ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 17 November 2019 | 20 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Menyoal Panggilan Haji

29 July 2018 11:06:41
Menyoal Panggilan Haji, haji, alquran, sunnah, hukum panggilan haji
Foto: worldaware

Oleh: Ustaz Farid Nu'man Hasan

ChanelMuslim.com-Panggilan haji, sudah berlangsung berabad-abad di banyak negeri muslim. Mereka tidak ada yang mengingkari satu sama lain.

Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu:

ما رأى المسلمون حسنا فعند الله حسن

Apa yang dilihat baik oleh kaum muslimin, maka di sisi Allah juga baik. (HR. Al Hakim, shahih mauquf dari Ibnu Mas'ud)

Maka, penggelaran dan panggilan Haji bagi mereka yang aman hatinya, tidak bermaksud riya', boleh saja, tidak ada ayat Alquran dan As Sunnah melarangnya. Dan Hujjah itu adalah Alquran dan As Sunnah. Ada pun yang terlarang adalah bagi mereka yang memang bermaksud riya' atas panggilan itu.

Kita simak penjelasan Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah:

فتلقيب الإنسان بما يحب مستحب شرعاً، أما بما يكره فمعصية، قال النووي رحمه الله تعالى في المجموع: اتفق العلماء على تحريم تلقيب الإنسان بما يكره سواء كان صفة له أو لأبيه أو لأمه، واتفقوا على جواز ذكره بذلك على جهة التعريف لمن لا يعرفه إلا بذلك، واتفقوا على استحباب اللقب الذي يحبه صاحبه، فمن ذلك أبو بكر الصديق اسمه عبد الله بن عثمان ولقبه عتيق، ومن ذلك أبو تراب لقب لعلي بن أبي طالب. انتهى.

ومن هذا يتبين جواز تلقيب من حج بالحاج إذا لم يخش منه عجب أو رياء.

Pemberian panggilan gelar kepada manusia dengan apa yang disukainya adalah MUSTAHAB (Sunnah) menurut syariat, ada pun gelar dengan yang dibencinya adalah Maksiat.

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan dalam Al Majmuu':

"Mereka (para ulama) sepakat bahwa haramnya menggelari manusia dengan apa yang dibencinya, sama saja apakah sifat itu ada pada dirinya, ayahnya, atau ibunya."

Mereka juga sepakat BOLEH-nya menggelari dengan tujuan agar dikenali dirinya dengan itu.

Mereka juga sepakat istihbab (sunah) menggelari dengan gelar yang disukai oleh pemiliknya. Misalnya: Abu Bakar As Shiddiq, nama aslinya Abdullah bin Utsman, digelari 'atiiq. Begitu pula Ali bin Abi Thalib, digelari Abu Thurab.

Dari sini, jelaslah kebolehan gelar haji bagi jamaah haji, selama aman dari 'ujub dan riya'. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah)

Maka, pada prinsipnya tidak masalah. Terpenting adalah bagaimana menjaga perilakunya setelah menyandang gelar haji, jangan sampai gelar atau panggilan itu hanyalah panggilan kosong tanpa makna.

Wallahu a'lam

[ind/alfahmu]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
TOPIK :
menyoal panggilan haji
haji
alquran
sunnah
hukum panggilan haji
 
BERITA LAINNYA
 
 
SYARIAH
30 October 2018 21:43:20

Hukum Berinvestasi dalam Peternakan Babi

 
SYARIAH
29 November 2018 05:20:33

Hukum KB dengan Alat Kontrasepsi

 
SYARIAH
02 March 2018 20:26:33

KB dengan Cara Azl

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284