RATUSAN calon peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA), mengikuti Tes Penerimaan Siswa Baru (PSB) Gelombang 1 Jakarta Islamic School (JISc) yang berlokasi di Jalan Manunggal I, Komplek Kodam, Jatiwaringin, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penerimaan siswa baru sekaligus kesempatan bagi orangtua untuk mengenal lebih dekat konsep pendidikan yang diterapkan JISc.
Pelaksanaan PSB Gelombang 1 berlangsung dalam dua pekan, yakni Sabtu, 10 Oktober 2026, untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), SMA, dan boarding school, serta Sabtu, 17 Oktober 2026, untuk jenjang sekolah dasar (SD).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dari Principal JISc, Fifi Proklawati Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D. Dalam pemaparannya, Mam Fifi menjelaskan visi dan misi JISc dalam membentuk karakter pemimpin masa depan melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kemampuan berpikir siswa.
Baca Juga: Robotics di JISc Tak Sekadar Teknologi tetapi Berintegrasi dengan Al-Qur’an
Ratusan Calon Siswa Ikuti PSB Gelombang 1 JISc Kodam, Orangtua Dikenalkan pada Konsep Pendidikan Pemimpin Masa Depan
Salah satu konsep pendidikan yang diperkenalkan kepada para orangtua adalah thinking skill, yakni pengembangan keterampilan berpikir yang menjadi bagian dari proses pembelajaran di JISc.
Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menganalisis persoalan, dan membangun pemahaman, sehingga tidak hanya mengandalkan hafalan dalam proses belajar.
JISc juga memperkenalkan posisinya sebagai Centre of Edexcel, yang berkaitan dengan penerapan kurikulum dan kualifikasi pendidikan internasional. Pendekatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.
Dalam pemaparannya, Mam Fifi turut menyampaikan capaian siswa JISc dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menyebutkan bahwa tingkat penerimaan siswa ke PTN mencapai 98 persen. Selain itu, pada tahun sebelumnya, sebanyak 39 lulusan JISc diterima di Universitas Indonesia (UI).
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mengenali Potensi dan Kesiapan Belajar Calon Siswa
Selama para orangtua menyimak pemaparan dari Principal JISc, para calon peserta didik menjalani serangkaian tes di ruang terpisah.
Tes tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan dan kesiapan belajar calon siswa sesuai dengan jenjang pendidikan yang dituju. Proses ini menjadi bagian dari tahapan penerimaan siswa baru sekaligus kesempatan bagi sekolah untuk mengenali calon peserta didik.
Pelaksanaan tes dalam ruang tersendiri juga memungkinkan orangtua mengikuti pengarahan dengan lebih fokus, sementara anak-anak menjalani proses penilaian sesuai dengan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Melalui kegiatan PSB ini, orangtua memperoleh gambaran mengenai pendekatan pendidikan, lingkungan belajar, serta nilai-nilai yang dikembangkan JISc dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan siswa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penampilan Angklung dan Nasyid Meriahkan PSB
Suasana kegiatan PSB Gelombang 1 semakin semarak dengan penampilan seni dari para siswa JISc.
Murid-murid JISc menampilkan permainan angklung, memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia kepada para calon siswa dan orangtua yang hadir. Sementara itu, siswi JISc Girls Boarding School (JIGSc) turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan nasyid.
Kedua penampilan tersebut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian penerimaan siswa baru. Selain menjadi hiburan bagi para peserta, penampilan siswa juga memperlihatkan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, dan ekspresi diri di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan PSB Gelombang 1 JISc menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengenal lebih jauh pilihan pendidikan yang tersedia bagi anak-anak mereka. Melalui pengenalan visi dan misi sekolah, pendekatan pembelajaran, pembinaan Al-Qur’an, hingga kegiatan pengembangan bakat, orangtua dapat memperoleh informasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi anak.
Bagi keluarga, memilih sekolah bukan sekadar menentukan tempat anak belajar, melainkan juga memilih lingkungan yang turut berperan dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan bekal masa depan mereka.[ind]





