ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 25 September 2020 | 8 Safar 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SUAMI ISTRI

7 Alasan Mengapa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Sangat Spesial

19 July 2020 10:13:53
tujuh,alasan,mengapa,sepuluh,hari,pertama,bulan,dzulhijah,sangat,spesial
aboutislam.net

ChanelMuslim.com – Hari ini, banyak pesan yang diposting di media sosial tentang pentingnya 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para ulama mengarahkan kita untuk meningkatkan amal ibadah kita di hari-hari ini.

Kita mungkin bertanya-tanya mengapa 10 hari ini harus menjadi perhatian. Bagaimanapun, ini bukan hari-hari Ramadhan.

Tahukah Anda? 10 hari ini sebanding dengan, atau bahkan lebih baik daripada Ramadhan. Ini mungkin tidak diketahui banyak orang.

Para ulama biasa membandingkan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan 10 hari terakhir Ramadhan; mereka mencoba menentukan mana dari dua periode ini yang lebih baik berdasarkan teks-teks Quran dan Hadits.

Beberapa cendekiawan percaya bahwa sementara waktu malam selama bulan Ramadhan lebih baik daripada malam hari dzulhijjah, siang hari dari hari-hari Dzulhijah lebih baik daripada siang hari Ramadhan.

Berikut adalah 5 alasan mengapa 10 hari pertama Dzulhijjah ini begitu istimewa:

1) Hari Terbaik Yang Pernah Ada

Hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dari Jabir radhiyallaahu ‘anhuma

 “Sesungguhnya yang dimaksud dengan 10 itu adalah 10 bulan Al Adh-ha (bulan Dzulhijjah –pen), dan yang dimaksud dengan “ganjil” adalah hari Arafah, dan yang dimaksud dengan “genap” adalah hari raya Idul Adh-ha. (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, hadits ini dinilai shahih oleh Al-Haakim dan penilaiannya disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Dalam hadits lain, Nabi juga mengatakan:

"Tidak ada hari yang lebih baik untuk Allah daripada 10 hari pertama Dzulhijah" (Disahkan oleh Al-Albani)

2) Waktu Terbaik untuk Amal Ibadah

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah –pen).” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah ?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid –pen).” (HR. Al Bukhari)

3) Allah Bersumpah Demi 10 Hari ini di dalam Quran

Di dalam bulan Dzulhijjah ada hari-hari yang dipilih oleh Allah sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Allah berfirman:

 “Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (Qs. Al Fajr: 1-2)

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan 10 malam yang dimaksud oleh Allah dalam ayat tersebut. Penafsiran para ulama ahli tafsir mengerucut kepada 3 pendapat:

Yang pertama: 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Yang kedua: 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Yang ketiga: 10 hari pertama bulan Al Muharram.

Yang rajih (kuat) adalah pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan atas 2 hal sebagai berikut:

Hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dari Jabir radhiyallaahu ‘anhuma

“Sesungguhnya yang dimaksud dengan 10 itu adalah 10 bulan Al Adh-ha (bulan Dzulhijjah –pen), dan yang dimaksud dengan “ganjil” adalah hari Arafah, dan yang dimaksud dengan “genap” adalah hari raya Idul Adh-ha. (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, hadits ini dinilai shahih oleh Al-Haakim dan penilaiannya disepakati oleh Adz-Dzahabi)

4) Islam disempurnakan oleh Allah pada bulan Dzulhijjah

Allah berfirman:

 “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.”  (Qs. Al Maidah: 3)

Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Dzulhijjah saat haji wada’di hari Arafah. Hal ini berdasarkan atsar dari Umar bin Al Khaththaab radhiyallaahi ‘anhu, bahwasanya seorang ulama Yahudi berkata kepada Umar, “Wahai Amiirul Mu’miniin, tahukah engkau satu ayat dalam kitab suci kalian yang kalian baca, yang jika seandainya ayat itu turun kepada kami maka kami akan jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.” Umar berkata, “Ayat apakah itu?” Yahudi itu membacakan ayat tersebut, “Al yauma akmaltu lakum….” Umar pun berkata, “Sungguh kami telah mengetahui di mana dan kapan ayat itu turun. Ayat itu turun pada saat Nabi sedang berada di padang Arafah di hari Jum’at.” (HR. Al Bukhari)

5) Puasa Arafah adalah Kekhususan Umat Islam

Di dalam bulan Dzulhijjah ada sebuah hari yang sangat agung, yaitu hari Arafah. Pada hari tersebut disunnahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan haji untuk melakukan puasa. Puasa Arafah dapat menggugurkan dosa-dosa selama dua tahun. Pahala puasa Arafah (9 Dzulhijjah) lebih afdhal daripada pahala puasa Asyura (10 Al Muharram).

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)

Puasa Arafah termasuk keistimewaan ummat Islam, berbeda halnya dengan puasa Asyura. Oleh karena berkahnya Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Allah melipatgandakan penghapusan dosa dalam puasa Arafah dua kali lipat lebih besar daripada puasa Asyura. Walillaahil hamd.

6) Darah-darah hewan kurban ditumpahkan terbanyak di bulan Dzulhijjah

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu (menyembelih hewan sebagai hadiah untuk fuqara’ Makkah -pen).” (HR. Abu Ya’la, An Nasaa’i, Al Haakim, dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albaani menilai hadits ini hasan)

Bulan Dzulhijjah selain sebagai bulan haji juga disebut sebagai bulan kurban, karena banyaknya hewan kurban yang disembelih pada bulan tersebut.

7) Dzulhijjah adalah bulan muktamar umat Islam tingkat dunia

Di hari Arafah, umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan haji berkumpul di padang Arafah, demi melakukan prosesi puncak pelaksanaan manasik haji, yaitu wukuf di Arafah.

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Haji itu (wukuf –pen) di Arafah.” (HR. Al Jama’ah)

Jadi, inilah kesempatan lain untuk lebih dekat dengan Allah dan mengisi ulang kerohanian kita. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Tidak ada yang dijamin untuk hidup sampai Ramadhan atau Dzulhijjah berikutnya. [My]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
tujuh
alasan
mengapa
sepuluh
hari
pertama
bulan
dzulhijah
sangat
spesial
 
BERITA LAINNYA
 
 
SUAMI ISTRI
26 August 2018 10:12:59

Kisah Hazim yang Menikahi Gurunya

 
SUAMI ISTRI
09 July 2019 19:16:18

15 Cara untuk Bahagia

 
SUAMI ISTRI
14 November 2019 07:51:24

Istri Hilang

 
SUAMI ISTRI
29 June 2020 11:20:45

#bekaluntuksuami, Cinta atau Korban Patriarki

Senandung Akbar
 
 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
Pelatihan Menulis Oase Chanel Muslim
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284