• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Mengatur Strategi Pengembangan UMKM di Masa Pandemi

23/08/2021
in Info, Unggulan
Mengatur Strategi Pengembangan UMKM di Masa Pandemi

Mengatur Strategi Pengembangan UMKM di Masa Pandemi Foto : Pixabay

83
SHARES
635
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Strategi pengambangan bisnis sangatlah penting karena di masa PPKM Darurat ini semua roda perekonomian bisa dikatakan berhenti. Hal ini pun dilakukan Siti Nurika, pelaku UMKM yang memproduksi bawang goreng di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pengusaha muda yang mampu bertahan dan siap mengembangkan usahanya di tengah pandemi COVID-19.

Siti Nurika memulai usahanya pada 2014, memproduksi bawang goreng rumahan dan terus berkembang hingga kini.

Seperti UMKM warga yang tinggal di wilayah perbatasan lainnya, Siti Nurika melirik pasar Negara Jiran Malaysia dan Singapura.

Dibantu Al Ahmadi Entrepreneurship Centre, Siti Nurika mengikuti sejumlah pameran, menjajakan bawang goreng produksinya ke Malaysia dan Singapura.

Sejak beberapa tahun lalu, bawang goreng produksi Indonesia amat digemari di Negara Jiran. Dan itu, tidak hanya produksi milik Siti.

Banyak UMKM produsen bawang goreng Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang masuk pasar luar negeri.

Bahkan, kadang warga Negara Singa sengaja mengunjungi pameran tertentu untuk memburu bawang goreng Indonesia.

Maka tidak heran jika produksi bawang goreng Siti banyak pelanggannya di Singapura dan Malaysia. Mereka bahkan memesan agar Siti mengirimkan bawang gorengnya ke sana dalam waktu-waktu tertentu.

Meski belum bisa ekspor dalam jumlah besar, namun sejatinya Siti adalah eksportir.

Pelan tapi yakin, usaha Siti berkembang dengan pelanggan dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya bawang goreng, ia pun memproduksi sambal pecal, stik udang dan makanan olahan khas lainnya.

Baca Juga : Strategi Bisnis Kuliner di Masa Pandemi

Bertahan dan menang

Di awal masa pandemi, usaha Siti meredup. Ia tidak lagi dapat mengirimkan bawang ke Singapura dan Malaysia. Perbatasan ditutup, pengiriman barang ke luar negeri menjadi sulit.

Penjualan di dalam negeri, di dalam pulau, di dalam kota pun terasa sulit. Daya beli masyarakat menurun, seiring dengan sulitnya ekonomi.

“Kami menyikapinya memang harus bertahan. Sebagai entrepreneur kami harus belajar dari setiap situasi,” kata dia.

Ia bersama tim mempelajari kenapa penjualan menurun, kemana para langganan mereka pergi.

Apabila ekspor rasanya tidak mungkin, maka ia harus merebut kembali pasar dalam kota yang hilang selama awal pandemi COVID-19.

Warga kini tidak lagi berbelanja ke swalayan tempat produksi bawang goreng, sambal dan pecalnya selama ini dijual.

Masyarakat tidak dapat pergi jauh dari rumah demi mematuhi anjuran pemerintah. Mereka berpaling ke warung-warung yang lebih dekat rumah.

Siti Nurika pun mengalihkan strategi pemasarannya. Dari menjual di swalayan, jadi ke warung-warung di perumahan. Ia mengerahkan timnya untuk merebut hati pemilik kedai, agar dapat menjajakan hasil produksinya.

“Akhirnya kami larinya ke sana. Karena penjualannya bukan hanya market besar saja, tapi juga market kecil. Analisa kami, permintaannya lebih banyak di sana, maka kami pindahkan,” katanya.

Kemudian masalah selanjutnya, daya beli masyarakat yang menurun. Apabila sebelumnya konsumen bisa membeli kebutuhannya dalam jumlah besar, namun karena keterbatasan dana, mereka hanya mampu membeli sedikit.

Maka Siti Nurika memutuskan untuk membuat kemasan-kemasan ekonomis yang harganya lebih dapat dijangkau.

Baca Juga : Sambut Hari UMKM Nasional, Rumah Zakat adakan Program Borong Berbagi

Strategi sederhana itu membuatnya bertahan hingga kini

Strategi yang dibuatnya pun terasa tepat, untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Kini, omsetnya pun mencapai Rp40 hingga Rp45 juta per bulan.

Siti Nurika memang memilih untuk berjualan langsung ke warung-warung. Tidak menggunakan digital seperti yang digalakkan pemerintah.

“Pernah juga ikut e-commerce, tapi belum ada penjualan,” kata dia.

Sebagai pengusaha, ia ingin langsung ada penjualan, yang dapat menambah semangat untuk berproduksi.

Kondisinya yang berdomisili di Kota Tanjungpinang Pulau Bintan, membuat sulit berjualan melalui e-commerce, karena ongkos kirim yang mahal ke luar kota.

Persiapan ekspor kembali

Kegigihan Siti untuk bertahan di masa pandemi membuahkan hasil gembira. Pusat pelatihan dan jaringan bisnis Al Ahmadi Entrepreneuship Centre, wadah yang menaunginya selama ini mengupayakan produksinya kembali ekspor ke Malaysia.

Direktur Al Ahmadi Entrepreneurship Center Lisya Anggraini menyatakan pihaknya bersama KBRI tengah menjalin peluang kerja sama “business to business” antarpelaku usaha di Provinsi Kepulauan Riau dengan Malaysia. Satu di antaranya bawang goreng yang diproduksi Siti Nurika.

Keunggulan UMKM di wilayah perbatasan seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan adalah potensi untuk ekspor, karenanya Al Ahmadi terus mendorong dan mencari peluang agar produksi mereka bisa masuk pasar negara tetangga.

Dalam beberapa kali penjajakan yang dilakukan bersama KBRI, pihaknya telah memetakan peluang UMKM yang dapat masuk di pasar Negara Jiran seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Masyarakat Malaysia menyukai produk dasar dari Indonesia yang tidak banyak dimilikinya seperti ikan dan santan.

Di masa pandemi ini, konsumen di Malaysia cenderung memilih untuk membeli produk UMKM, ketimbang impor dari pabrik-pabri besar karena bisa bertransaksi dalam jumlah yang sedikit, ketimbang dengan pelaku usaha besar yang memiliki aturan minimum pembelian.

Meski daya beli menurun, tapi pasar tetap ada. Di pandemi ini ada pergeseran peluang. Kalau dulu membeli dalam jumlah besar, sekarang menyasar UMKM membeli dengan skala kecil.

Pada akhirnya, mereka yang mampu beradaptasi yang menang, menaklukkan pandemi. Untuk menjadi juara, pelaku usaha perlu mengubah kebiasaan.

Berhenti mengeluh, apalagi di media sosial. Tuliskan keluhan itu dalam rumusan kendala dalam buku catatan, kemudian cari solusinya. Bukan mencari simpati dari orang yang justru akan menertawakan.

Jalankan solusinya, dan perbaiki terus apabila belum membuahkan hasil. Jangan berhenti. Semoga kita semua menjadi pemenang dari pertarungan melawan pandemi ini. [wmh]

Tags: Mengatur Strategi Pengembangan UMKM di Masa Pandemi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah Nabi Musa Dihanyutkan oleh Ibunya saat Masih Bayi

Next Post

Kisah Nabi Musa Kembali Disusui oleh Ibunya (2)

Next Post
Kisah seseorang mencela sahabat Rasulullah

Kisah Nabi Musa Kembali Disusui oleh Ibunya (2)

sekilas cinta

Sekilas Cinta, Tentang Ulang Tahun

3 Manfaat Irisan Timun untuk area Mata

3 Manfaat Irisan Timun untuk area Mata

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8693 shares
    Share 3477 Tweet 2173
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11478 shares
    Share 4591 Tweet 2870
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4443 shares
    Share 1777 Tweet 1111
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga