JABAL Nur merupakan salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang paling bersejarah bagi umat Islam saat berkunjung ke Kota Suci Makkah. Di gunung inilah terdapat Gua Hira, tempat di mana Rasulullah menerima wahyu pertama, yaitu Surat Al-‘Alaq ayat 1-5, melalui perantara Malaikat Jibril. Nilai spiritual dan napak tilas sejarah yang begitu tinggi membuat ribuan jemaah haji maupun umrah bercita-cita untuk menjejakkan kaki dan menyaksikan langsung situs bersejarah ini.
Namun, mendaki Jabal Nur bukanlah perjalanan wisata biasa seperti berjalan-jalan di area perkotaan. Jalur pendakian yang curam, cuaca ekstrem khas jazirah Arab, serta kondisi fisik yang prima menjadi faktor krusial yang harus diperhitungkan secara matang. Bagi kamu yang berencana melakukan ziarah ke Jabal Nur, simak panduan dan hal-hal penting berikut agar perjalanan ibadah kamu berjalan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan.
Baca Juga: Siapakah Umayyah bin Khalaf yang Akhir Hayatnya Menjadi Peringatan Keras Bagi Manusia?
Panduan Lengkap dan Hal Penting yang Wajib Disiapkan Sebelum Mendaki Jabal Nur
1. Persiapan Fisik dan Stamina yang Prima
Berdasarkan panduan perjalanan umrah dari Kemenag RI dan berbagai sumber panduan perjalanan haji, ketinggian Jabal Nur mencapai sekitar 642 meter di atas permukaan laut dengan jalur tangga batu meliuk-liuk yang cukup terjal. Proses pendakian normal membutuhkan waktu antara 1 hingga 2 jam bergantung pada tingkat kebugaran masing-masing individu.
Oleh karena itu, persiapan fisik jauh-jauh hari sangatlah penting. Sangat disarankan untuk melakukan latihan fisik ringan seperti jogging atau jalan cepat beberapa minggu sebelum keberangkatan. Bagi calon pendaki yang memiliki riwayat penyakit jantung, sesak napas, asma, atau masalah persendian kaki yang parah, sebaiknya mempertimbangkan kembali niat untuk mendaki demi keselamatan jiwa.
2. Memilih Waktu Pendakian yang Tepat
Cuaca di Kota Makkah terkenal sangat terik, terutama pada siang hari di mana suhu udara bisa melonjak tinggi melebihi 40°C. Waktu terbaik untuk mulai mendaki Jabal Nur adalah pada dini hari (sekitar pukul 02.00 atau 03.00) menjelang subuh, atau pada sore hari menjelang maghrib.
Mendaki pada dini hari memungkinkan kamu menikmati udara malam yang cenderung lebih sejuk, menghindari sengatan matahari langsung, serta mendapati momen subuh yang indah di puncak gunung. Sebaliknya, hindari mendaki pada tengah hari karena risiko dehidrasi, kelelahan parah, dan sengatan panas (heatstroke) akan meningkat drastis.
3. Pakaian dan Perlengkapan yang Sesuai
Kenyamanan selama berjalan menanjak sangat dipengaruhi oleh apa yang kamu kenakan. Menurut panduan praktis dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, gunakanlah pakaian yang melonggarkan ruang gerak, menyerap keringat, namun tetap menutup aurat secara syar’i. Bagi laki-laki, setelan pakaian olahraga yang nyaman atau gamis kasual sangat dianjurkan. Bagi wanita, gunakan busana muslimah yang tidak menyapu tanah agar tidak mengganggu langkah kaki saat memanjat tangga.
Selain itu, pemilihan alas kaki adalah kunci utama. Hindari penggunaan sandal jepit licin atau sepatu berhak tinggi (high heels). Gunakan sepatu olahraga (running shoes) atau sepatu gunung yang memiliki daya cengkeram (grip) kuat agar kamu tidak mudah tergelincir di atas batuan licin. Jangan lupa membawa lampu senter kecil atau memanfaatkan senter ponsel jika kamu memilih mendaki di malam hari.
4. Membawa Bekal Air Minum dan Suplemen Cukup
Keringat yang keluar saat menaiki ribuan anak tangga akan menguras cairan tubuh dengan cepat. Oleh karena itu, bawalah bekal air minum yang cukup, seperti air zamzam atau air mineral secukupnya di dalam ransel kecil. Mengonsumsi air secara berkala saat mendaki sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga fokus. Kamu juga bisa membawa sedikit camilan berenergi seperti buah kurma atau kismis untuk mengembalikan stamina yang terkuras di tengah perjalanan.
5. Memahami Niat dan Menjaga Keselamatan di Area Gua Hira
Satu hal yang tidak kalah penting adalah menata niat dalam hati. Ziarah ke Jabal Nur bertujuan untuk mengambil hikmah sejarah (ibrah) dan mengenang perjuangan Rasulullah dalam menerima wahyu, bukan untuk melakukan ritual-ritual bertentangan dengan syariat yang dikategorikan sebagai perbuatan syirik atau bid’ah, seperti mencorat-coret batu atau mengusap-usap dinding gua dengan keyakinan tertentu.
Selain itu, area sekitar Gua Hira sangat terbatas dan berada di celah bebatuan tebing yang sempit. Mengingat banyaknya jemaah dari seluruh dunia yang mengantre untuk melihat bagian dalam gua, bersabarlah dan jangan saling berdesakan demi keselamatan bersama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Dengan melakukan persiapan fisik yang matang, memilih waktu pendakian yang sejuk, serta mengenakan perlengkapan yang tepat, perjalanan kamu menapakkan kaki di Jabal Nur akan menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan dan aman. Selamat berziarah dan semoga perjalanan Anda diratai keberkahan. [DW]





