ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16 Safar 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
PARENTING

Bagaimana Menjadi Ayah bagi Anak Laki-Laki Anda

08 April 2019 08:10:56
ayah,anak,lelaki
pexels.com

ChanelMuslim.com – Anak laki-laki perlu belajar menjadi laki-laki dari ayahnya. Kelak mereka akan menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Mereka belajar menjadi pemimpin yang adil dan bijak dalam segala hal. Mereka harus punya teladan yang mengajarkan kepada mereka bagaimana menyelesaikan setiap persoalan dalam hidup. Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi ayah yang baik bagi putra Anda:

1. Anak laki-laki tidak mengerjakan pekerjaan rumah

Masyarakat tradisional membagi pekerjaan berdasarkan gender feminin dan maskulin. Laki-laki dilarang ke dapur dan anak perempuan tidak perlu belajar tinggi-tinggi. Namun nampaknya anggapan seperti itu tidak lagi berlaku dalam masyarakat sekarang. Baik laki-laki maupun perempuan harus mumpuni dalam beragam keterampilan, apalagi keterampilan hidup seperti memasak, mencuci, dan merapikan rumah. Karena bahkan pekerjaan rumah tangga yang dianggap remeh itu jika ditekuni bisa menjadi sebuah profesi yang menjanjikan.

Selain itu melakukan pekerjaan rumah tangga akan melatih motorik anak, ketika mereka beranjak besar akan melatih mereka untuk memanajemen waktu dan membangun rasa empati dalam diri mereka. Jadi jangan larang anak laki-laki Anda untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

2. Bicara dengan mereka

Entah kenapa, banyak ayah yang mempunyai kesulitan membangunt hubungannya dengan anak laki-laki mereka. Ayah hampir tidak pernah mengekspresikan dirinya di hadapan anak-anak. Anak laki-laki pun akhirnya hampir tidak pernah didorong untuk mengungkapkan perasaannya. Ini menyebabkan mereka mengubur perasaan mereka dan menciptakan kepribadian introvert yang terlihat tangguh dari luar dan merasa tidak nyaman mengekspresikan emosi.

Kehadiran sosok yang lebih tua dan kuat dalam kehidupan mereka dapat membantu mereka menemukan kedewasaan dalam cara mereka berpikir. Mampumembantu anak-anak menilai kekuatan dan kelemahannya sendiri yang nantinya membantu mereka untuk menangani penyelesaian masalah secara konstruktif.

3. Kesalahan adalah bagian dari pembelajaran

Laki-laki tidak boleh melakukan kesalahan sepertinya menjadi sebuah stigma bagi kepemimpinan laki-laki. Hal ini membuat laki-laki bersikap hati-hati dalam setiap pengambilan keputusan. Namun yang sebaiknya diingat, orang yang terlalu berhati-hati hampir tidak pernah melakukan hal-hal yang spektakuler dalam hidupnya.

Kita harus melihat kesalahan sebagai sebuah pembelajaran. Tidak ada bayi yang langsung bisa berjalan. Semua membutuhkan proses. Kesalahan hanyalah sebuah proses menuju kesempurnaan, karena orang yang cerdas akan banyak belajar dari kesalahan-kesalahannya. Bersikap berhati-hati itu perlu untuk bisa mengkalkulasi sebuah kegagalan. Berhati-hati bukan berarti takut melakukan kesalahan dan akhirnya tidak bergerak maju sama sekali. Hal-hal seperti inilah yang sebaiknya ditanamkan ke dalam benak dan kebiasaan anak-anak.

4. Menghormati perempuan

Sikap dan perlakuan Anda terhadap perempuan sangat menentukan cara pandang putra Anda. Putra Anda akan mempunyai pakem-pakem sendiri mengenai perlakuan mereka kepada perempuan. Yang harus ditanamkan adalah perkataan Rasulullah tentang sebaik-baiknya lelaki adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya (perempuan).

Kebanyakan orangtua menghindari pembicaraan tentang seksualitas kepada anak-anak mereka. Padahal anak harus belajar tentang siapa mereka dan bagaimana bersikap dengan lawan jenis. Berbicara tentang topik seksualitas tidak melulu berbicaara tentang seks tapi lebih jauh tentang identitas mereka, sebagai laki-laki atau perempuan. Topik seksualitas akan menguatkan pribadi mereka sesuai dengan gendernya. Anak laki-laki akan mengerti mengapa Alla menciptakan mereka sebagai pemimpin perempuan.

 5. Pengetahuan praktis

Banyak hal yang berkaitan dengan keterampilan praktis yang bisa diajarkan kepada anak laki-laki. Selain pekerjaan rumah tangga, mereka perlu untuk belajar tentang manajemen keuangan termasuk tentang membayar tagihan-tagihan seperti listril, gas, PAM atau tentang menghitung zakat. Ayah bahkan bisa mengajak putranya untuk melakukan hobinya bersama-sama seperti otomotif, mendaki, berkuda dan lainnya. [Maya]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
ayah
anak
lelaki
 
BERITA LAINNYA
 
 
 
PARENTING
26 May 2018 20:00:17

Matang di Usia Akil Balig

 
PARENTING
04 December 2018 19:40:17

Kenapa Anak-anak Dilibatkan pada Reuni Aksi 212?

 
PARENTING
27 March 2018 06:00:01

Awas, Rokok Mengancam Masa Depan Anak!

 
PARENTING
08 July 2019 21:46:01

10 Penyebab Anak Tidak bisa Duduk Diam

The Power Of Love 2 Hayya
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284