ADA titik temu antara setan dan manusia yang terpedaya. Setan menipu dan manusia mengkhayalkan ingin lebih.
Setelah Allah hidupkan, Nabi Adam alaihissalam bersin. Beliau pun mengucapkan ‘alhamdulillah’.
Nabi Adam alaihissalam Allah tempatkan di surga. Tidak cukup dengan itu, Allah juga ciptakan istri untuk Nabi Adam: Hawa.
Allah subhanahu wata’ala juga mempersilakan keduanya untuk memakan apa saja yang mereka suka di surga. Kecuali dari sebuah pohon.
Jadi, yang boleh dinikmati begitu banyak, dan yang dilarang hanya satu.
Namun, celah kecil inilah yang dijadikan setan sebagai pintu masuk ‘menjatuhkan’ Nabi Adam dan istrinya.
Iblis berhasil mendekati Nabi Adam dan bisa diterima sebagai sosok yang bisikannya patut didengar dan diamalkan.
Iblis mengatakan, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di surga.”
Iblis juga bersumpah kalau ‘nasihatnya’ itu dilakukan dengan tulus untuk ‘kebaikan’ Adam dan Hawa.
Dua khayalan yang dihembuskan Iblis kepada keduanya: menjadi malaikat dan berada kekal di surga.
Namun, satu hal yang paling mendasar yang dilupakan Nabi Adam dan Hawa: yang akan mereka langgar itu perintah Allah. Dan, sosok yang memanipulasi larangan Allah itu sosok yang tidak jelas.
Sayangnya, khayalan menyenangkan yang dihembuskan setan bisa melalaikan manusia dari perintah dan larangan Allah.
**
Ada berapa jenis makanan dan minuman halal yang ada di dunia ini? Tentu jawabannya tak terhingga karena begitu banyaknya. Sebaliknya, ada berapa makanan dan minuman yang diharamkan? Tentu jawabannya sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari.
Begitu pun dengan hal-hal lain. Begitu banyak yang dibolehkan di bumi ini, tapi dibatasi dengan sedikit yang dilarang: larangan berzina, berjudi, mencuri, membunuh, merusak, dan lainnya.
Namun, begitulah manusia. Justru, hal yang terlarang yang jadi lebih menarik. Seolah-olah, yang terlarang itulah yang jauh lebih nikmat dari sekian banyak hal yang dibolehkan. [Mh]


