ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 23 Oktober 2020 | 7 Rabiul Awwal 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Taaruf Ditemani Orangtua

15 June 2020 22:41:55
Taaruf Ditemani Orangtua
Foto: google

oleh: Ustazah Herlini Amran, M.A.

ChanelMuslim.com - Ustazah, saya ada anak akhwat. Hari Ahad kemarin mencoba taaruf dengan seorang Ikhwan dan kami temani. Terus ada rencana, untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas, mau ada pertemuan berikutnya. Saya menyarankan biar mereka bisa agak detail bertanya, misal mereka ngobrol di ruang tamu, terus dekat ruang tamu, ada ruang musholla yang kelihatan dari ruang tamu. Boleh enggak Ustazah, kami duduk di situ? Tapi suami saya tidak setuju, tetap harus ditemani. Bagaimana menurut Ustazah? Rencana saya dan ibunya ikhwan itu menemani di ruang musholla, masih kelihatan dari ruang tamu. Dengan maksud kalau ada yang ditanyakan mereka berdua, mereka tidak sungkan karena ada kami.

Jawaban:

Ta’aruf adalah proses saling mengenal antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Pengenalan tersebut bisa bersifat jasadi yaitu mengenal fisik dari masing-masing calon. Termasuk informasi tentang penyakit yang pernah diderita. Ta’aruf fikri yaitu mengenal pemikiran atau wawasan hidup, apakah memiliki pemikiran yang sejalan atau tidaknya. Taaruf ruhiyah yaitu bagaimana visi dan misi ke depan dari calon pasangan tersebut.

Tentu saja pihak ketiga harus mendampingi mereka untuk mengarahkan dan membimbing pembicaraan mereka agar informasi dapat mereka miliki secara detail. Perlu arahan diskusi dan pembicaraan seputar visi dan misi mereka dalam pernikahan. Termasuk pemahaman mereka soal hak, kewajiban, hak dan kewajiban bersama dalam rumah tangga yang akan mereka bangun kelak. Tak kalah pentingnya adalah menggali informasi tentang pola komunikasi dan hubungan mereka dengan keluarga masing-masing pihak, sebab dalam pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan tapi juga antara keluarga besar mereka.

Pada saat ta’aruf inilah mestinya sarana menggali informasi masing-masing pihak yang akan menikah didapat secara detail. Tentu saja kehadiran pihak ketiga sangat penting hadir bersama mereka, tidak hanya sebagai pengarah dan pembimbing jalannya komunikasi, namun juga tuntunan agama yang melarang berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Walaupun posisi mereka tidak jauh.

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi pandangan suami Anda sudah tepat, tidak membiarkan mereka saja dalam ta’aruf, tapi memang harus didampingi. Wallohu a’lam.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
taaruf ditemani orangtua
 
BERITA LAINNYA
 
 
 
SYARIAH
21 August 2020 16:44:01

Hukum Main Boneka bagi Orang Dewasa

 
SYARIAH
14 September 2019 22:38:04

Suami Batalkan Perceraian dan Minta Rujuk

 
SYARIAH
28 September 2020 07:15:01

Bolehkah Bayar BPJS dari Uang Zakat

Saksikan tren modest wear terkini dari 164 designer modest fashion Indonesia dalam ajang Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Cent
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284