• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Konferensi Keluarga Asia Pasifik Bahas Resiliensi Keluarga dan Penguatan Peran Perempuan sebagai Kunci Kemajuan Kawasan

14/09/2026
in Berita
Konferensi Keluarga Asia Pasifik Bahas Resiliensi Keluarga dan Penguatan Peran Perempuan sebagai Kunci Kemajuan Kawasan
71
SHARES
543
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Di tengah tantangan modernisasi, globalisasi, dan transformasi digital, Pusat Belajar Keluarga Madani (PBKM) menggelar konferensi internasional bertajuk “Konferensi Keluarga Asia Pasifik” dengan tema “Resiliensi Keluarga dan Kemajuan Negara-Negara di Kawasan: Penguatan Peran Perempuan dan Pengokohan Keluarga di Asia Pasifik” di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Konferensi yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari enam negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Sri Lanka. Peserta terdiri dari unsur akademisi, organisasi perempuan dan keluarga, pembuat kebijakan, praktisi sosial dan psikolog, tokoh agama, serta perwakilan komunitas keluarga.

Keluarga dan Perempuan sebagai Fondasi Ketahanan Kawasan

Dalam pengantarnya, Ketua PBKM, Dr. Aan Rohanah, menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam sistem sosial masyarakat.

“Penting untuk menjadikan keluarga sebagai pembangun peradaban. Keluarga memerlukan pembinaan dalam rangka menyiapkan generasi berintegritas. Semua anggota keluarga adalah komunitas yang perlu ditumbuhkan dan dikembangkan,” ujarnya.

Data World Bank 2023 menyebut setiap tambahan satu tahun pendidikan ibu dapat menurunkan angka kematian anak hingga 9%. Sementara data UNESCO 2024 mencatat masih ada 16 juta anak SD dan 34 juta remaja di Asia Pasifik yang tidak bersekolah, dengan proporsi anak perempuan lebih tinggi. WHO 2025 juga menyoroti masih tingginya angka kematian ibu di Asia Selatan dan Pasifik akibat minimnya fasilitas kesehatan.

Menjawab tantangan itu, PKBM saat ini tengah mengembangkan konsep rumah bercahaya. Lebih dari 250 tema disiapkan, mulai dari persiapan menikah, mendidik anak, menghadapi perceraian, menjadi orang tua tunggal, hingga peran sebagai kakek nenek. Upaya ini akan diperluas dengan pemanfaatan teknologi digital.

“PBKM membangun keluarga di Asia Pasifik, termasuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penguasaan teknologi digital. Faktanya, negara Asia Pasifik menjadi negara penetrasi terbesar pengguna internet. Kita akan memperluas penguatan keluarga lewat ruang-ruang digital. Kita menyeru masyarakat, mulai dari mereka yang belum menikah hingga kakek nenek,” imbuh Dr Aan.

8 Materi Pokok dan Praktik Baik Lintas Negara

Konferensi dibagi dalam 2 pokok bahasan besar. Pertama, Peningkatan Peran Perempuan, meliputi Perempuan dan Agama, Pendidikan & Kesehatan, Peran di Keluarga dan Masyarakat, serta Kepemimpinan di Ruang Publik. Kedua, Pengokohan Keluarga, meliputi Penguatan Fungsi Keluarga, Membangun Resiliensi Menghadapi Tantangan Global, serta Nilai, Kebijakan dan Kolaborasi.

Sesi khusus _Country Sharing_ menampilkan praktik baik dari berbagai negara. Indonesia memaparkan Program Kampung Keluarga Berkualitas dan peran PKK. Malaysia berbagi integrasi nilai keagamaan dalam kebijakan keluarga. Brunei menampilkan model pendidikan perempuan berbasis nilai Islam. Thailand memaparkan kebijakan perlindungan ibu dan anak.

Keynote dan Narasumber Nasional

Sesi _Keynote Speech_ disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr Hidayat Nur Wahid, dengan subtema “Keluarga Berketahanan sebagai Prasyarat Kawasan Maju”.

Dr Hidayat menyebut, kawasan Asia Pasifik dihuni oleh 60% yang sangat menghormati agama.

“Filosofi besar lahir di Asia Pasifik. Ajaran konfusionisme, misalnya, sangat mementingkan penghormatan anak kepada orang tua. Agama Hindu mengajarkan pentingnya keluarga sukinah. Katolik menegaskan pentingnya anak menghormati orang tua. Islam mengajarkan birrul walidayn dan keluarga samara. Itulah potensi besar di Asia Pasifik,” jelasnya.

Di sisi lain, masyarakat di kawasan ini tengah dipengaruhi oleh gerakan LGBTQ dan upaya masih untuk menjauhkan masyarakat dari eksistensi keluarga.

“Ada tiga jenis ancaman dari gerakan ini. Pertama, dekonstruksi terhadap pentingnya keluarga. Di sini terjadi penurunan angka pernikahan, peningkatan angka perceraian, dan penurunan angka kelahiran. Kedua, dekonstruksi terhadap institusi keluarga, di mana berkeluarga dianggap sebagai ancaman. Ketiga, menghilangkan peran keluarga inti terhadap masa depan keluarga dan anak. Terjadi trend generasi sekarang yang tidak mau mengambil pendapat ayah dan ibu, tetapi dari teman,” jelas Dr Hidayat.

Karena itu, lanjutnya, sangat penting untuk melakukan penyelamatan keluarga, ibu dan anak, serta agama. Mengarusutamakan agama menjadi sangat penting. Sebab, korban proyek anti keluarga adalah semua agama. Maka, semua agama harus turun tangan.

Selain itu, penting pula untuk mengarusutamakan keluarga dengan tidak hanya mengandalkan peran ibu, tetapi juga peran ayah. Anak yang melihat harmoni ayah dan ibu akan berdampak pada penyelamatan keluarga dan bangsa.

“Di Indonesia sendiri ada dua produk negara dalam rangka menguatkan keluarga. Pertama, pasal 28 b ayat 1 yang memberi landaaan kuat terhadap eksistensi keluarga yang berasal dari perkawinan yang sah. bahwa keluarga adalah HAM berdasarkan UUD. Kedua, UU no 24 th 2024 yang di antaranya memuat hak ibu untuk mendapatkan bimbingan keagamaan, hak perlindungan terhadap anak, hak suami untuk mendapatkan cuti ketika mendampingi persalinan istri, serta hak suami mendampingi istri yang keguguran,” pungkasnya.

Narasumber nasional lain yang juga hadir diantaranya Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, Prof. Dr. Dumilah Ayuningtyas dari UI, Prof. Dr. H. Achmad Satori Ismail, Prof. Dr. R. Siti Zuhro dari BRIN, Ledia Hanifa, M.Psi.T, Dr. Dinar Dewi Kania, Diana Setyawat PhD, dari UGM, Prof. Dr. Luluk Setyaningsih, Prof. Dr. Heru Susetyo dari UI, dan Wirianingsih, M.Si.

Target Output: Deklarasi dan Rekomendasi Kebijakan

Konferensi ditutup dengan Sesi Pleno perumusan “Asia-Pacific Family Declaration 2026” yang berisi komitmen bersama negara-negara anggota PBKM. Output lain yang ditargetkan adalah Modul Panduan Praktis Ketahanan Keluarga, Matriks Kurikulum Pendidikan Perempuan dan Keluarga, serta Roadmap Kepemimpinan Perempuan.

“Melalui forum ini kami berharap lahir rekomendasi, komitmen, dan agenda aksi bersama untuk memperkuat fungsi keluarga, meningkatkan peran perempuan, melindungi generasi muda, dan membangun ekosistem keluarga yang tangguh, harmonis, dan berdaya di Asia Pasifik,” tutup Dr. Aan Rohanah. [Mh/PBKM]

Tags: Konferensi Keluarga Asia Pasifik Bahas Resiliensi Keluarga dan Penguatan Peran Perempuan sebagai Kunci Kemajuan Kawasan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Style Blouse Hijab Kantor yang Elegan dan Nyaman

Next Post

Eyeliner Coklat atau Hitam yang Cocok Untukmu? Simak Perbedaannya Berikut

Next Post
Eyeliner Coklat atau Hitam yang Cocok Untukmu? Simak Perbedaannya Berikut

Eyeliner Coklat atau Hitam yang Cocok Untukmu? Simak Perbedaannya Berikut

Kepemimpinan Perempuan Kunci Pembangunan Bangsa dan Ketahanan Keluarga di Asia Pasifik

Kepemimpinan Perempuan Kunci Pembangunan Bangsa dan Ketahanan Keluarga di Asia Pasifik

Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Parutan Jahe

Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Parutan Jahe

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9603 shares
    Share 3841 Tweet 2401
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1398 shares
    Share 559 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2488 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga