• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Melatih Sabar dalam Hinaan

09/01/2025
in Nasihat
Ketika Rumah Tangga tanpa Cinta

Ilustrasi, foto: suburbantourist.ca

86
SHARES
663
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HINAAN dan celaan bisa datang dari mana saja: dari atas, samping, dan bawah. Jangankan orang biasa saja, sosok mulia pun tak luput dari hinaan dan celaan.

Salah seorang cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terkenal memiliki sifat sabar, bijak, dan arif menyikapi hinaan dan celaan. Beliau adalah Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.

Beliau lahir pada tahun 625 masehi, atau sekitar 2 tahun setelah peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah. Beliau lahir ketika usia kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berusia 55 tahun. Ada kurang lebih 7 hingga 8 tahun, Hasan berinteraksi dengan kakek tercinta.

Masa-masa fitnah umat Islam marak terjadi di saat ayahnya, Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah menggantikan Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Karena di saat yang sama ada tokoh lain yang juga mengklaim sebagai khalifah, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan.

Konflik terbuka pun tak terhindari. Bahkan, begitu banyak nyawa yang gugur karena adanya dualisme kekhalifahan ini. Termasuk yang juga menjadi korban adalah Hasan bin Ali. Begitu pun dengan Husain.

Termasuk yang ikut gugur sebagai syuhada adalah sang khalifah sendiri, yaitu Ali bin Abi Thalib. Beliau dibunuh saat menunaikan shalat.

Umat Islam saat itu sebagiannya bersepakat untuk mengangkat Hasan sebagai pengganti ayahnya. Ia pun resmi menjadi Khalifah di Bulan Januari tahun ke-41 Hijriyah.

Sayangnya, cucu Nabi ini hanya bersedia menjadi khalifah sekitar 6 bulan. Hal itu terjadi setelah pihak Muawiyah mengerahkan pasukan untuk meminta Hasan turun dari jabatan.

Akibatnya, begitu banyak orang yang menghinanya. Macam-macam hinaan, baik langsung maupun tidak langsung ia rasakan. Ia dituduh penakut, dituduh pengkhianat, dan lainnya.

Salah seorang sahabat Nabi bernama Jubair bin Nafir mengkomfirmasi langsung ke Hasan atas pengunduran dirinya.

Hasan mengatakan, “Aku bukan orang yang rela menghinakan kaum muslimin. Aku tidak mau kalian saling membunuh hanya karena berebut kekuasaan.”

Hinaan datang bukan hanya dari yang dahulunya mendukung Hasan, terlebih lagi dari yang sebelumnya memang memusuhi Hasan dan Ali bin Abi Thalib.

Ada seorang pejabat dari pihak di luar Hasan yang menghinanya sangat luar biasa. Ia bernama Marwan bin Hakam. Di setiap pidatonya, ia selalu menghina Hasan dan Ali.

Bahkan, ia mengutus orang secara khusus untuk disampaikan kepada Hasan bin Ali. Isi pesan itu berupa hinaan. Sebuah hinaan yang disampaikan secara resmi dari seorang pejabat kepada mantan pejabat.

Hasan menjawab hinaan itu, juga secara resmi, “Silakan kembali kepada atasanmu. Sampaikan bahwa aku tidak akan membalas pesannya. Biarlah Allah yang akan membalasnya.”

Beberapa tahun kemudian, Hasan bin Ali dikabarkan meninggal dunia secara ‘tidak wajar’. Ia diduga diracun oleh orang dekatnya atas suruhan penguasa yang tidak suka dengannya.

Cucu tersayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini wafat di usia 45 tahun. Para sahabat Nabi menyaksikan bahwa Hasan tidak pernah marah, membalas hinaan, dan sebagainya. Bahkan, sejarah mencatat, ia rela mundur sebagai khalifah demi persatuan umat Islam.

Sebagian ulama dan ahli sejarah memasukkan kekhalifahan Hasan bin Ali yang hanya beberapa bulan ini sebagai Khulafaur Rasyidin, penerus kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum.

**

Jangan pernah menganggap bahwa menjadi orang baik akan terbebas dari hinaan dan cacian. Sebaliknya, semakin baik seseorang, semakin berat ujiannya. Dan ujian itu antara lain datangnya berbagai hinaan. Langsung maupun tidak.

Bahkan manusia paling mulia pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tak luput dari hinaan dan cacian hingga saat ini. Dan Nabi telah meneladani kita bagaimana menyikapi semua hinaan itu.

Jangan pernah ‘kapok’ menjadi orang baik karena banyaknya hinaan. Bersabarlah, karena memang itulah ujiannya. [Mh]

 

 

 

Tags: Melatih Sabar dalam Hinaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gempa Bumi 6.8 Skala Richter Mengguncang Wilayah Tibet Selatan

Next Post

Rajab Mubarak

Next Post
Rajab Mubarak

Rajab Mubarak

Dua Pelari Asal Oldham Meningkatkan Kesadaran terhadap Penderitaan di Gaza

Dua Pelari Asal Oldham Meningkatkan Kesadaran terhadap Penderitaan di Gaza

Transjakarta dan Kopassus Bekerja sama Meningkatkan Fasilitas Pendidikan di Jakarta

Transjakarta dan Kopassus Bekerja sama Meningkatkan Fasilitas Pendidikan di Jakarta

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    277 shares
    Share 111 Tweet 69
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9292 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4213 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga