ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 18 Januari 2019 | 11 Jumadil Awwal 1440 H
Login | Register

 


 
 
 
 
DUNIA

Parlemen Jerman: Muslim Uighur di Xinjiang Alami Penindasan dari Rezim Komunis Cina

09 November 2018 20:37:28
Parlemen Jerman: Muslim Uighur di Xinjiang Alami Penindasan dari Rezim Komunis Cina

ChanelMuslim.com - Pemerintah dan anggota parlemen oposisi pada Kamis kemarin mendesak Cina untuk mengakhiri kebijakan represif terhadap Muslim Uighur di barat laut Xinjiang, wilayah otonom negara itu.

Partai Hijau oposisi menuduh pemerintah Cina melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, memaksakan indoktrinasi politik dan pengawasan besar-besaran di wilayah tersebut.

"Diperkirakan satu juta orang telah ditahan secara sewenang-wenang di kamp-kamp interniran di wilayah Xinjiang barat laut Cina," kata anggota parlemen Hijau Margarete Bause dalam debat parlemen tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang.

Dia mengkritik keras pihak berwenang atas tindakan keras mereka terhadap kebebasan beragama.

“Shalat dilarang, masjid dihancurkan. Tujuan dari semua tindakan ini adalah untuk secara sistematis menghilangkan budaya dan identitas minoritas Muslim di Xinjiang," katanya.

Baca juga : Austria Mulai Berlakukan Larangan Cadar di Tempat Umum

Stefan Liebich dari oposisi Partai Kiri mengatakan penahanan sekitar satu juta orang di kamp interniran di Xinjiang "tidak dapat diterima".

Liebich mengakui bahwa kekhawatiran Cina atas stabilitas dan ancaman terorisme dapat dimengerti.

"Tapi ini tidak bisa membenarkan pengawasan massal, mata-mata, kamp interniran dan penyiksaan," tegasnya.

Michael Brand, anggota parlemen senior dari Kanselir Angela Merkel, berjanji bahwa pemerintah Jerman akan terus meningkatkan masalah hak asasi manusia dalam pembicaraan dengan para pejabat Cina.

Baca juga : Kurangi Jumlah Perokok, Walikota New York Naikkan Harga Rokok

"Dengan dalih perang melawan terorisme, penindasan brutal dan pelanggaran hak asasi manusia terus berlanjut di Xinjiang," ungkapnya.

Mereka mengkritik pemerintah Cina karena mengklaim bahwa kamp interniran sebenarnya adalah "pusat pendidikan kejuruan" dan menekankan bahwa penjelasan semacam itu jauh dari masuk akal.

Mitra koalisi Kanselir Merkel, Partai Sosial Demokrat (SPD) mendukung seruan kepada Chna untuk menutup kamp-kamp itu.

“Ketika kami membaca laporan Human Rights Watch, kami mendapat kesan bahwa Xinjiang telah menjadi penjara terbuka,” kata anggota parlemen SPD Frank Schwabe.

“Kami ingin transparansi penuh. Kami ingin memiliki kesempatan bagi semua badan PBB untuk dapat mengunjungi Xinjiang. Kami menyerukan kepada Cina untuk menutup kamp-kamp ini, ”tambahnya.[ah/anadolu]

Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
BERITA LAINNYA
 
dompet dhuafa, zakat di kita aja, zakat dhompet dhuafa, berawal dari zakat, ayo zakat, zakat penghasilan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284