadi di Makkah maupun Madinah. Hingga akhirnya setelah peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan Kota Makkah, hatinya semakin mantap menerima ajaran Islam.
Baca Juga: Mengenal Uqbah bin Amir Al-Juhani, Ahli Al-Qur’an yang Menjadi Pemimpin Mesir
Hakim bin Hazam, Sahabat Dermawan yang Hidup dalam Dua Zaman
Keislaman Hakim bin Hazam menjadi titik penting dalam hidupnya. Ia tidak hanya menjadi seorang Muslim, tetapi juga berusaha memperbaiki amal-amal yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam sebuah riwayat, ia pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai berbagai kebaikan yang pernah ia lakukan sebelum masuk Islam, seperti sedekah dan memerdekakan budak. Rasulullah menjelaskan bahwa ia masuk Islam dengan membawa kebaikan yang pernah dikerjakannya.
Setelah menjadi Muslim, Hakim semakin dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan berhati-hati dalam urusan harta. Padahal ia termasuk orang kaya di kalangan Quraisy. Ia memahami bahwa kekayaan adalah amanah yang harus digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Salah satu nasihat Rasulullah yang sangat membekas dalam dirinya adalah tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan tidak bergantung kepada pemberian manusia. Sejak mendengar nasihat tersebut, Hakim berusaha keras untuk tidak meminta-minta kepada siapa pun. Bahkan ketika memiliki kesempatan menerima bantuan dari para pemimpin Muslim setelah wafatnya Rasulullah, ia memilih untuk hidup mandiri selama masih mampu.
Kisah Hakim bin Hazam mengajarkan bahwa hidayah dapat datang kapan saja. Meskipun tidak termasuk golongan yang pertama masuk Islam, ia mampu membuktikan keimanannya melalui amal saleh, kedermawanan, dan keteguhan menjaga prinsip hidup.
Ia menjadi contoh bahwa kekayaan bukan penghalang untuk meraih kemuliaan di sisi Allah, selama digunakan dengan penuh tanggung jawab dan ketakwaan. [DW]
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.




