KEHIDUPAN itu anugerah Allah yang mahal. Muliakanlah meskipun terhadap hewan hina seperti lalat dan anjing.
Ketika wafat, murid-murid Imam Gazali rahimahullah bertanya-tanya tentang bagaimana nasib gurunya di dalam kubur.
Ada seorang murid yang menceritakan telah bermimpi bertemu dengan gurunya itu. Muridnya itu menceritakan kalau hampir semua amal soleh yang telah dibanggakan Imam Ghazali tidak ada yang diterima oleh Allah.
Termasuk qiyamul lailnya, semangat dakwahnya, kesolehannya, dan lain-lain.
Hanya satu amal yang akhirnya ‘menyelamatkan’ Imam Ghazali. Yaitu, ketika Imam Ghazali menulis sebuah kitab, tiba-tiba seekor lalat hinggap di tempat tinta beliau.
Karena tidak ingin mengganggu rasa haus yang sedang dilampiaskan sang lalat, Imam Ghazali membiarkan lalat hinggap berlama-lama di sana.
Nah, menurut muridnya, amal itulah yang dalam mimpinya menjadi ‘penyelamat’ nasib Imam Ghazali di alam kubur.
Anjing dan Pelacur
Hal serupa juga menjadi penyelamat seorang pelacur dari azab Allah. Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan nasib seorang pelacur yang menolong anjing kehausan.
Karena kebaikannya itu, sang pelacur mendapatkan hidayah untuk bertaubat dan gemar melakukan amal soleh. Allah berterima kasih kepada sang pelacur karena telah berbuat baik kepada seekor anjing. Ia pun mendapatkan surga Allah subhanahu wata’ala.
**
Kalau kebaikan kepada lalat dan anjing saja begitu mendapatkan pujian dan balasan terbaik dari Allah, terlebih lagi kebaikan terhadap manusia dan umat Islam.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jagalah diri kalian dari azab neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma. Siapa yang tidak mendapatinya, maka hendaklah dengan ucapan yang baik.” (HR. Bukhari Muslim) [Mh]





