Hal yang sama dapat terjadi ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kita mungkin merasa senang ketika berhasil menghafalkan sebuah surat atau ayat dengan lancar. Namun, hafalan seharusnya tidak berhenti di lisan dan ingatan. Ada pesan yang perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Keutamaan Surah Al Kahfi Untuk yang Membacanya di Hari Jumat
Menghidupkan Al Quran dalam Kehidupan Sehari Hari
Menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah kebaikan. Namun, keindahan hafalan akan semakin terasa ketika ayat-ayat yang tersimpan di dalam hati ikut membentuk perilaku. Ketika membaca tentang kesabaran, misalnya, kita belajar menahan diri ketika menghadapi orang yang membuat kesal. Ketika menemukan perintah untuk berkata baik, kita berusaha menjaga ucapan meskipun sedang berada dalam situasi yang tidak menyenangkan.
Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan yang dilantunkan ketika sedang beribadah. Nilai-nilainya menjadi pedoman ketika kita bekerja, berbicara, mengambil keputusan, dan menghadapi persoalan dengan orang lain.
Bayangkan jika satu ayat yang kita hafalkan benar-benar menjadi pegangan dalam kehidupan. Pesan tentang kejujuran dapat mengingatkan kita agar tidak berbuat curang. Ayat tentang kesabaran dapat menjadi penahan ketika emosi mulai memuncak. Nasihat mengenai menjaga lisan dapat membuat kita berpikir sebelum menyampaikan sesuatu yang mungkin menyakiti hati orang lain.
Tidak perlu menunggu sampai mampu menghafalkan banyak surat untuk mulai mengamalkannya. Kita bisa memulainya dari satu ayat yang sudah diketahui. Pahami maknanya, renungkan pesannya, kemudian cari kesempatan untuk menerapkannya.
Misalnya, setelah menghafalkan ayat tentang kesabaran, jadikan hari itu sebagai kesempatan untuk belajar lebih tenang menghadapi masalah. Ketika ada rekan kerja yang melakukan kesalahan, tahan keinginan untuk langsung memarahinya. Cobalah berbicara dengan cara yang lebih lembut dan membantu mencari jalan keluar.
Langkah sederhana seperti itu mungkin terlihat kecil, tetapi justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten karakter dapat terbentuk. Hafalan yang awalnya hanya tersimpan dalam ingatan perlahan menjadi bagian dari sikap dan kepribadian.
Pada akhirnya, tujuan berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan sekadar mampu mengingat banyak ayat, tetapi bagaimana petunjuk di dalamnya memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Semakin dekat kita dengan Al-Qur’an, seharusnya semakin baik pula cara kita memperlakukan diri sendiri dan orang lain.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan beritberita a-terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka, mari belajar bukan hanya untuk menghafal ayat, tetapi juga untuk memahami dan menghidupkan pesannya. Sebab ayat yang benar-benar membekas bukan hanya yang lancar kita ucapkan, melainkan yang mampu mengubah cara kita menjalani kehidupan. [DW]
Sumber: Ustadz Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd





