ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Kamis, 15 November 2018 | 6 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
KHAZANAH

Fenomena Pindah Kubu, Sebuah Pelajaran dari Sejarah

12 July 2018 11:23:50 Politik, sejarah Islam
Ilustrasi, foto: Politik Today.

ChanelMuslim.com- Kebenaran dan kebatilan akan terus bertarung hingga hari kiamat. Pertarungan ini tidak satu warna, melainkan bergradasi menurut zaman dan lingkungan. 

Menariknya, dalam pertarungan ini ada saja pihak-pihak yang pindah kubu. Ada pihak yang batil berpindah kepada yang benar. Ada juga sebaliknya: yang benar berpindah kepada pihak yang batil.

Dalam goresan sejarah, Syaikh Ath-Thabari menyebutkan tentang sosok sahabat Nabi saw. bernama Ar-Rajjal bin Unfuwah. Seorang sahabat yang saleh, hafizh Quran, dan pernah ditugaskan Nabi saw. untuk membimbing penduduk Yamamah belajar Islam.

Sepeninggal Nabi saw., terjadi fitnah besar di mana seorang bernama Musailamah mengaku sebagai nabi. Mereka tidak mau tunduk kepada Kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq, termasuk tidak mau membayar zakat. Pengikutnya lumayan banyak.

Baca juga : Dialog Abdullah bin Abbas dan Kaum Khawarij

Musailamah melancarkan rayuan kepada para sahabat  Nabi untuk ikut bergabung. Hingga akhirnya, Ar-Rajjal terpedaya dengan rayuan tersebut dan menjadi pengikut setia nabi palsu yang akhirnya diperangi umat Islam waktu itu.

Abu Hurairah r.a. adalah seorang sahabat Nabi saw. yang paling terhenyak dengan peristiwa pindah kubunya Ar-Rajjal ini. Diriwayatkan dari Saif bin Umar, dari Thulaihah, dari Ikrimah, dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. pernah bersabda.

“Sesungguhnya, di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”

Bagi sahabat sekaliber Abu Hurairah r.a., ucapan Nabi ini menjadi warning yang luar biasa. Ia khawatir, kalau dirinyalah yang dimaksudkan Nabi saw.

Baca juga : Ghibah Apa yang Boleh dan Apa yang Tidak

Satu per satu, sahabat Nabi saw. yang pernah berada bersama Abu Hurairah saat  mendengar sabda Nabi saw. itu meninggal dunia. Dan mereka meninggal dalam husnul khatimah. Tinggal dirinya dan seorang lagi yang bernama Ar-Rajjal. 

Akhirnya, pindah kubunya Ar-Rajjal ke pihak nabi palsu seperti menjadi jawaban pamungkas atas kegelisahan Abu Hurairah r.a. 

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari gurunya, dari Abu Hurairah r.a., bahwa fitnah pindah kubunya Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah nabi palsunya Musailamah. 

Hal ini karena langkah yang dipilih Ar-Rajjal menjadi dalil jitu bagi Musailamah bahwa apa yang dilakukannya merupakan hal yang benar, bukan batil. Karena ada sahabat Nabi saw. yang terbukti ikut membenarkan apa yang ia lakukan, yaitu Ar-Rajjal.

Pengaruh pindah kubunya Ar-Rajjal begitu besar bagi mereka yang awam, yang belum memahami ajaran Islam secara baik dan benar. Dalam waktu singkat, jumlah pengikut Musailamah menjadi bertambah banyak.

Seolah hal ini mengatakan, keburukan memang tercela. Tapi, lebih tercela lagi jika ada pihak kebenaran yang ikut membenarkan keburukan ini. 

Politik memang bukan persoalan akidah

Kisah tentang pindah kubunya Ar-Rajjal ini memang tidak seseram dan sedramatis pindah kubunya tokoh-tokoh tertentu dalam dunia politik. Ada yang mengatakan, tidak ada teman atau musuh yang abadi dalam dunia politik, yang ada adalah kepentingan.

Pertarungan politik, khususnya di tanah air, memang tidak memisah dua kubu dalam garis yang sakral. Melainkan, dalam garis kepentingan masing-masing pihak. 

Selama kepentingannya terjamin, suatu pihak akan tetap nyaman berada dalam kubu itu. Tapi jika sudah mulai terancam, ia akan mencari cara untuk mengotak-atik alasan untuk melegalkan dirinya berpindah ke kubu yang lebih menjamin kepentingannya.

Namun, satu hal yang kadang terlupakan oleh mereka yang menganggap enteng lompat kubu ini demi alasan kepentingan. Yaitu, terbukanya bungkus kepentingannya dalam perjuangan. Ternyata, ia tidak sedang berjuang untuk kepentingan umat atau orang banyak, melainkan dirinya seorang.

Terbukanya bungkus ini akan secara otomatis mendegradasi pihak ini kepada nilai yang rendah tentang siapa dirinya. Seorang ia mau bilang, “Maaf, harga saya tidak semahal itu!” (mh)

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
politik
sejarah islam
 
BERITA LAINNYA
 
 
KHAZANAH
03 August 2018 11:39:31

Dia yang Mengaku Mudah Tergoda Perempuan

 
ADVERTORIAL
15 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
KHAZANAH
21 June 2018 12:02:09

Pakaian Bulan Syawal itu Bernama Takwa

 
KHAZANAH
30 May 2018 20:27:28

Kitab Suci yang Terpelihara

 
KHAZANAH
23 September 2018 13:42:52

Bekerja Ikhlas ala Hotel Sofyan



media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga