• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 27 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Asuh

17/12/2018
in Nasihat
80
SHARES
612
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ada yang janggal dari sekumpulan anak ayam yang bergerombol mengikuti induknya. Salah satu dari anak-anak itu berukuran lebih besar dan bersayap lebih lebar.
Ya, salah satu dari anak-anak ayam itu adalah anak burung elang yang tertetaskan induk ayam. Meski begitu, anak elang tidak merasa sebagai elang. Bahkan, ia tidak menyadari kalau dirinya bisa terbang sangat tinggi.
Anak elang hanya memahami bahwa dirinya anak ayam. Ia berjalan seperti anak ayam, mencicit seperti anak ayam, dan memakan makanan ayam.
Begitu pun dengan sang induk ayam. Ia tidak menduga kalau salah satu dari anak-anak itu adalah anak elang. Tidak heran jika apa yang ia ajarkan adalah tentang bagaimana menjadi seekor ayam.
“Yang kalian makan adalah beras, nasi, cacing dan serangga kecil,” ucap induk ayam kepada anak-anaknya.
“Musuh utama kalian adalah musang dan ular,” ungkap sang induk ayam, lagi.
Kata-kata itu selalu diucapkan induk ayam setiap hari. Begitu pun dalam perlakuan keseharian, apa yang diucapkan ditunjukkan dalam perilaku. Sehingga, jadilan sang anak elang suka nasi, beras,cacing, dan serangga kecil. Dan ia pun takut dengan musang dan ular.
Hari berganti hari, dan pekan pun berganti bulan. Anak-anak ayam itu mulai belajar mandiri. Termasuk, sang anak elang. Tapi, mereka tetap dalam satu keluarga ayam.
Suatu kali dalam sebuah perjalanan, seekor ular mengendap-endap akan memangsa anak-anak ayam yang sudah mulai besar. Begitu sang induk lengah, seekor anak ayam berteriak minta tolong, sementara sebagian tubuhnya sudah masuk ke mulut ular.
Bukannya tergerak untuk menolong, induk dan anak-anak ayam berlari kocar-kacir menyelamatkan diri. Sementara sang anak ayam malang itu terus minta tolong. 
Di saat genting itulah, naluri elang muda itu muncul. Entah kenapa, ia merasa seperti mampu mengalahkan ular. Tapi rasa takut dengan ular yang sudah diajarkan sejak lahir kerap menghadangnya untuk melawan.
“Tolong! Tolong aku,” teriak anak ayam muda yang terus berusaha meronta di sisa tenaganya.
Ketika naluri elangnya mulai dominan, elang muda itu pun beranjak untuk menyelamatkan saudaranya. Matanya menatap tajam, paruhnya diruncingkan, dan kuku-kuku tajamnya keluar. Ia mulai berancang-ancang untuk melakukan serangan mendadak. 
Saat itulah, tiba-tiba suara induk ayam berteriak begitu keras, “Anakku, mundur! Cepat lari. Ular bukan lawanmu. Kamu akan dimangsa seperti saudaramu. Ayo lari! Lari!”
Semua anggota keluarga ayam berlarian menjauhi ular. Termasuk elang muda yang ikut berlari bersama induk ayam. Ia berlari, bukan terbang. 
**
Potensi atau kekuatan yang terpendam dalam diri seorang anak bisa muncul, bisa juga tidak. Semua tergantung pada pola asuh orang tua dan lingkungan.
Orang tua yang cerdas adalah yang selalu berusaha merangsang potensi anak-anak untuk keluar dan dominan. Bukan sebaliknya, memendam dan menguburnya bersama kebodohan dan kekerdilan jiwa orang tua. (muhammad nuh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cetak Ulang Mushaf Alquran Harus Ditashih LPMQ Lagi Setelah Dua Tahun

Next Post

Ary Ginanjar Ikut Membangun Bangsa di Training the Amazing You

Next Post

Ary Ginanjar Ikut Membangun Bangsa di Training the Amazing You

Karya Desainer Indonesia Sukses di Pasar Eropa

Bentuk Karakter Anak Bangsa melalui Silat, Dompet Dhuafa Gelar Jampang Silat Competition

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9188 shares
    Share 3675 Tweet 2297
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Nama itu Doa untuk Anak

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1956 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    299 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ketahui Jenis Kopi yang Aman bagi Kesehatan Ginjal

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga