ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 19 November 2019 | 22 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
PARENTING

Apakah Benar Umar Bin Khaththab Mengubur Anak Perempuannya?

15 October 2019 11:00:23
umar,binkhaththab,cinta,anak,perempuan
pexels.com

ChanelMuslim.com – Sering diceritakan bahwa khalifah ke-2 setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radiallahu ‘anhu, Umar Bin Khaththab pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya saat beliau masih Jahiliyah. Kisah ini diceritakan dengan narasi yang begitu emosional bahwa Umar menangisi prilaku jahiliyahnya itu. Sampai-sampai dari kedua matanya berbekas tanda airmatanya yang terus menerus mengalir karena begitu menyesalnya.

Syaikh Utsman Al Khamis dalam ceramahnya mengatakan, “Riwayat yang menyampaikan kisah Umar mengubur seorang bayi perempuannya hidup-hidup itu dari Jabir Al Ju’fi. Ia adalah seorang Syi’ah Rafidhah dan pendusta. Riwayatnya tidak diterima karena kebid’ahannya sebagai Rafidhah, dan karena cacat dalam ucapannya sebagai pendusta.”

Hafshah, anak Umar yang paling besar. Hafshah dilahirkan lima tahun sebelum masa kenabian dan merupakan putrinya yang tertua.

Mengapa Hafshah, anak tertua Umar, dibiarkan hidup jika Umar dikatakan benci kepada anak perempuan?

Dalam kitab-kitab Biografi Sahabat yang ditulis ulama (Ahlus Sunnah Waljamaah) tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa Umar pernah membunuh bayi perempuannya.

Berikut DR. Shalih Al Ushaimy (Dosen jurusan Aqidah di Arab Saudi) mengatakan tentang riwayat dan tuduhan bahwa Umar bin Khatab radhiallahu anhu membunuh dan mengubur hidup-hidup bayi perempuannya di masa jahiliyah:

 “Setelah riset dalam kitab-kitab hadits dan takhrij, saya tidak menemukan rujukan, kecuali dalam kitab-kitab Rafidhah (Syi’ah). Sehingga, nihilnya narasumber yang berasal dari kitab-kitab Sunnah, hadits, atsar, serta buku-buku sejarah itu merupakan sebuah bukti absah terhadap kebohongan kabar tersebut. Cerita-cerita yang berisikan pembunuhan karakter terhadap sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam banyak sekali, padahal para sahabat berlepas diri tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Itu sebabnya, mengapa seseorang harus meneliti kembali dan memiliki kepekaan darimana ia mengambil sumber pengetahuan/ilmu.”

Diantara bukti keraguan dan kebathilannya adalah sebagai berikut:

1. Riwayat tersebut tidak ada sama sekali didalam kitab-kitab hadits Ahlus Sunnah wal Jama’ah, baik itu kitab hadits shahih, Hadits dla’if, Bahkan di dalam kitab tarikh (sejarah Islam) yang ditulis para ulama Ahlus Sunnah pun tidak ada dan tidak pernah disebutkan.

2. Riwayat ini sangat sering dan banyak disebutkan serta disebar luaskan oleh kaum Syi’ah dan Rafidlah yg sangat tidak menyukai kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, dan para shahabat Rasulullah SAW yg lainnya.

3. Mengubur hidup-hidup anak perempuan, adalah bukan tradisi dan kebiasaan keluarga Umar bin Khattab Radliyallahu ‘anhu dan kabilahnya dari Bani Adiy di masa Jahiliyah. Sebagai buktinya, Umar bin Khattab Radliyallahu ‘anhu menikah dengan seorang wanita yang bernama Zainab binti Mazh’un (saudari Utsman bin Mazh’un R.A) dan melahirkan beberapa anak, diantaranya: Hafshah, Abdurrahman dan Abdullah bin Umar.

Hafshah adalah anak perempuan Umar Bin Khaththab R.A yang paling besar. Ia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rosul. Demikian pula Umar Bin Khattab R.A memiliki saudari kandung yang bernama Fathimah binti Al-Khattab, ”Pertanyaannya”, kalau sekiranya mengubur hidup-hidup anak perempuan adalah suatu tradisi dan kebiasaan keluarga Umar bin Khattab dan Bani Adiy, maka kenapa Hafshah binti Umar bin Al-Khattab dan Fathimah binti Al-Khattab dibiarkan masih hidup hingga dewasa?

Hafshah binti Umar bin Al-Khattab bahkan menjadi salah satu istri Nabi Muhammad SAW, Padahal Hafshah adalah anak perempuan Umar bin Khattab yg paling besar. “Jika memang kisah itu benar”, Pertanyaannya adalah, Kenapa yg dikubur hidup-hidupnya anak perempuannya yg paling kecil? Yang dilahirkan setelah Hafshah. Dan kenapa kejadian ini tidak pernah diceritakan oleh anak-anak Umar bin Khattab dan keluarganya setelah mereka memeluk agama Islam? 

Kisah tentang Umar bin Khaththab yang mengubur hidup-hidup anak perempuannya adalah upaya pembunuhan karakter kepada sahabat Rasulullah yang mulia itu. Pada kenyataannya, Umar bin Khaththab sangat mencintai putrinya hingga beliau dipanggil sebagai Abu Hafsah. [Maya/Sumber: Portal Islam]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
TOPIK :
umar
binkhaththab
cinta
anak
perempuan
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
07 October 2019 08:15:01

Tantangan Menjadi Orangtua Abad 21

 
PARENTING
23 October 2018 10:52:27

Apa itu LGBT?

 
PARENTING
08 May 2018 15:21:36

Perilaku Agresif pada Anak

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284