• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Pedagang Batu Mulia dan Kejujuran Orang Miskin

29/08/2022
in Kisah
Buton, Destinasi Wisata Tanpa Batas

Foto: Pixabay

119
SHARES
919
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH pedagang batu mulia dan kejujuran orang miskin. Kejujuran akan selalu mendapat tempat. Kejujuran tidak akan pernah menjadi basi meski baru lama terungkap, seperti kisah seorang pedagang batu mulia dan lelaki miskin berikut.

Baca Juga: Pedagang Roti Binaan BAZNAS Berhasil Menaikkan Penjualannya

Kisah Pedagang Batu Mulia dan Kejujuran Orang Miskin

Diceritakan bahwa seorang tukang batu permata sekaligus saudagar dari Timur menemui Al-Mansur bin Abu Amir. Ia datang dari Aden dengan membawa Batu Permata dan batu-batu mulia dengan jumlah banyak.

Al-Mansur memilih beberapa batu yang menurutnya bagus, lalu menyodorkan kembali kantong batu kepada sang pedagang. Kemudian sang pedagang meninggalkan tempat traksaksi melalui jalanan berpasir di tepian sungai.

Di tengah hari yang sangat terik, ia bermaksud berendam di dalam sungai untuk menghilangkan keringatnya. Ia lepaskan baju dan kantong berisi batu mulia itu di tepian sungai.

Saat itu datanglah seekor burung rajawali dan menyambar kantong yang dianggapnya berisi daging. Ia terbang ke angkasa membawa kantong itu, sementara sang pedagang hanya bisa melihat dari kejauhan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menjadi sangat sedih karenanya.

Kini tiba saatnya sang pedagang harus membayar harga batu-batu permata itu kepada penjual pertama. Sang pedagang berpenampilan aneh, agak malas, dan tidak rajin sebagaimana biasanya. Penjual pertama melaporkan hal itu kepada Al-Mansur.

Al-Mansur bertanya kepada sang pedagang perihal keadaannya. Lalu sang pedagang menceritakan apa yang dialaminya.

Al-Mansur berkata, “Mengapa tidak kamu ceritakan sejak lama, sehingga kamu bisa membantu untuk menangkap rajawali itu. Sudahkah kamu datang ke tempat di mana burung itu bersarang?”

“Rajawali itu terbang jauh ke Timur, menyeberangi gunung yang berada di dekat istana Tuan,” kata sang pedagang membela diri.

Al-Mansur menyebarkan orang-orangnya untuk melacak keberadaan kantong tersebut. Setelah beberapa lama melalukan penyelidikan, mereka kembali menghadap Al-Mansur.

“Wahai Tuan kami,” kata mereka, “Kami bertemu dengan seorang miskin. Ia dan beberapa anaknya berkerja berjalan kaki menuju tempat kerjanya, karena mereka tidak mampu membeli kuda tunggangan. Pada suatu hari, mereka membeli kuda tunggangan.”

Laki-laki miskin itu kemudian didatangkan kepada Al-Mansur. Sementara sang pedagang juga hadir. Al-Mansur mengatakan, “Kamu aku panggil karena pedagang itu kehilangan kantongnya. Kamu telah menemukan kantong itu. Jelaskan kronologinya!”

“Saat aku bekerja di kebun, tiba-tiba terjatuh di hadapanku kantong ini,” kata laki-laki miskin. “Aku mengambilnya dan melihat kilauan batu mulia yang ada di dalamnya.

Aku menduga burung rajawali mencuri dari istana Tuan, karena dekatnya lokasi kebunku dengan istana Tuan. Aku menyimpan kantong ini.

Namun, karena kondisiku yang sempit kesusahan, maka aku mengambil sepuluh batu mulia yang ada di dalamnya. Aku berkata dalam hati, ‘Tuan yang pemurah paling tidak akan memberiku imbalan sejumlah batu yang aku ambil itu.’.”

Al-Mansur takjub mendengar penuturan laki-laki miskin itu. Lalu ia berkata kepada sang pedagang, “Ambil kantongmu! Lihat dan pastikan jumlahnya, lalu katakan padaku.”

Sang pedagang menghitung jumlah batu mulia di dalam kantong. “Benar, Tuanku. Yang berkurang hanyalah sejumlah yang dikatakan laki-laki miskin itu. Aku telah menghadiahkan batu yang hilang padanya.”

Al-Mansur berkata, “Aku lebih berhak untuk memberi hadiah kepada laki-laki itu dengan jumlah yang kamu sebutkan.

Kami tidak ingin kesenanganmu berkurang dengan kehilangan sebagian batu mulia.” Kemudian Al-Mansur memerintahkan para pegawainya untuk mengganti batu-batu yang diambil laki-laki miskin, dan memberikannya kepada sang pedagang.

Ia juga memberi laki-laki miskin batu mulia sejumlah yang pernah diambilnya. Hal itu dilakukannya kerena kejujurannya mengakui perbuatannya bahwa sepuluh batu mulia milik pedagang itu ia pakai. “Jika kamu menyerahkan kantong sebelum para pegawai kami mencarinya, maka imbalan kamu yang akan kami berikan tentu akan lebih banyak.”

Sang pedagang memuji-muji kebaikan Al-Mansur dan semangat kerjanya kini telah pulih. Ia berkata, “Demi Allah, aku akan kisahkan kemuliaan Tuan ke Seluruh penjuru negeri.

Aku akan kabarkan bahwa Tuan meguasai burung-burung sebagaimana Tuan manusia. Orang-orang tidak merasa pernah dizhalimi oleh Tuan dan Tuan tidak pernah menyakiti tetangga.”

Al-Mansur tertawa, lalu berkata, “Janganlah kamu bicara berliebihan Semoga Allah memberikan ampunan-Nya padamu!”

Orang-orang takjub dengan kelembutan hati Al-Mansur dan caranya dalam menyelesaikan masalah. [Cms]

(Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam, Mahmud Musthafa Sa’ad, Pustaka Al-Kautsar)

Tags: Kisah pedagang batu mulia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hukum Menggunakan Voucher Diskon E-Wallet

Next Post

BAZNAS Tetapkan 8 Program Prioritas Nasional Tahun 2023

Next Post
BAZNAS Tetapkan 8 Program Prioritas Nasional Tahun 2023

BAZNAS Tetapkan 8 Program Prioritas Nasional Tahun 2023

Taiwan Excellence Happy Run 2022 Ajak Peserta Berlari Menuju Gaya Baru Hidup Sehat

Taiwan Excellence Happy Run 2022 Ajak Peserta Berlari Menuju Gaya Baru Hidup Sehat

Serah Terima Dana Kupon CWLS SWR 002 dan 003

Serah Terima Dana Kupon CWLS SWR 002 dan 003

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8704 shares
    Share 3482 Tweet 2176
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11488 shares
    Share 4595 Tweet 2872
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3919 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2234 shares
    Share 894 Tweet 559
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga