• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 24 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Bagaimana Kita Mengukur Diri

16/08/2025
in Khazanah, Unggulan
Fikih Malu, Menghiasi Hidup dengan Malu

(foto: pixabay)

103
SHARES
794
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bagaimana kita mengukur diri? Orang yang kaya, pejabat, tokoh atau sekalipun engkau orang yang berpengaruh, atau juga Guru, Ustaz, Ajengan dan bahkan Kyai sekalipun, maka sungguh suatu kesombongan, terlalu mentakjubi diri jika menganggap setiap orang yang datang kepadamu itu memerlukan atau membutuhkanmu. Jangan lakukan itu. Tawadhu’-lah dan muliakan dirimu.

Baca Juga: Mengenali Diri Sendiri Sebelum Menikah?

Oleh: Ustaz Umar Hidayat, M.Ag

Bagaimana Kita Mengukur Diri

Boleh jadi justru sebaliknya. Karena sungguh kita sama sekali tidak tahu siapa di antara kita yang lebih mulia di mata makhluk langit. Apalagi di ‘mata’ Allah Subhanahu wa taala. Umbaran jumawa atau merasa paling hanya akan mengundang bencana dan kesusahan di kemudian hari.

Biarkan orang lain yang menganggap, atau bahkan engkau melarang mereka untuk beranggapan yang berlebihan. Betapa sakit ketika engkau ‘kejlungup’ (baca; jatuh yang tak sengaja) saat engkau merasa di ketinggian.

Maka sebaik engkau adalah orang kaya yang rendah hati dan mau peduli mau berbagi. Sebaik-baiknya engkau adalah menjadi punggawa pejabat yang mencerminkan khadimul ummat.

Sebaiknya engkau menjadi maha guru, ustadz maupun Kyai yang mau mengayomi dan meneduhkan ummat. Maka, sebaik-baiknya engkau menjadi orang yang mau menyapa dan berdoa kepada siapa saja meski tidak dimintanya.

Karena sifat tawadhu adalah sifat hamba Allah (QS. Al-Furqan: 63); sebagaimana Rasulullah Nabi dan hamba terbaik mentauladankan kepada kita.

Baca Juga: 5 Faktor Penghambat Kehidupan Berkeluarga

Sifat Tawadhu adalah Sifat Nabi

Suatu hari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu memasuki pasar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau kemudian membeli beberapa barang dan Abu Hurairah bergegas ingin membantu Rasulullah, akan tetapi Rasulullah berkata: “Pemilik barang lebih berhak membawa barangnya sendiri”.

Begitulah ketawadhuan baginda Nabi. Semua aktivitas di rumah dilakukannya sendiri dan tidak menyuruh orang lain (dan hanya beberapa hal saja beliau menyuruh orang lain).

Begitupun dulu, saat terjadi peristiwa pembukaan Kota Makkah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama tentara muslim berjumlah puluhan ribu, Beliau masuk ke dalamnya dalam keadaan menundukkan kepalanya yang mulia hingga hampir jenggot beliau menyentuh pelana kendaraan.

Rasulullah tidak pernah berbusung dada atau berbangga diri meski dirinya seorang pemimpin pasukan bahkan pemimpin umat ini. Beliau memasuki Kota Makkah dalam keadaan tawadhu’ kepada pemiliknya Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan semesta Alam.

Bagaimana dengan kita?[ind]

 

Tags: bagaimana kita mengukur diri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ribuan Masyarakat Bogor Bersatu dalam Indonesia Peace Convoy

Next Post

Tujuh Alat Makeup yang Wajib Dimiliki Para Perempuan

Next Post
Tujuh Alat Makeup yang Wajib Dimiliki Para Perempuan

Tujuh Alat Makeup yang Wajib Dimiliki Para Perempuan

Bakat Setiap Anak Berbeda

Bakat Setiap Anak Berbeda

Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan Saat Mengambil Keputusan

Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan Saat Mengambil Keputusan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8260 shares
    Share 3304 Tweet 2065
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3704 shares
    Share 1482 Tweet 926
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2070 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4234 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11277 shares
    Share 4511 Tweet 2819
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3310 shares
    Share 1324 Tweet 828
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Menghina Allah dalam Hati

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4554 shares
    Share 1822 Tweet 1139
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga