KAJIAN Muslimah Ramadan bertajuk “Menjaga Lambung di Bulan Penuh Berkah” digelar di Masjid Baiturrahman, Sakura Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Zaidul Akbar sebagai pembicara dan diikuti jemaah dari berbagai wilayah sekitar.
Dalam pemaparannya, Ustaz Zaidul Akbar menekankan bahwa Ramadan bukanlah ibadah yang ringan.
Ia merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa bagi orang beriman sebagai jalan menuju ketakwaan.
Menurutnya, Ramadan menyimpan banyak sisi menarik, baik dari aspek spiritual, sosial, maupun kesehatan.
Ia menyoroti bahwa di luar Ramadan, tidak mudah menemukan keluarga yang rutin berkumpul dalam satu meja makan.
Namun selama bulan puasa, momen sahur dan berbuka menjadi ajang kebersamaan yang membangun kedisiplinan dan keharmonisan keluarga.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Fokus utama kajian adalah pentingnya menjaga kesehatan lambung. Ia menyebut lambung sebagai organ kunci yang mengolah makanan menjadi sari nutrisi yang kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.
Menurutnya, banyak gangguan kesehatan dapat berkurang jika kondisi lambung diperbaiki melalui pola makan yang tepat.
Ustaz Zaidul Akbar juga menyampaikan pandangannya bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat kerap berkaitan dengan persoalan hati atau kurangnya pengendalian diri.
Ia menegaskan prinsip konsumsi dalam Islam, yakni makanan harus halal, thayyib (baik), serta tidak berlebihan.
Kajian Muslimah Masjid Baiturrahman, Ustaz Zaidul Akbar Bahas Peran Lambung dan Pola Makan Saat Ramadan
Baca juga: Tips Menurunkan Berat Badan dr. Zaidul Akbar
Konsumsi yang tidak halal, menurutnya, dapat berdampak pada aspek spiritual, termasuk penerimaan ibadah.
Dalam analoginya, ia menggambarkan lambung seperti panci atau wajan. Kualitas makanan yang diolah akan menentukan hasil akhirnya.
Karena itu, ia menganjurkan agar sahur dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Sahur, menurutnya, tidak perlu berlangsung lama, cukup sekitar 10 menit dengan menu yang baik dan secukupnya.
Ia juga menyarankan agar saat berbuka puasa tidak langsung mengonsumsi minuman terlalu dingin karena dinilai dapat mengganggu kerja enzim dalam tubuh.
Minuman hangat disebut sebagai pilihan yang lebih baik bagi lambung. Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan ditutup dengan doa bersama.[Sdz]





