MENJADI suami terbaik bukan hanya tentang mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara materi. Lebih dari itu, seorang suami juga diharapkan mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi istrinya. Rumah seharusnya menjadi tempat untuk pulang, bukan ruang yang membuat pasangan merasa tertekan. Dalam hal ini, kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW dapat menjadi teladan bagi para suami dalam memperlakukan istri dengan penuh kasih sayang.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok suami yang romantis dan penuh perhatian. Keromantisan beliau tidak selalu ditunjukkan melalui pemberian hadiah atau kata-kata manis. Justru, perhatian tersebut sering terlihat dari hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Menjadi Suami Terbaik dari Keteladanan Rasulullah
Baca Juga: Bukan Sekadar Penambah Gizi, Ini Manfaat Daun Kelor yang Jarang Diketahui
Salah satu teladan yang menarik adalah kesediaan Rasulullah SAW membantu pekerjaan rumah tangga. Beliau tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang merendahkan kedudukan seorang suami. Sebaliknya, membantu istri merupakan bagian dari sikap rendah hati dan kasih sayang kepada keluarga.
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya mengenai aktivitas Rasulullah SAW ketika berada di rumah. Ia menjelaskan bahwa beliau membantu pekerjaan keluarganya. Namun, ketika waktu salat tiba, Rasulullah SAW meninggalkan aktivitas tersebut untuk menunaikan salat.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mampu menyeimbangkan berbagai tanggung jawab. Beliau adalah pemimpin umat, tetapi ketika berada di rumah, beliau tidak merasa gengsi untuk membantu istrinya. Kedudukan sebagai pemimpin tidak membuat beliau merasa harus selalu dilayani.
Dalam riwayat lain, Urwah bertanya kepada Aisyah mengenai apa yang biasa dilakukan Rasulullah SAW ketika berada di rumah. Aisyah menjelaskan bahwa beliau melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan seseorang ketika membantu istrinya. Rasulullah SAW memperbaiki sandalnya sendiri, menjahit pakaiannya, dan membantu mengambil air.
Dalam Asy-Syama’il al-Muhammadiyyah, Imam At-Tirmidzi juga mencantumkan riwayat dengan tambahan bahwa Rasulullah SAW memerah susu kambing untuk kebutuhan keluarganya.
Dari kisah tersebut, ada pelajaran penting bagi seorang suami. Menjadi pasangan yang baik tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar. Membantu pekerjaan rumah, mengambilkan sesuatu untuk istri, memperbaiki barang yang rusak, atau sekadar memberikan waktu untuk mendengarkan cerita pasangan bisa menjadi bentuk kasih sayang yang berarti.
Keromantisan juga bukan sekadar memberikan perhatian ketika suasana hati sedang baik. Justru, perhatian yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat hubungan suami istri semakin dekat.
Seorang suami juga perlu memahami bahwa rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama. Istri bukanlah pelayan yang harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendirian. Ketika suami bersedia membantu, beban pasangan menjadi lebih ringan dan suasana keluarga pun dapat menjadi lebih hangat.
Meneladani Rasulullah SAW berarti belajar menghadirkan kasih sayang melalui tindakan nyata. Tidak perlu menunggu momen istimewa untuk menunjukkan perhatian. Hal-hal sederhana yang dilakukan dengan tulus sering kali justru menjadi kenangan yang paling membahagiakan bagi pasangan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, suami terbaik bukanlah suami yang sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan. Suami terbaik adalah mereka yang mau belajar, bersedia membantu, mampu menghargai istrinya, dan terus berusaha menciptakan keluarga yang penuh ketenangan, kasih sayang, serta keberkahan. [DW]





