NAMA Umaimah binti Ruqaiqah At-Taimiyah tercatat dalam sejarah Islam sebagai salah satu shahabiyah Rasulullah. Meskipun namanya tidak sepopuler Khadijah, Aisyah, atau Asma binti Abu Bakar, ia memiliki kedudukan istimewa karena termasuk wanita yang beriman kepada Rasulullah dan turut memberikan baiat sebagai bentuk kesetiaan kepada Islam.
Umaimah berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya Bani Taim. Kabilah ini juga merupakan kabilah yang melahirkan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
Sejak awal perkembangan Islam, banyak perempuan Quraisy yang menunjukkan keberanian untuk menerima ajaran tauhid meskipun harus menghadapi tekanan dari masyarakat Makkah. Umaimah termasuk salah satu perempuan yang memilih jalan keimanan tersebut.
Nama Umaimah banyak dikenal dalam literatur hadis karena ia meriwayatkan sebuah peristiwa penting terkait baiat kaum perempuan kepada Rasulullah.
Dalam riwayat yang dinukil oleh para ahli hadis, ia menceritakan bahwa dirinya datang bersama sejumlah perempuan untuk berbaiat kepada Nabi Muhammad.
Baiat tersebut berisi janji untuk tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, dan tidak melakukan berbagai bentuk kemaksiatan.
Baca Juga:
Mengenal Umaimah binti Ruqaiqah, Shahabiyah yang Berbaiat kepada Rasulullah
Peristiwa baiat ini menunjukkan bahwa perempuan pada masa Rasulullah memiliki peran aktif dalam membangun masyarakat Islam.
Mereka tidak hanya menjadi pengikut pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam komitmen dakwah dan pembentukan akhlak umat.
Melalui baiat tersebut, para shahabiyah menegaskan kesediaan mereka untuk menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal menarik dari kisah Umaimah adalah adab Rasulullah ketika menerima baiat dari kaum perempuan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah tidak berjabat tangan secara langsung dengan perempuan yang bukan mahram.
Baiat dilakukan melalui ucapan dan janji setia. Riwayat yang disampaikan Umaimah kemudian menjadi salah satu dasar pembahasan para ulama mengenai adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain meriwayatkan hadis, keberadaan Umaimah dalam sejarah Islam menunjukkan pentingnya kontribusi perempuan dalam menjaga warisan ilmu agama.
Banyak informasi mengenai kehidupan Rasulullah yang sampai kepada generasi berikutnya melalui periwayatan para shahabiyah. Mereka menjadi saksi hidup berbagai peristiwa penting yang kemudian dicatat oleh para ulama hadis.
Keteladanan Umaimah binti Ruqaiqah mengajarkan bahwa keimanan tidak selalu diukur dari seberapa terkenal seseorang.
Meski namanya tidak banyak disebut dalam kajian populer, jasa beliau dalam meriwayatkan hadis dan menunjukkan kesetiaan kepada Rasulullah tetap menjadi bagian dari sejarah Islam yang berharga.
Bagi Muslimah masa kini, kisah Umaimah memberikan inspirasi untuk senantiasa menjaga komitmen terhadap ajaran Islam, menuntut ilmu, serta berkontribusi dalam menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Ketulusan dan kesetiaannya kepada Rasulullah menjadi teladan yang patut dikenang sepanjang masa. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.




