• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 1 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Stop Kebohongan Apalagi Sebagai Pemimpin

12/08/2024
in Khazanah, Unggulan
Menyesali Masa Lalu Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

(foto: pixabay)

95
SHARES
727
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

STOP kebohongan, apalagi sebagai pemimpin. Salah satu kebohongan terbesar yang pernah dilakukan manusia sepanjang sejarah adalah kebohongan tentang adanya senjata pemusnah masal di Irak, yang kemudian dijadikan legitimasi tentara Amerika dan sekutunya untuk menyerang Irak.

Hasilnya, senjata pemusnah masal itu tak pernah ditemukan. Namun setidaknya setengah juta warga sipil menjadi korban serangan selama tahun 2003-2011.

Data itu dirilis resmi oleh tim peneliti dari Amerika Serikat, Kanada, dan Irak

Perhitungan didasarkan survei secara acak atas 2.000 rumah tangga di 18 provinsi pada periode Mei hingga Juli 2011. Jumlah riilnya bisa jadi berlipat dari angka resmi yang dikeluarkan.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) memperkirakan pada tahun 2006-2010 sebanyak 1,6 juta warga Irak mengungsi. Jumlah itu sekitar 5,5% dari total penduduk Irak.

Sementara itu, sedikitnya 37 juta warga telantar di negerinya sendiri. Didera perang, kelaparan, penyakit dan kemiskinan akut.

Berapa biaya yang dikeluarkan Amerika untuk menghancurkan Irak?

Badan Riset Kongres Amerika Serikat memperkirakan negara itu menghabiskan hampir 802 miliar USD untuk mendanai perang Irak hingga tahun keuangan 2011.

Namun pemenang Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz, dan akademisi dari Universitas Harvard, Linda Bilmes, mendapatkan perhitungan jumlahnya jauh lebih besar, yakni 3 triliun USD.

Sebuah kebohongan yang menyebabkan kerusakan tak terperikan hingga hari ini!

Baca Juga: Bohong Itu Hina bagi Masyarakat Jahiliah

Stop Kebohongan Apalagi Sebagai Pemimpin

Mengapa manusia suka berbohong? Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkapnya.

Penulis buku Journey to the Light, Uttiek M. Panji Astuti dalam artikelnya berjudul Candu Kebohongan mengungkap penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience.

Penelitian itu menunjukkan bagaimana manusia tak cukup melakukan kebohongan hanya satu kali.

Dalam penelitian tersebut, para ahli melihat dan menganalisis otak seseorang yang sedang berbohong.

Penelitian itu melibatkan 80 relawan dengan membuat beberapa skenario dan mengetes tingkat kebohongan masing-masing peserta.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Para peneliti menyatakan, saat seseorang berdusta, maka bagian otak yang paling aktif dan bekerja adalah amigdala.

Amigdala merupakan area otak yang berperan penting dalam mengatur emosi, perilaku, serta motivasi seseorang.

Ketika orang berbohong untuk pertama kalinya, maka amigdala akan menolak perilaku tersebut dengan menimbulkan respon emosi berupa rasa takut dan cemas.

Saat berbohong, tak hanya nurani yang menolak, otak pun memberikan respons perlawanan, yang ditandai dengan perubahan detak jantung yang menjadi lebih cepat, berkeringat, gugup, hingga gemetaran.

Namun, ketika kebohongan pertama berhasil, maka otak justru beradaptasi dengan kebohongan yang dilakukan.

Otak mengira bahwa tidak masalah jika berbohong dan lama kelamaan tidak ada lagi perubahan fungsi tubuh ketika berbohong. Alias, kebohongan bisa menjadi candu.

Kebiasaan berbohong terus menerus bisa jadi tanda adanya gangguan mental yang disebut mythomania.

Penelitian juga membuktikan bahwa kebiasaan berbohong memicu berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, gangguan kecemasan, depresi, bahkan kanker.

Islam secara tegas melarang umatnya berbohong, sebagaimana tercantum dalam QS Al Baqarah: 42,

“Dan janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kepalsuan atau (janganlah kamu) menyembunyikan kebenaran sedang kamu mengetahuinya.”

Tak hanya satu, namun banyak ayat yang melarang adanya kebohongan, seperti QS Al Baqarah: 10; QS Al Munafiqy: 1; QS Al Ghaafir:28; QS Az Zumar: 3; QS An Nuur: 7.

Stop kebohongan, apalagi sebagai pemimpin![ind]

Tags: Stop Kebohongan Apalagi Sebagai Pemimpin
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ribuan Massa Hadiri Festival Tahun Baru Islam Salimah

Next Post

Rihla Series, Kajian Dalam Halal Fair yang Dikemas Elegan

Next Post
Rihla Series, Kajian Dalam Halal Fair yang Dikemas Elegan

Rihla Series, Kajian Dalam Halal Fair yang Dikemas Elegan

AILA Indonesia Respon Terkait Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja

AILA Indonesia Respon Terkait Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja

Great Wall China

Great Wall China

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9441 shares
    Share 3776 Tweet 2360
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11803 shares
    Share 4721 Tweet 2951
  • ParagonCorp Ajak Founder Brand Kecantikan Lokal Wujudkan Industri Beauty yang Berkelanjutan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2434 shares
    Share 974 Tweet 609
  • Mama Dedeh Ajak Keluarga Saling Menguatkan dalam Kajian di Masjid At-Taqwa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4838 shares
    Share 1935 Tweet 1210
  • Industri Kecantikan dan Tantangan Keberlanjutan, ParagonCorp Dorong Perubahan dari Hulu

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Makna Pernikahan dalam Kajian Keluarga Dibahas dalam Kajian bersama Mama Dedeh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2501 shares
    Share 1000 Tweet 625
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga