ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 18 November 2018 | 9 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
NASIONAL

Warga Keluhkan Dana Renovasi Akibat Gempa Lombok Dari Presiden Tidak Bisa Cair

19 September 2018 01:20:05 Warga Keluhkan Dana Renovasi Akibat Gempa Lombok Dari Presiden Tidak Bisa Cair

ChanelMuslim.com - Setelah Presiden Joko Widodo membagikan buku tabungan untuk renovasi rumah warga Lombok senilai 50 juta untuk yang rusak berat, pada 1 September 2018, sebelum ajang penutupan Asian Games yang megah itu.

ChanelMuslim.com mencari tahu sampai di mana uang tersebut diterima oleh masyarakat. Benarkah sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo warga Lombok akan senang dengan hanya memegang buku tabungan. Faktanya, Kepala Dusun Medas, Lombok Timur, Saiful Nuryadi mengatakan bahwa warganya mengeluh karena dana tersebut tidak bisa dicairkan

"Itukan hanya baru buku tabungan saja, tidak ada kartu ATM-nya,"katanya, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya buku tabungan tersebut tidak bisa dicairkan di Bank. 

"Kami belum mengetahui teknisnya bagaimana mencairkannnya.Karena dari pihak Bank bilang tidak bisa dicairkan menunggu keputusan dari pemerintah,"tambahnya.

Baca juga : Sambut Ramadhan, Muslimat Dewan Dakwah Pusat Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa

Hanya saja, kata Kadus Saiful, masih pendataan di warganya.

"Ini kemarin baru pendataan lagi. Di dusun saya ada 88 rumah. Rata-rata rusak berat semua,"katanya mengeluh.

Bank Menunggu BPPD

Untuk mengonfirmasi kebenaran terkait pernyataan Kadus Saiful, ChanelMuslim.com menghubungi Bank Rakyat Indonesia Cabang Selong. Menurut Ratna, layanan pelanggan BRI Cabang Selong masih menunggu dari BPPD.

Baca juga : Yuk, Datang ke Pameran Alutsista TNI AD

"Ini sudah saya konfirmasikan dari supervisor kami masih menunggu dari BPPD (Badan Pengelola Pendapatan Daerah) untuk dicairkan.

Ketika chanelmuslim bertanya sampai kapan bisa dicairkan. Pihak BRI Cabang Selong belum bisa memberikan pernyataan terkait pencairan dana renovasi rumah yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada warga Lombok.

"Kami belum bisa memberitahu kapan waktunya karena masih menunggu BPPD,"Katanya.

Rumah Anti Gempa Kementerian PUPR

Rumah anti gempa Kementerian PUPR sebetulnya adalah inovasi pembuatan rumah anti gempa yang dinamakan Rumah instan sederhana sehat (RISHA). Rencananya RISHA akan dibangun di Lombok dengan menggunakan uang tabungan renovasi rumah yang diberikan oleh Preisden Joko Widodo.

RISHA sebetulnya pernah dibangun di Aceh dan Nias pasca bencana tsunami. Kini Kementerian PUPR mencoba untuk membuat kembali RISHA di Lombok. Rumah tersebut akan dibangun di berbagai tempat di Lombok yang mengalami rumahnya rusak berat hingga ringan.

Menurut Kepala Dusun Medas, Lombok Timur, Saiful Nuryadi untuk membuat RISHA butuh biaya 38 juta.

"Sampai berdiri dan ada atap mencapai 38 juta,"katanya.

Sisanya dua belas juta, kata, Kadus Saiful, untuk membeli kayu untuk pagar.

Namun, ia masih bingung bagaimana kelanjutannya. Apakah semuanya dibuat dengan RISHA atau tidak.

"Masalahnya banyak yang tidak setuju untuk dibuat RISHA. Karena ada yang mau dan tidak,"katanya.

Untuk RISHA, kata Kadus Saiful, warga yang ingin mendirikan harus diukur.  Apabila tidak ada tanahnya makanya akan dialokasikan untuk didirikan rumah di tempat lain.

"Ada yang di bekas gempa dan ada yang tidak,"katanya.

Menurutnya ukuran rumah RISHA dengan ukuran 6x6 are atau setara 60x60 meter. Sayangnya, dana lima puluh juta yang diberikan pemerintah menurutnya tidak cukup.

"Tidak cukup sebetulnya dana yang diberikan oleh pemerintah. Saya saja buat rumah 9x6 are aja habis 150 juta,"tambahnya.

Ia berharap pemerintah menambah dana renovasi rumah gempa. Ia membandingkan rumah yang dibuat lembaga sosial yang sudah jadi.

"Di dusun seberang saja sudah jadi rumah. Di sini masih menunggu dari pemerintah dan besarnya rumah yang dibuat. Apalagi pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) meminta untuk gotong royong warga Dusun Medas,"katanya.

Namun, kami sebetulnya ingin terima beres. Jika ingin gotong royong, kata Kadus Medas ini, meminta untuk beritahu secepatnya agar kami bisa bersiap.

"Apalagi kami masih belum ada kejelasan, kapan bisa mengambil uang di Bank,"pungkasnya. (Ilham)

 

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
BERITA LAINNYA
 
 
NASIONAL
21 April 2018 22:49:09

Ada Wahana Keluarga di Islamic Book Fair 2018

 
ADVERTORIAL
18 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
NASIONAL
16 April 2018 22:41:09

Survei Median : 2019 Ganti Presiden

 

 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
Almatour Haji dan Umroh
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga