ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Senin, 28 September 2020 | 11 Safar 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Hukum Cash on Delivery dalam Bisnis Online

14 August 2020 13:05:44
Hukum Cash on Delivery dalam Bisnis Online
Foto: pexels

oleh: Ustaz Dr. Oni Sahroni, M.A.

ChanelMuslim.com - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaimana hukum jual beli barang secara online yang pembayarannya baru dilakukan saat barangnya sampai kepada pembeli (COD)? Karena saya pernah membaca salah satu tulisan yang mengatakan bahwa hal tersebut hukumnya haram. (Harits, Depok)

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama, hal tersebut diperkenankan. Berarti barang dan pembayarannya tidak tunai, di mana barangnya akan dikirim dan uangnya akan diserahkan pada saat barangnya sampai. Hal ini merujuk pada pandangan sebagian ulama bahwa jual beli tersebut diperkenankan selama bisa diserahterimakan.

Jadi alat pembayaran itu boleh dilakukan cash ataupun tidak cash merujuk pada kesepakatan. Jika yang disepakati adalah barang diserahterimakan tidak tunai atau tunai, sedangkan alat pembayaran cash on delivery, maka itu diperkenankan dalam Islam merujuk kepada komitmen atas kesepakatan tersebut sebagaimana hadits Rasulullah saw:

الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلَّا شَرْطًا حَرَّمَ حَلَالَا أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

"Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." (HR. Tirmidzi)

Dan sebagaimana juga bentuk-bentuk transaksi lain yang alat pembayarannya diserahterimakan secara tunai seperti jual beli salam dan istishna', di mana keduanya itu transaksi yang halal dan diperkenankan sebagaimana hadits Rasulullah Saw:

مَنْ أَسْلَفَ فِي شَيْءٍ فَفِيْ كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ.

"Barang siapa melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas, untuk jangka waktu yang diketahui" (HR. Bukhari, Shahih al-Bukhari [Beirut: Dar al-Fikr, 1955], jilid 2, h. 36)

Kedua, yang tidak diperkenankan adalah; (a) jual beli cash on delivery, tetapi alat pembayarannya tidak dijelaskan menggunakan mata uang apa dan berapa nominalnya. Karena itu berarti tidak pasti dan membuka konflik. (b) Jual beli barang yang alat pembayarannya cash on delivery, tetapi barangnya tidak bisa diserahterimakan. Seperti menjual sesuatu dari luar negeri yang sudah diketahui pasti bahwa barang tersebut tidak lolos bea cukai atau tidak lolos perizinan otoritas terkait.

Jadi kesimpulannya menjual barang tidak tunai, tapi bisa diserahterimakan itu diperkenankan.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
hukum cash on delivery dalam bisnis online
 
BERITA LAINNYA
 
 
SYARIAH
29 April 2020 23:07:22

Doa Berbuka Puasa Menurut Fiqh Empat Madzhab

 
SYARIAH
08 May 2020 01:06:13

Membayar Fidyah tanpa Melalui Lembaga Amil

 
SYARIAH
18 August 2020 09:32:27

Hukum Sesama Besan Menikah

 
SYARIAH
10 August 2020 17:12:33

Sikap Isteri terhadap Suami yang Suka Memfitnah

Senandung Akbar
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
Pelatihan Menulis Oase Chanel Muslim
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284