SIDANG Umum PBB ke-81 digelar di Markas PBB, New York. Mayoritas delegasi suarakan dukungan untuk Palestina, termasuk sekutu Israel dan AS.
PBB kembali menggelar Sidang Umum di markasnya, New York AS, 22 hingga 28 September 2026. Seluruh delegasi dari berbagai negara hadir, termasuk Iran dan Israel.
Sekutu Israel dan AS Hina Israel dan Dukung Palestina
Kalau Iran dan Turki menyampaikan dukungan totalnya untuk Palestina, mungkin hal biasa. Tapi, jika Prancis menghina Israel, baru luar biasa.
Dalam pidatonya di forum bergengsi PBB itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Rakyat Palestina. Dan di saat bersamaan, presiden yang hampir menjabat selama sepuluh tahun itu mengungkapkan kemarahannya pada Israel.
“Kami negara-negara Eropa sejak tahun lalu konsisten mendukungan kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.
Selain Prancis, pemimpin Yordania: Raja Abdullah, bahkan mewanti-wanti negara-negara Arab untuk berhati-hati. Karena pada gilirannya, bukan hanya Palestina yang dicaplok Israel, termasuk juga negara-negara di sekitarnya.
Bisa dibilang, hanya AS yang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Israel.
Netanyahu Merasa Terhina di New York
Pemimpin Israel, Netanyahu juga berkesempatan menyampaikan ‘pembelaannya’ dalam forum itu. Menariknya, dari sekian banyak delegasi yang hadir, hanya sekitar 20 persen saja yang mau mendengarkan pidato Netanyahu.
Selebihnya, menyatakan walk out atau keluar dari ruang sidang. Mereka menyatakan protes atas kejahatan perang Israel terhadap Gaza dan Palestina.
Di luar sidang pun tak kalah terhinanya. Sekitar sepuluh ribu demonstran mengungkapkan aspirasinya mengutuk Israel dan Netanyahu.
Hal inilah yang disinyalir menjadikan pemimpin Israel itu langsung balik ke negaranya setelah menyampaikan pidato, tanpa bermalam di New York.
Media-media di Israel mengungkapkan bahwa Israel kian diisolasi dalam pergaulan dunia. Mereka bahkan menyebut bahwa aksi walk out mayoritas delegasi seperti meludahi wajah Israel di forum itu.
Netanyahu Versus Mamdani
Ada hal unik yang lain dari biasanya. Sebelum tiba di New York, Netanyahu menyebarkan pernyataan kerasnya terhadap walikota New York: Zohran Mamdani. Pernyataan ‘perang’ itu diunggah melalui media sosial dan marak di publik Israel dan AS.
Pernyataan ‘perang’ Netanyahu ini berkaitan dengan sikap tegas Mamdani yang akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Hal itu sesuai dengan keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu.
Namun begitu, AS menyatakan dengan tegas bahwa keputusan ICC itu tidak diakui AS. Dan hal itu di luar kewenangan Mamdani sebagai walikota.
Meski hanya sebatas perdebatan ‘wacana’, Netanyahu terbukti tidak berani berlama-lama di New York. Dia hanya berada di New York selama sekitar 9 jam saja, dan kemudian kembali lagi ke Israel. [Mh]



