ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Sabtu, 14 Desember 2019 | 17 Rabiul Akhir 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
 
Jasa Aqiqah Murah, Budget Aqiqah, Kambing Aqiqah Murah, Aqiqah Tangerang
 
KONSULTASI

Mengkopi Video dari CD Aslinya, Bagaimana hukumnya?

14 October 2017 22:02:26
Bajakan,  konsultasi syariah,  cd bajakan,  flashdisk islami
Foto: bukalapak

Oleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan

ChanelMuslim.com-Salam... Mau nanya... Ada orang yang menjual flashdisk dan flashdisknya diisi dengan video-video anak islami... Nah di salah satu video ada tulisan dilarang meng-copy/memperbanyak tanpa seizin pihak yang memproduksi.. Yang jadi pertanyaan:

1. Bagaimana hukumnya jual beli barang seperti itu?

2. Apakah itu sama dengan mencuri?

3. Apakah ini termasuk salah satu kegiatan yang tidak mendukung atau memajukan perekonomian umat (dengan cara meng-copy/memperbanyak). Terima kasih.. Wassalam..

Abah Zuddin, Banjarmasin

Jawaban:

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wab Ba’d:

Baca Juga :
»
»
»

Meng-copy buku, video, dan produk-produk lain, tidak lepas dari dua keadaan yaitu:

1. Digunakan untuk diri sendiri, tidak dijualbelikan. Seperti mahasiswa yang meng-copy satu bab atau bahkan satu buku untuk dipakai keperluan pribadi kuliahnya, apalagi jika buku tersebut sulit didapatkan. Atau sebuah video, di copy ke kaset kosong, atau CD, flashdisk, baik sebagian atau keseluruhannya, hanya untuk kepentingan pribadi dan tidak ada niat mengambil untung.

2. Digunakan untuk diperjualbelikan sehingga si pelaku mendapatkan untung, inilah pembajakan. Maka, jelas ada pihak yang dirugikan yaitu perusahaan yang memproduksi secara original. Manusia membeli dari yang copy-an, yang asli menjadi tidak laku. Inilah yang nampak dari pertanyaan di atas.

Dua keadaan ini dihukumi berbeda oleh para ulama, ada ulama yang melarang secara mutlak apa pun tujuannya, baik untuk pribadi saja, atau tujuan diperjualbelikan, kecuali sudah ada izin dari perusahaan yang menerbitkannya.

Berikut ini fatwa Al Lajnah Daimah (semacam lembaga fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia:

Saya bekerja di bidang komputer. Sejak saya mulai bekerja di bidang ini, saya biasa mengkopi untuk bisa dijalankan. Hal itu saya lakukan tanpa membeli CD program yang asli. Perlu diketahui, pada CD tersebut ada peringatan yang menyebutkan: “Hak cipta dilindungi”, serupa dengan “All rights reserved (semua hak cipta dilindungi)”, yang biasa ada pada buku-buku. Pemilik program ini bisa seorang muslim dan bisa juga seorang kafir. Pertanyaan saya, apakah boleh mengkopi dengan cara seperti ini atau tidak?

Jawaban:

Tidak boleh mengkopi program yang pemegang hak ciptanya melarang, kecuali dengan seizin mereka. Hal itu didasarkan pada sabda Nabi saw

“Kaum Muslimin terikat pada persyaratan di antara mereka.” (HR. Bukhari)

Sabda beliau yang lain:

“Tidak dihalalkan harta seseorang kecuali yang didapatkan dengan kerelaaannya.” (HR. Bukhari)

Juga sabda beliau:

“Barang siapa yang lebih dulu mendapatkan suatu hal yang mubah, maka dialah yang paling berhak terhadap hal itu.” (HR. Bukhari)

Sama saja apakah pemegang hak cipta program itu seorang muslim maupun kafir yang “bukan harbi” (kafir harbi adalah kafir yang boleh diperangi, pen), karena hak orang kafir yang bukan harbi harus juga dihormati, sebagaimana halnya dengan hak seorang muslim.

Wabillahit taufiiq. Semoga Allah jalla jallalahu senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad saw , keluarga dan para Shahabatnya -semoga Allah meridhai mereka semua. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Ifta, fatwa No. 18453)

Fatwa di atas ditandatangani oleh ketuanya saat itu, yakni Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, dan para anggota seperti Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Shalih Al Fauzan, Syaikh Abdul ‘Aziz Alu Asy Syaikh.

Pendapat kedua mengatakan bahwa, jika pengkopian itu untuk pribadi, dan tidak mencari keuntungan, maka tidak apa-apa alias boleh. Sedangkan yang jenis kedua, yakni pengkopian untuk mencari keuntungan dengan diperjualbelikan maka ini jelas terlarang. Dan, kegiatan ini sama dengan pencurian karena mengambil karya orang tanpa izin dan dimanfaatkan untuk mencari untung, serta ini merupakan kezaliman kepada orang lain, dan ini juga mematikan ekonomi umat, sehingga umat menjadi malas berkarya sebab karya-karya mereka tidak laku lantaran dibajak dan lalu bajakan itu dijual murah sehingga produsen muslim pun dapat bangkrut karenanya.

Berikut ini fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah:

Penanya : Apakah boleh mengkopi program komputer padahal perusahaan dan sistem yang ada tidak memperbolehkannya? Apakah hal itu termasuk monopoli? Mereka menjualnya dengan harga yang mahal, tapi jika dikopi maka harganya jadi lebih murah?

Syaikh : Itu program Alquran?

Penanya : Program komputer secara umum.

Syaikh : Apakah itu program Alquran?

Penanya : Program Alquran, hadits, dan banyak program lainnya.

Syaikh : Yang dikopi isinya?

Penanya : Ya, apa-apa yang ada dalam CD-nya.

Syaikh : Apabila negara melarangnya, maka tidak boleh mengkopinya, karena Allah telah memerintahkan kita untuk mentaati pemimpin, kecuali dalam hal maksiat kepada Allah. Dan pelarangan pengkopian ini bukan termasuk perbuatan maksiat kepada Allah.

Adapun dari sisi perusahaan, maka aku berpendapat bahwa jika seseorang mengkopi hanya untuk dirinya sendiri, maka itu tidak mengapa. Namun jika dia mengkopinya untuk dijualbelikan, maka itu tidak boleh, karena itu akan merugikan pihak lain. Perbuatan itu mirip dengan penjualan terhadap barang dagangan seorang muslim. Karena, jika mereka menjual dengan harga seratus, lalu kamu mengkopinya dan menjualnya dengan harga limapuluh, maka ini namanya menjual terhadap penjualan saudaramu.

Tanya : Dan apakah diperbolehkan saya membelinya kopian dengan harga limapuluh dari pemilik toko ?

Syaikh : Tidak boleh, kecuali jika kamu tahu bahwa si penjual sudah ada izin. Namun jika dia tidak punya bukti izin tersebut, maka ini termasuk ajakan untuk berbuat dosa dan permusuhan.

Penanya : Apabila dia tidak mempunyai izin – Jazakallahu khairan ?

Syaikh : Seandainya engkau tidak mengetahuinya (ada izin atau tidak), kadang seseorang memang tidak tahu, dan dia lewat di sebuah toko, lalu dia membeli sedangkan dia tidak tahu, maka tidak apa-apa atas dirinya. Dan, orang yang tidak tahu tidak ada dosa baginya”. (Liqa Al Bab Al Maftuh No. 178)

Demikian. Wallahu A’lam

(ind)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
bajakan
konsultasi syariah
cd bajakan
flashdisk islami
 
BERITA LAINNYA
 
 
KONSULTASI
29 December 2017 08:56:38

Istri Keras Kepala

 
KONSULTASI
13 April 2019 22:17:50

Menanggapi Teman Laki-laki yang Suka Menelepon Lama

 
KONSULTASI
22 October 2019 16:03:23

Keutamaan Sayyidul Istigfar

 
KONSULTASI
21 March 2019 15:54:27

Hati-Hati Sebar Video Korban Pembantaian

iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Manajemen Masjid Berbasis Ekonomi Kreatif 4.0
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284