DI ANTARA banyaknya bahan pangan lokal yang mulai terlupakan, gembolo menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dikenali kembali. Bentuknya mungkin tidak sepopuler kentang atau singkong, tetapi umbi ini ternyata menyimpan kandungan yang membuatnya berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional.
Gembolo memiliki nama ilmiah Dioscorea bulbifera L. dan dikenal pula sebagai kentang udara. Tanaman ini termasuk kelompok Dioscorea yang tumbuh merambat. Di Indonesia, gembolo dapat ditemukan di sejumlah daerah dan memiliki beberapa nama lokal, seperti jebubuk basu, jebubuk endog, huwi buah, dan huwi blicik. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut.
Menariknya, gembolo memiliki dua jenis umbi. Ada umbi utama yang berada di dalam tanah dan ada umbi udara atau bulbil yang tumbuh pada bagian batang. Keduanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dilakukan terhadap gembolo dari Bogor menunjukkan adanya kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida pada umbi maupun bulbilnya.
Baca Juga: Sedekah Diam-diam yang Menjadi Naungan di Padang Mahsyar
Mengenal Gembolo Umbi Lokal yang Punya Potensi Baik untuk Kesehatan
1. Sumber Karbohidrat
Salah satu keunggulan gembolo adalah kandungan karbohidratnya. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian DIY mencatat bahwa umbi gembolo memiliki kandungan karbohidrat sekitar 19,8 persen. Karena itu, gembolo berpotensi digunakan sebagai salah satu alternatif sumber pangan penghasil energi.
Pengolahannya pun dapat dibuat beragam. Gembolo bisa dikonsumsi sebagai umbi, dikeringkan menjadi tepung, atau dikembangkan sebagai bahan campuran produk pangan.
2. Mengandung Serat Larut
Gembolo juga menarik perhatian karena mengandung glukomanan. Senyawa tersebut merupakan polisakarida yang termasuk serat larut air. Menurut sumber Kementerian Pertanian, glukomanan pada gembolo berpotensi berperan sebagai prebiotik, membantu memperlambat penyerapan glukosa, serta berhubungan dengan pengelolaan kadar kolesterol dan indeks glikemik.
Kandungan ini membuat gembolo menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional, bukan sekadar sumber karbohidrat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kandungan prebiotik pada gembolo juga menjadi bagian yang cukup menarik untuk diteliti. Penelitian yang diterbitkan dalam Media Ilmiah Teknologi Pangan melaporkan bahwa gembolo mengandung inulin sekitar 10,96 persen serta glukomanan sebagai polisakarida utama. Tepung gembolo kemudian diteliti sebagai bahan prebiotik dalam pembuatan yoghurt sinbiotik.
Prebiotik sendiri merupakan komponen pangan yang dapat dimanfaatkan mikroorganisme baik di dalam saluran pencernaan. Namun, manfaat tersebut tidak berarti gembolo dapat digunakan sebagai obat untuk gangguan pencernaan.
4. Memiliki Senyawa Antioksidan
Gembolo juga mengandung sejumlah senyawa fitokimia. Penelitian terhadap Dioscorea bulbifera menemukan adanya senyawa seperti flavonoid dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium. Beberapa senyawa dari bulbil gembolo juga menunjukkan aktivitas antioksidan dalam uji DPPH dan hidroksil radikal.
Meski demikian, hasil penelitian laboratorium tidak bisa langsung disamakan dengan manfaat klinis pada manusia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui seberapa besar manfaatnya jika dikonsumsi sebagai makanan.
5. Berpotensi Menjadi Pangan Fungsional
Potensi gembolo tidak berhenti sebagai makanan tradisional. Kandungan karbohidrat, serat, inulin, glukomanan, serta berbagai senyawa fitokimia membuatnya menarik untuk dikembangkan menjadi tepung dan berbagai produk pangan. Penelitian terbaru juga terus mengeksplorasi pemanfaatan tepung gembolo sebagai bahan prebiotik.
Meski memiliki berbagai potensi, gembolo sebaiknya tetap dipandang sebagai bahan pangan dan bukan pengganti obat. Cara pengolahan juga perlu diperhatikan, terutama karena penelitian mengenai keamanan dan efek terapeutiknya masih terus berkembang.
***
Pada akhirnya, gembolo merupakan salah satu kekayaan pangan lokal yang layak mendapat perhatian. Selain berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif, umbi ini memiliki serat dan senyawa bioaktif yang menarik untuk dikembangkan. Mengenalnya kembali juga menjadi langkah kecil untuk memperluas pilihan pangan masyarakat Indonesia. [DW]





