TIDAK semua sahabat Rasulullah dikenal karena peperangan atau banyaknya riwayat hadis. Ada pula shahabiyah yang perannya terlihat melalui kepedulian, keberanian berbicara, dan kepekaan membaca keadaan orang-orang di sekitarnya. Salah satunya adalah Khaulah binti Hakim As-Sulamiyah radhiyallahu ‘anha, seorang wanita yang oleh para ulama disebut sebagai sosok yang salehah dan memiliki keutamaan. Ia juga dikenal dengan kuniyah Ummu Syarik dan merupakan istri sahabat Utsman bin Mazh’un.
Khaulah termasuk perempuan yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah awal Islam. Ia meriwayatkan hadis dari Rasulullah dan sejumlah sahabat serta tabi’in meriwayatkan hadis darinya, di antaranya Sa’ad bin Abi Waqqash dan Sa’id bin Al-Musayyib. Hal ini menunjukkan bahwa kiprahnya bukan sekadar berada di lingkungan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari mata rantai penyampaian ilmu.
Baca Juga: Khairah binti Abi Hadrad, Shahabiyah Cerdas yang Dikenal Tekun Beribadah
Khaulah binti Hakim, Shahabiyah yang Peka dan Aktif Membantu Rasulullah
Salah satu kisah Khaulah yang paling menarik terjadi setelah wafatnya Khadijah radhiyallahu ‘anha. Melihat Rasulullah telah kehilangan sosok yang sangat dekat dengannya, Khaulah datang dan bertanya apakah beliau berkenan menikah kembali. Ketika Rasulullah bertanya siapa yang dapat dipertimbangkan, Khaulah menawarkan dua pilihan: seorang gadis, yaitu Aisyah binti Abu Bakar, dan seorang janda, yaitu Saudah binti Zam’ah. Rasulullah kemudian memintanya untuk menyampaikan maksud tersebut kepada keduanya.
Kisah ini memperlihatkan keberanian sekaligus kecermatan Khaulah. Ia tidak sekadar menyampaikan sebuah usulan, tetapi kemudian menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. Dalam riwayat yang terdapat dalam *Musnad Ahmad*, Khaulah mendatangi keluarga Abu Bakar dan kemudian mendatangi Saudah untuk menyampaikan maksud Rasulullah.
Dari kisah tersebut, Khaulah dapat dilihat sebagai sosok yang peka terhadap kondisi orang lain. Ia melihat keadaan Rasulullah setelah kehilangan Khadijah dan berinisiatif menawarkan jalan keluar. Sikap seperti ini sangat relevan dengan kehidupan sekarang. Terkadang orang di sekitar kita sedang membutuhkan bantuan, tetapi tidak selalu mampu mengungkapkannya secara langsung. Kepekaan membuat seseorang mampu memberikan pertolongan sebelum diminta.
Khaulah juga dikenal sebagai istri Utsman bin Mazh’un, salah seorang sahabat yang sangat tekun beribadah. Dalam catatan Al-Ishabah fi Tamyiz Ash-Shahabah, Ibnu Hajar menyebut Khaulah sebagai shahabiyah yang terkenal, sekaligus mencatat bahwa ia merupakan perempuan yang salehah dan memiliki keutamaan.
Selain itu, Khaulah memiliki riwayat hadis tentang doa ketika seseorang singgah di suatu tempat dalam perjalanan. Rasulullah mengajarkan agar seorang Muslim memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk-Nya. Riwayat tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Khaulah bukan hanya aktif dalam kehidupan sosial, tetapi juga memiliki perhatian terhadap ilmu agama dan menyampaikannya kepada generasi setelahnya.
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membicarakan Khaulah binti Hakim: jangan sampai kisahnya tertukar dengan Khaulah binti Tsa’labah, shahabiyah yang terkenal dalam kisah zhihar dan berkaitan dengan turunnya awal Surah Al-Mujadilah. Keduanya adalah tokoh yang berbeda.
Dari kehidupan Khaulah binti Hakim, kita dapat mengambil beberapa pelajaran. Menjadi perempuan yang bermanfaat tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar. Kepekaan melihat kebutuhan orang lain, keberanian menyampaikan kebaikan, menjaga hubungan sosial, serta kesungguhan mempelajari dan menyampaikan ilmu juga merupakan bentuk kontribusi yang sangat berharga.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisahnya mengajarkan bahwa seorang Muslimah dapat mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dengan tetap menjaga adab dan ketakwaan. Khaulah menunjukkan bahwa kepedulian yang disertai keberanian dan kebijaksanaan dapat menghasilkan kebaikan yang manfaatnya panjang. [DW]
Sumber: Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.



