ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Kamis, 04 Juni 2020 | 13 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
KOLOM

Dokter yang Dahulu Provaksin Hardcore ini Kini Berubah, Suratnya untuk Ulama Membuat Trenyuh

14 December 2017 14:38:18
Imunisasi, vaksinasi, difteri, dr. Henny Thalib, Provaksin Hardcore, antivaksin, Asrorun Niam, Ustadz Erwandi
Imunisasi difteri serentak di Tangerang (foto: bbsnews)

ChanelMuslim.com - dr. Henny Thalib adalah seorang dokter yang juga ibu. Dahulu, ia adalah penggiat vaksinasi bahkan sering menjadi trainer imunisasi di berbagai daerah. Namun, setelah anaknya terkena cedera vaksin Hepatitis B, pandangannya terhadap vaksinasi berubah total. Ini adalah surat terbukanya yang ditujukan kepada ulama yang mendukung vaksinasi.

Kepada Yth.

Para Ulama di negeri ini, terutama Ustadz Asrorun Niam dan Ustadz Erwandi

Assalamu'alaykum wr wb.

Perkenalkan saya, dr. Henny Thalib. Saya bukan antivaksin, melainkan prochoice, maksudnya pro terhadap kebebasan memilih jalan menuju sehat.

Surat ini mewakili para orangtua yang anaknya menjadi korban vaksin namun dibungkam untuk bersuara.

Anyway, saya menghormati sekali pendapat Ustadz terkait vaksin. Tetapi, bolehkan kita berbeda pendapat?

Saya hanya seorang ibu yang kebetulan berpendidikan dokter umum dimana dulu seorang provaks hardcore, sekaligus trainer nasional untuk imunisasi.

Silakan ke rumah melihat sendiri sertifikat terkait. Tetapi sejak anak saya mengalami cederavaksin hepatitis B, sikap saya berubah.

Dan alhamdulillah tiada henti-hentinya bersyukur bahwa buah hati saya kembali hidup tanpa meninggalkan bekas kerusakan. In syaAllah.

Penolakan vaksinasi bukanlah soal pro atau anti terhadap satu hal, tetapi soal pro terhadap kehidupan. Labelisasi pro dan anti hanya membelokkan isu nyata akan pro kehidupan.

Oleh karena itu, kami tak mau disebut sebagai antivaksin. Kalau vaksinasi yang digunakan saat ini memang meningkatkan derajat kesehatan, seharusnya tidak ada korban jiwa atau cacat sekalipun.

Selain itu, kita pun mafhum bagaimana syariat Islam terhadap konsep pencegahan penyakit? Bolehkah mencegah dengan jatuh korban jiwa? Apalagi jika korban itu tak pernah diakui sebagai kelemahan vaksin.

Sebagai informasi tambahan, dokter bukanlah pakar vaksin. Mohon kiranya ustadz membuka seluruh buku teks yang kami gunakan dalam masa pendidikan.

Berapa banyak informasi yang dipelajari, dari produk KIPI/cedera vaksin diulas? Berapa halaman yang mengulas akan vaksin?

Jika kami, para dokter, adalah pakar vaksin: Kenapa anak saya menjadi korban KIPI? Begitu pula korban vaksin lain dari sakit sampai meninggal dunia.

Mohon ustadz berkenan membuka seluruh buku yang kami pelajari. Berapa halaman dan sedalam apa vaksin diulas. Jadi, percaya kepada ahlinya yang disampaikan itu ditujukan ke siapa?

Sebagai ibu korban vaksin, saya mencoba mengetuk hati nurani para ustadz dan Ulama yang diamanahkan menjaga umat. Mohon perhatian dan ketegasannya terhadap fakta dan data terkait program vaksin.

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaykum wr wb,

Henny Umm Abdillah

(Salah satu orangtua dari anak #cederavaksin yang memberanikan diri untuk bersuara)

(ind/republika)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
imunisasi
vaksinasi
difteri
dr. henny thalib
provaksin hardcore
antivaksin
asrorun niam
ustadz erwandi
 
BERITA LAINNYA
 
 
KOLOM
25 December 2018 07:33:17

Gerhana sebagai Peringatan dari Sang Pencipta

 
KOLOM
16 March 2019 21:53:34

Teroris Selandia Baru juga Baca Sejarah

 
KOLOM
05 February 2020 13:00:01

Menjadi Ayah Penegak Khilafah

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284