ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Kamis, 16 Juli 2020 | 26 Zulqaidah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SUAMI ISTRI

Moentji, Manusia Bermulut Ketjil (Bagian 3)

25 September 2018 08:35:46
#sejarah #perempuan #indonesia
Pemprov DKI Jakarta

ChanelMuslim.com - Selain perbudakan dan pergundikan, pelacuran dalam lingkungan tentara kolonial Belanda, merupakan bagian dari realitas yang tidak dapat terpisahkan. Di mana ada barak-barak tentara atau pegawai Hindia Belanda pasti di situ terdapat rumah-rumah bordil atau barak penyedia pelacur. Menurut Terrence Hull, pelacuran menjadi melembaga dan juga menjadi komoditas ketika penjajah Belanda datang ke Nusantara. Seks menjadi sebuah industri yang dibutuhkan dan menjadi lebih terorganisir.

Selama pembangunan jalan-jalan kereta api yang menghubungkan kota-kota di Jawa, seperti Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Cilacap, Yogyakarta, dan Surabaya tahun 1884, dunia pelacuran telah menjadi bagian penting penyedia jasa layanan seksual bagi para pekerja jalan kereta api. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika tempat pelacuran di beberapa kota tersebut terletak dekat stasiun kereta api. Beberapa tempat pelacuran yang dekat dengan stasiun kereta api dan punya keterkaitan sejarah dengan Hindia Belanda, misalnya: di Yogyakarta (Sarkem, Mbalokan, dan Sosrowijan), di Surabaya ada pelacuran di seputar Stasiun Semut.

Selain berkaitan dengan proyek pembangunan jalan kereta api, pelacuran zaman Hindia Belanda juga banyak terdapat di kota-kota pelabuhan dan dekat dengan pelabuhan. Setiap daerah pelabuhan besar zaman Hindia Belanda, seperti Batavia (Tanjung Priok), Surabaya (Tanjung Perak), dan beberapa lainnya selalu ada tempat pelacuran, untuk melayani para pekerja di kapal-kapal milik orang Cina ataupun Belanda.

Kebanyakan pelacur itu adalah perempuan Jawa. Ada juga perempuan yang didatangkan dari luar Jawa, seperti dari Minahasa, Ambon, Bali dan Makasar. Selain itu, ada juga perempuan yang didatangkan dari Jepang untuk dijadikan gundik dan juga dipekerjakan di rumah-rumah bordil milik Hindia Belanda.  Pelacur dari Jepang atau dari Cina itu biasanya diperuntukkan bagi para pegawai tinggi dalam pemerintahan Belanda. Sehingga sebenarnya, ada sistem kelas dalam pelacuran di Hindia Belanda.

Beberapa tempat pelacuran yang kini masih ada di kota-kota tersebut di atas menempati area-area dan situs-situs pelacuran Hindia Belanda. Bahkan beberapa lokalisasi pelacuran bersejarah kolonial hingga kini menjadi begitu terkenal. Beberapa di antaranya, yakni kompleks pelacuran Dolly, Jarak, Bangun Rejo, Bangun Sari, Kremil, dan lainnya menjadikan Surabaya pernah tercatat sebagai kota dengan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara. Dan lebih mengagetkan kini lokalisasi itu sudah menjadi salah satu tujuan wisata, domestik maupun luar negeri. (Habis)

*Sumber: Manusia “Bermulut Ketjil” (Kajian Poskolonial tentang Perempuan Indonesia Masa Penjajahan Belanda), Alfons No Embu

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
sejarah
perempuan
indonesia
 
BERITA LAINNYA
 
 
ADVERTORIAL
16 July 2020 06:00:00

Kini Qurban Bisa Melalui ChanelMuslim.com

 
SUAMI ISTRI
27 August 2018 11:56:24

5 Artis yang Bertemu Jodohnya Lewat Proses Ta'aruf

 
SUAMI ISTRI
31 January 2020 21:01:03

Beda Komunikasi Pria Wanita: Yang Waras Ngalah!

 
SUAMI ISTRI
17 October 2018 19:48:46

Istri Qanaah dan Harta yang Berkah

global qurban, chanelmuslim global qurban
 
 
 
TERBARU
 
sekolah qurban, qurban 2020
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga