SA’ID bin Zaid radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu dari sahabat Rasulullah yang punya kedudukan istimewa. Namanya termasuk dalam kelompok sepuluh sahabat yang mendapat kabar gembira berupa jaminan surga dari Rasulullah SAW. Meski memiliki kemuliaan tersebut, Sa’id dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan tidak menyukai popularitas.
Sa’id bin Zaid berasal dari suku Quraisy. Ayahnya, Zaid bin Amr bin Nufail, dikenal sebagai salah seorang pencari kebenaran sebelum datangnya Islam.
Ia menolak menyembah berhala dan berusaha mengikuti ajaran tauhid Nabi Ibrahim. Lingkungan keluarga yang mencintai kebenaran inilah yang turut membentuk karakter Sa’id sejak kecil.
Baca Juga: Shuhaib Ar-Rumi, Sahabat Nabi yang Mengorbankan Harta Demi Mempertahankan Iman
Sa’id bin Zaid, Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga dan Setia Membela Islam
Termasuk Orang-Orang Pertama yang Memeluk Islam
Ketika Rasulullah SAW mulai berdakwah di Makkah, Sa’id bin Zaid termasuk golongan awal yang menerima Islam. Ia masuk Islam bersama istrinya, Fatimah binti Al-Khattab, yang merupakan saudara perempuan dari Umar bin Khattab.
Keislaman mereka sempat dirahasiakan karena tekanan dari kaum Quraisy sangat besar. Namun, Sa’id tetap teguh mempertahankan keyakinannya meskipun harus menghadapi berbagai ancaman dan gangguan.
Salah satu peristiwa terkenal yang melibatkan Sa’id adalah saat Umar bin Khattab, yang ketika itu belum masuk Islam, mendatangi rumah adiknya dengan penuh kemarahan setelah mendengar kabar bahwa mereka telah memeluk agama Islam.
Peristiwa tersebut justru menjadi salah satu jalan yang mengantarkan Umar kepada hidayah dan akhirnya memeluk Islam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pejuang di Medan Dakwah dan Perang
Setelah hijrah ke Madinah, Sa’id bin Zaid terus mendampingi perjuangan Rasulullah SAW. Ia terlibat dalam berbagai aktivitas dakwah dan sejumlah peperangan yang dijalani kaum Muslimin.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Sa’id tidak ikut dalam Perang Badar karena mendapat tugas khusus dari Rasulullah SAW untuk memantau pergerakan musuh. Meski demikian, Nabi tetap memberikan bagian rampasan perang kepadanya sebagaimana para pejuang yang hadir di medan perang.
Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menghargai peran setiap sahabat sesuai amanah yang diberikan.
Termasuk Sepuluh Sahabat yang Dijamin Surga
Keutamaan terbesar Sa’id bin Zaid adalah masuk dalam kelompok Al-‘Asyrah Al-Mubasyyarun bil Jannah, yaitu sepuluh sahabat yang secara langsung mendapat kabar gembira tentang surga dari Rasulullah SAW.
Meskipun memiliki kedudukan tinggi, Sa’id tidak pernah merasa lebih mulia dari orang lain. Ia tetap hidup sederhana, rajin beribadah, dan mengabdikan hidupnya untuk kepentingan umat Islam.
Warisan Keteladanan
Kehidupan Sa’id bin Zaid memberikan pelajaran berharga tentang keteguhan iman, kesederhanaan, dan keikhlasan. Ia tidak dikenal karena kekayaan atau kekuasaan, melainkan karena kesetiaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kisahnya juga mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari popularitas, melainkan dari ketakwaan dan amal salehnya. Oleh karena itu, Sa’id bin Zaid tetap dikenang sebagai salah satu sahabat terbaik yang memberikan teladan bagi generasi Muslim hingga saat ini. [DW]
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.





