ADA nasihat yang cukup dibaca sekali, tetapi maknanya bisa terus dibawa sepanjang hidup. Salah satunya adalah sembilan wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Darda radhiyallahu anhu. Wasiat tersebut tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga menyentuh hubungan dengan orang tua, keluarga, tanggung jawab, hingga cara bersikap dalam kehidupan.
Dalam riwayat Al-Adab Al-Mufrad, Abu Darda menceritakan bahwa Rasulullah SAW memberikan sembilan pesan kepadanya. Riwayat ini juga dicantumkan dalam sejumlah sumber hadis dan dinilai hasan dalam Al-Adab Al-Mufrad.
Baca Juga: Lima Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh, Dapat Mencegah Kanker
9 Wasiat Rasulullah kepada Abu Darda yang Patut Jadi Pegangan Hidup
Pertama adalah jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Pesan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga tauhid. Bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, seorang Muslim diminta tetap berpegang kepada keyakinannya kepada Allah.
Kedua adalah jangan meninggalkan shalat wajib dengan sengaja. Shalat bukan sekadar rutinitas yang dilakukan ketika memiliki waktu luang. Lima waktu menjadi kewajiban yang harus dijaga. Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras mengenai orang yang sengaja meninggalkan shalat.
Ketiga adalah menjauhi khamr atau minuman yang memabukkan. Dalam wasiat tersebut, khamr disebut sebagai kunci berbagai keburukan. Larangan ini mengingatkan bahwa sesuatu yang dapat menghilangkan akal dan kendali diri bisa membuka pintu kepada banyak masalah.
Keempat adalah berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan terdapat gambaran yang sangat kuat dalam hadis tersebut mengenai ketaatan kepada orang tua. Namun, prinsip ketaatan kepada orang tua tetap harus dipahami dalam perkara yang tidak bertentangan dengan ketaatan kepada Allah.
Kelima adalah tidak membangkang kepada pihak yang memiliki wewenang. Pesan ini berkaitan dengan menjaga ketertiban dan tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai alasan untuk bertindak semaunya.
Keenam adalah tidak melarikan diri ketika menghadapi peperangan. Pesan ini disampaikan dalam konteks peperangan pada masa Rasulullah SAW. Karena itu, penerapannya perlu dipahami sesuai konteks sejarah dan tidak dilepaskan begitu saja dari keadaan ketika hadis tersebut disampaikan.
Ketujuh adalah menafkahi keluarga sesuai kemampuan. Tanggung jawab terhadap keluarga bukan hanya persoalan mencari penghasilan, tetapi juga bentuk amanah yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Kedelapan adalah tidak mengangkat tangan untuk menyakiti keluarga. Wasiat ini memperlihatkan pentingnya menjaga keluarga dari kekerasan. Rumah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi orang-orang di dalamnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kesembilan adalah mengajarkan keluarga agar takut dan bertakwa kepada Allah. Artinya, keluarga tidak hanya membutuhkan nafkah berupa materi, tetapi juga bimbingan agar tetap memiliki hubungan yang baik dengan Allah.
Sembilan wasiat ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga ibadah, menghormati orang tua, mengendalikan diri, hingga memperlakukan keluarga dengan baik. Pesannya sederhana, tetapi jika benar-benar dijalankan, dapat menjadi pengingat untuk menata kembali hubungan dengan Allah dan sesama manusia. [DW]





