BANYAK orang menganggap benjolan di leher baru perlu diwaspadai jika terasa nyeri. Padahal, benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit justru dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar tiroid, termasuk kanker tiroid.
Tidak semua benjolan pada kelenjar tiroid bersifat ganas. Namun, setiap benjolan yang muncul di area leher tetap perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada gangguan kelenjar tiroid, keluhan dapat berupa jantung berdebar, mudah berkeringat, berat badan turun, gelisah, mudah mengantuk, berat badan naik, kulit kering, hingga tubuh terasa lemas.
Gejala gangguan tiroid dapat berbeda pada setiap orang sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.
Kanker tiroid pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Karena itu, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah berkembang lebih lanjut.
Baca juga: Selain Kanker Paru-Paru, Merokok bisa Merusak Kesehatan Tulang
Benjolan di Leher Tanpa Rasa Sakit bisa jadi Tanda Adanya Kanker Tiroid
Benjolan yang semakin membesar, terasa lebih keras, disertai suara serak, sulit menelan, atau adanya pembesaran kelenjar getah bening di leher perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.
Masih banyak masyarakat yang menunda pemeriksaan karena menganggap benjolan di leher bukan masalah serius.
Padahal, deteksi dini dapat membantu dokter menentukan diagnosis dan memberikan terapi yang lebih tepat sejak awal.
Untuk memastikan penyebab benjolan, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan, mulai dari tes darah untuk menilai fungsi tiroid, ultrasonografi (USG) tiroid, hingga fine needle aspiration biopsy (FNAB) apabila diperlukan.
Jika benjolan terbukti merupakan kanker tiroid, salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah operasi pengangkatan kelenjar tiroid (thyroidectomy).
Setelah operasi, pasien dapat menjalani terapi radioaktif iodin untuk menghancurkan sisa sel atau jaringan kanker tiroid tanpa memerlukan tindakan pembedahan tambahan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Terapi radioaktif iodin menjadi salah satu inovasi penting dalam penanganan kanker tiroid karena bersifat minimal invasif.
Terapi ini menggunakan radioaktif iodin yang diserap oleh sel tiroid untuk menghancurkan sisa sel kanker secara spesifik.
Terapi tersebut dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus menurunkan risiko kekambuhan pada beberapa jenis kanker tiroid.
Selain terapi, pasien juga memerlukan pemantauan yang terarah untuk mengetahui penyebaran penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan. [Din]




