• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 5 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Forum Dekan Ekonomi Muhammadiyah Nilai Ekonomi Indonesia 2016 Makin Rapuh

30/11/2015
in Berita
69
SHARES
528
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

image

ChanelMuslim.com – Akademisi Muhammadiyah yang tergabung dalam Forum Dekan Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menilai pada 2016 mendatang perekonomian Indonesia makin rapuh. Hal ini disebabkan ekonomi Indonesia yang masih terus akan diseret oleh ekonomi dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh Mukhaer Pakkanna selaku juru bicara Forum Dekan Ekonomi PTM se Indonesia.
“Muhammadiyah menilai bahwa perekonomian 2016 masih akan terus diseret oleh dinamika ekonomi dunia. Maka itu, diperlukan strategi yang dilakukan oleh semua pihak khususnya pemangku kebijakan publik dalam mensikapi keadaan ekonomi Indonesia kedepan,” ujar Mukhaer menyampaikan hasil kajian  terhadap economic outlook 2016 yang dilakukan oleh Forum Dekan Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia pada tanggal 26 – 27 November 2015 di Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak- Kalimantan Barat,seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima chanelmuslim.com, Minggu (29/11).
Dalam diskusi tersebut, disimpulkan bahwa empat kekuatan yang akan menyeret ekonomi nasional, yakni melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, ketidakpastian kebijakan the Federal Reserve AS, melemahnya daya serap pasar dunia, termasuk Tiongkok, dan kondisi geo-politik global yang makin tidak menentu.  
“Dalam kondisi seperti itu, posisi perekonomian Indonesia makin rapuh. Untuk menghindari kerapuhan pada 2016 itu, direkomendasikan beberapa langkah, ” ujarnya lagi.
Langkah-langkah tersebut yaitu, pertama, penguatan basis produksi dan konsumsi nasional. Dalam penguatan produksi, pemerintah diharapkan bisa fokus mengembangkan produksi berbasis substitusi impor yang lebih berorientasi padat karya dan memiliki kandungan lokal tinggi. Pilihan jenis produksi paling layak sebagai prioritas adalah sektor pertanian dan perikanan, terutama dalam rangka penguatan kedaulatan pangan.
Lebih lanjut, Mukhaer menerangkan bahwa di data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proporsi impor produk-produk barang modal, bahan baku dan bahan penolong secara bersama-sama mencapai 90 persen dari total impor Indonesia. 
“Sayangnya, sampai saat ini pemerintah belum benar-benar terbukti serius mengupayakan pengurangan kebergantungan terhadap produk-produk barang modal, bahan baku dan bahan penolong dari luar negeri,” akunya.
Kedua, penguatan basis pasar dalam negeri. Muhammadiyah menilai, perlu mengamankan pasar dalam negeri dari gangguan impor, memperluas pasar dan pusat distribusi, kepastian peredaran barang, serta memberikan peluang sebesar-besarnya bagi wirausaha nasional dalam memasok kebutuhan pasar dalam negeri, termasuk promosi penggunaan produk dalam negeri.
“Ketiga, berkenan akses kredit usaha, maka di tengah ketidakpastian ekonomi pada tahun 2016, diperlukan pemihakan pada pembiayaan pada usaha kecil dan mikro. Peningkatan akses kredit pada jenis usaha ini dianggap sangat penting di tengah pelemahan ekonomi dunia dan nasional yang secara umum masih ditopang oleh kinerja korporasi-korporasi besar,” terangnya lagi.
Forum Dekan Ekonomi PTM juga berkesimpulan bahwa pengucuran kredit ke sektor pertanian, perdagangan, ekonomi kreatif, industri padat karya, dinilai dapat menciptakan geliat kegiatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah dan menjaga daya beli.  
‘Data membuktikan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional yang jumlahnya sekitar Rp5.104 triliun hingga September 2015, seharusnya tidak hanya dilokasikan kepada sektor korporasi besar. Porsi kredit ke sektor korporasi besar jumlahnya mencapai 85%. 
‘Hal ini sensitif terhadap pertumbuhan PDB yang tinggi. Karenanya, perlu adanya alokasi ke sektor yang sensitif terhadap perluasan kesempatan kerja yang diperankan oleh usaha kecil dan mikro,”Mukhaer mengakhiri. (jwt)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wawancara Eksklusif Bersama Irna Mutiara

Next Post

Pemerintah Ubah Nama Korpri Jadi Korps ASN

Next Post

Pemerintah Ubah Nama Korpri Jadi Korps ASN

Peperangan Besar dan Penaklukan Konstantinopel

Peperangan Besar dan Penaklukan Konstantinopel

Cotton Candy ala Ghaida Tsuraya

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    2524 shares
    Share 1010 Tweet 631
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4086 shares
    Share 1634 Tweet 1022
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9038 shares
    Share 3615 Tweet 2260
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4729 shares
    Share 1892 Tweet 1182
  • Bahasa Gaul di Era Digital: Kreativitas Anak Muda atau Ancaman bagi Bahasa Indonesia?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11665 shares
    Share 4666 Tweet 2916
  • Ketika yang Sahih Datang dari Setan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga