DUNIA industri halal di Indonesia kembali mencatatkan momentum penting melalui perhelatan Indonesia Digital Halal Brand Award 2026 dengan mengusung tema “Digital Performance of Halal Brands in Indonesia: Empowering Halal Brands in the Digital Era”. Acara ini menyoroti bagaimana transformasi digital menjadi kunci utama bagi perkembangan dan penguatan merek-merek halal di era modern.
Dalam presentasi riset yang disampaikan oleh Lisa Noviani selaku Head of Research DINAMIC Marketing Research Service, dipaparkan urgensi di balik pelaksanaan riset brand halal digital ini. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna e-commerce di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 73–74 juta jiwa, dengan tingkat penetrasi internet nasional yang menyentuh angka 80,7% atau sekitar 229 juta jiwa.
Nilai pasar e-commerce di Indonesia juga diproyeksikan menembus kisaran USD 94,5 miliar (sekitar Rp1.600 triliun) didorong oleh pertumbuhan belanja online yang masih sangat tinggi setiap tahunnya.
Mengupas Kinerja Digital Industri Halal, Indonesia Digital Halal Brand Award 2026 Digelar
Proses riset Halal Digital Brand dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis guna menghasilkan penilaian yang objektif, yang meliputi:
Observation (Observasi)
Data Verification (Verifikasi Data)
Evaluation (Evaluasi)
Program Review (Tinjauan Program)
Official Award Recipients (Penetapan Penerima Penghargaan Resmi)
Penilaian kinerja digital ini didasarkan pada Empat Dimensi Penelitian (Four Dimensions of Digital Performance Research) dengan bobot yang merata masing-masing sebesar 25%, yaitu:
Digital Presence (25%): Mengukur sejauh mana visibilitas dan eksistensi brand di ruang digital.
Public Engagement (25%): Menilai tingkat interaksi, keterlibatan, dan kedekatan brand dengan audiens atau konsumen.
Media & PR Activity (25%): Memantau aktivitas publikasi media serta strategi Public Relations yang dijalankan brand.
Marketplace Performance (25%): Menganalisis performa penjualan, penetrasi pasar, serta daya saing brand di platform e-commerce.
Melalui ajang dan riset komprehensif ini, para pelaku industri halal diharapkan dapat terus mengoptimalkan strategi digital mereka agar mampu beradaptasi dengan perilaku konsumen yang dinamis, sekaligus memperkuat daya saing produk halal Indonesia di kancah nasional maupun global. [Din]


