MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam pengelolaan rumah ibadah di Indonesia.
Menurut Menag, paradigma pengelolaan masjid modern saat ini harus bergeser dari sekadar fokus pada keindahan fisik dan pengumpulan sumbangan, menjadi pusat pelayanan publik yang inklusif, ramah lingkungan, serta berdampak nyata bagi umat.
Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Do’a Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI memperingati HUT ke-81 RI di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Baca juga: Peringati Hari Santri 2026, Kemenag Buat Akad Massal KPR bagi Guru Pesantren
Menag Tegaskan Pentingnya Transformasi Menyeluruh dalam Pengelolaan Rumah Ibadah
Hadir, Habib Luthfi bin Yahya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh agama, serta puluhan ribu masyarakat.
Menurut Menag, Masjid Istiqlal bisa menjadi contoh konkret tempat ibadah yang ramah lingkungan (green mosque) dan kaya fungsi sosial. Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh lebih dari 800 ribu masjid di seluruh pelosok Tanah Air.
Menag memaparkan bahwa esensi transformasi masjid modern tidak berhenti pada arsitektur atau keindahan fisik semata, melainkan pada wujud nyata pelayanan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Masjid modern dituntut hadir menyelesaikan persoalan dasar umat melalui penyediaan program bantuan, layanan konsultasi keluarga dan hukum, hingga fasilitas pendidikan.
Menag menegaskan bahwa keterlibatan masjid dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan wujud nyata rumah ibadah yang produktif dan efisien.
Tak hanya ramah lingkungan, aspek pendidikan di Istiqlal juga menjadi sorotan Menag sebagai wujud pelayanan inklusif. [Din]




