Seblak menjadi salah satu makanan yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Cita rasanya yang gurih, pedas, dan kaya rempah membuat banyak orang sulit menolak kelezatannya. Selain kerupuk, seblak juga sering dipadukan dengan aneka topping seperti bakso, sosis, ceker ayam, mi instan, makaroni, hingga telur.
Meski menggugah selera, mengonsumsi seblak terlalu sering atau dalam porsi berlebihan dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan. Hal ini bukan berarti seblak harus dihindari sepenuhnya, melainkan perlu dikonsumsi secara bijak dan seimbang.
Baca Juga: Rahasia Membuat Cendol Rumahan yang Kenyal dan Tidak Mudah Hancur
Sering Makan Seblak? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Sebelum Terlambat
Berikut beberapa dampak yang perlu diketahui.
1. Dapat Memicu Gangguan Lambung
Seblak identik dengan penggunaan cabai dalam jumlah cukup banyak. Pada sebagian orang, makanan pedas dapat memicu rasa nyeri ulu hati, perut mulas, atau memperburuk gejala penyakit asam lambung (GERD) dan maag.
Cabai mengandung senyawa capsaicin yang memang memberikan sensasi pedas. Bagi orang yang sensitif, konsumsi capsaicin berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan sehingga muncul rasa tidak nyaman.
2. Kandungan Natriumnya Cukup Tinggi
Seblak biasanya menggunakan berbagai bumbu instan, penyedap rasa, saus, kecap, serta makanan olahan seperti sosis, bakso, atau mi instan. Kombinasi tersebut membuat kandungan natrium dalam satu porsi seblak bisa menjadi cukup tinggi.
Apabila dikonsumsi setiap hari, asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, terutama bila tidak diimbangi pola makan sehat.
3. Berpotensi Menambah Asupan Kalori
Seblak sering kali disajikan dengan tambahan mi, kerupuk, bakso, sosis, keju, hingga aneka gorengan. Kombinasi ini membuat jumlah kalori dalam satu porsi menjadi cukup tinggi.
Jika sering dikonsumsi tanpa memperhatikan kebutuhan energi harian, kelebihan kalori dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Risiko ini semakin besar apabila aktivitas fisik sehari-hari tergolong rendah.
4. Bisa Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Selain pedas, sebagian seblak memiliki kandungan minyak yang cukup banyak. Bagi sebagian orang, perpaduan makanan pedas dan berlemak dapat memicu diare, perut kembung, atau gangguan buang air besar.
Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengenali kondisi tubuh sendiri dan tidak memaksakan mengonsumsi makanan yang menimbulkan keluhan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Kurang Mengandung Serat Bila Tidak Ditambah Sayuran
Seblak yang hanya berisi kerupuk, mi, dan makanan olahan umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Padahal, serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna, membantu rasa kenyang lebih lama, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Jika ingin menikmati seblak dengan lebih sehat, tambahkan sayuran seperti sawi, kol, wortel, atau pakcoy agar kandungan gizinya lebih seimbang. [DW]





