ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Senin, 26 Oktober 2020 | 10 Rabiul Awwal 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Telat Bangun, Bolehkah Tahajud setelah Subuh

28 September 2020 17:06:44
Telat Bangun, Bolehkah Tahajud setelah Subuh
Telat Bangun, Bolehkah Tahajud setelah Subuh (foto: pexels)

oleh: Ustaz Farid Nu'man Hasan

ChanelMuslim.com -

Karena telat bangun padahal sudah berniat akan shalat, bolehkah kita melakukan shalat tahajud di antara waktu subuh hingga matahari terbit?

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim...

Ya, hal itu dibolehkan di waktu Dhuha, bukan setelah subuh, sebab Rasulullah ﷺ pernah melakukannya. Hal ini diceritakan oleh ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:

وَكَانَ إِذَا شَغَلَهُ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ نَوْمٌ أَوْ مَرَضٌ أَوْ وَجَعٌ صَلَّى مِنَ النَّهَارِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah ﷺ jika berhalangan shalat malam baik karena ketiduran atau sakit maka dia akan shalat di siang harinya dua belas rakaat.

(HR. An Nasa’i no. 1601. Shahih. Lihat Shahihul Jami’ no. 4788)

Imam Amir Ash Shan’ani Rahimahullah menjelaskan:

وفيه أنه يندب قضاء فائت الليل بالنهار

“Dalam hadits ini terdapat anjuran meng-qadha shalat malam yang terlewat di siang hari.” (at Tanwir, 8/450)

Hal ini hanya berlaku bagi yang tertidur atau lupa, ada pun bagi yang sengaja tidak shalat malam tentu tidak ada qadha.

Imam Asy Syaukani Rahimahullah mengatakan:

التَّفْرِقَة بَيْن أَنْ يَتْرُكَهُ لِنَوْمٍ أَوْ نِسْيَانٍ، وَبَيْنَ أَنْ يَتْرُكَهُ عَمْدًا، فَإِنْ تَرَكَهُ لِنَوْمٍ أَوْ نِسْيَانٍ قَضَاهُ إذَا اسْتَيْقَظَ، أَوْ إذَا ذَكَر فِي أَيِّ وَقْتٍ كَانَ، لَيْلًا أَوْ نَهَارًا، وَهُوَ ظَاهِرُ الْحَدِيثِ، وَاخْتَارَهُ ابْنُ حَزْمٍ، وَاسْتَدَلَّ بِعُمُومِ قَوْلِهِ: - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - «مَنْ نَامَ عَنْ صَلَاتِهِ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرَهَا» قَالَ: وَهَذَا عُمُومٌ يَدْخُلُ فِيهِ كُلُّ صَلَاةِ فَرْضٍ أَوْ نَافِلَةٍ، وَهُوَ فِي الْفَرْضِ أَمْرُ فَرْضٍ، وَفِي النَّفَل أَمْرُ نَدْبٍ. قَالَ: وَمَنْ تَعَمَّدَ تَرْكَهُ حَتَّى دَخَلَ الْفَجْرُ فَلَا يَقْدِر عَلَى قَضَائِهِ أَبَدًا

“Perbedaan antara yang meninggalkannya karena tertidur atau lupa, dengan yang meninggalkannya karena sengaja. Jika meninggalkannya karena tertidur atau lupa, maka hendaknya meng-qadha sesudah bangun tidur. Atau ketika dia teringat di waktu kapan pun baik malam atau siang. Itulah yang sesuai zahir haditsnya. Inilah yang dipilih oleh Imam Ibnu Hazm dan dia berdalil dengan keumuman perkataan Rasulullah ﷺ : “Siapa yang tertidur dari shalat malamnya atau lupa maka shalatlah di saat dia mengingatnya.” Dia berkata: hadits ini masih umum, masuk di dalamnya pada tiap shalat wajib atau sunnah. Jika terjadinya pada shalat yang wajib maka wajib, jika terjadinya pada shalat sunnah maka sunnah meng-qadhanya. Barang siapa yang sengaja meninggalkannya sampai masuk waktu subuh maka selamanya tidak boleh di-qadha.” (Nailul Authar, 3/60)

Namun sebagian ulama menilai apa yang Rasulullah ﷺ lakukan bukanlah qadha shalat malam, sebab shalat malam tidak ada yang dua belas rakaat, tetapi itu adalah sebagai “tambalan” untuk tetap mendapatkan keutamaan shalat malam.

Imam Ibnu ‘Allan Rahimahullah mengutip dari Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam Syarh Al Misykah:

جبراً لفضيلة قيام الليل لا قضاء له، إذ ليست صلاة الليل منه في العدد كذلك، والقضاء لا يزيد على عدد الأداء

“Itu adalah tambalan untuk mendapatkan keutamaan shalat malam, bukan sebagai qadha, sebab shalat malam jumlah rakaatnya tidak seperti itu, dan qadha tidaklah ada penambahan rakaat dalam penunaiannya.”

(Dalilul Falihin, 2/412)

Imam Abul ‘Abbas Ash Shawi Al Maliki Rahimahullah menegaskan:

(وَلَا يُقْضَى نَفْلٌ) خَرَجَ وَقْتُهُ (سِوَاهَا)

“Shalat sunnah yang sudah keluar dari waktunya tidaklah di-qadha kecuali shalat sunnah fajar.” (Hasyiyah ash Shawi, 1/408)

Kesimpulan:

- Dibolehkan bagi seseorang yang terlewat shalat malamnya baik karena tertidur, sakit, atau lupa, untuk melakukannya di siangnya yaitu di waktu dhuha. Itu adalah qadha atas shalat malam tersebut.

- Ada pula yang menyebut itu bukan qadha, tapi sebagai ganti atau menutupi untuk tetap mendapatkan keutamaan shalat malam. Ada yang mengatakan bahkan tidak ada qadha pada shalat sunnah yang sudah habis waktunya kecuali shalat sunnah fajar.

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
TOPIK :
telat bangun
bolehkah tahajud setelah subuh
 
BERITA LAINNYA
 
 
SYARIAH
19 June 2019 11:31:07

Hukum Menikah Tanpa Wali

 
SYARIAH
29 May 2020 22:16:49

Menunda Qadha Puasa

 
SYARIAH
28 September 2020 17:06:44

Telat Bangun, Bolehkah Tahajud setelah Subuh

 
SYARIAH
17 August 2020 19:32:57

Nazar Tidak Boleh Potong Rambut sebelum Umroh

Saksikan tren modest wear terkini dari 164 designer modest fashion Indonesia dalam ajang Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Cent
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284