ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 11 Desember 2019 | 14 Rabiul Akhir 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
 
Jasa Aqiqah Murah, Budget Aqiqah, Kambing Aqiqah Murah, Aqiqah Tangerang
 
KOLOM

Cerita PKI di Jogokariyan

30 January 2019 10:41:07
Jogokariyan
Masjid Jogokariyan, foto: Suara Masjid.

Oleh: Yons Achmad 

(Kolumnis, tinggal di Depok)

ChanelMuslim.com- Lebaran kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Masjid Jogokariyan. Kami seminggu  tinggal di penginapan sederhana di atas masjid itu. Kami rencananya, bulan Ramadhan mau itikaf di sana. Sayangnya, penginapan masjid semua penuh. Akhirnya, baru kesampaian selepas lebaran beribadah di sana dan tentu saja mendengar sedikit cerita tentang keberadaan Masjid Jogokaryan yang kini menasional, menjadi referensi bagi masjid-masjid di Indonesia.

Salah satu cerita yang saya dapat tentang sejarah PKI di Jogokariyan. Ya, dulu kampung itu memang pernah menjadi basis PKI. Cerita ini saya dapatkan dari penjelasan takmir masjid plus referensi buletin yang diterbikan. Kabarnya, asal mulai nama Jogokariyan berasal dari Jogokariyo. Nama salah satu kesatuan prajurit abdi dalem kraton.  Sebuah nama kampung  yang sengaja dibuka oleh Sultan. Ini untuk antisipasi penduduk ndalem keraton yang sudah penuh sesak. Makanya, para “bergodo” prajurit itu harus dipindah keluar beteng bersama keluarganya. 

Sebab lain adalah dipersempitnya peran prajurit keraton. Semula, mereka seorang prajurit yang tentu saja bertugas dalam peperangan, lantas dipersempit perannya sekadar menjadi prajurit upacara saja. Konon, jumlahnya yang semula 750 orang, hanya menjadi sekitar 75 orang saja. Maka, para abdi dalem itu kemudian harus keluar dari keraton. Akibat kehilangan jabatan dan pekerjaan, maka mereka terpaksa harus menyesuaikan diri.

Baca Juga :
»
»
»

Layaknya aparat atau prajurit keraton mereka hidup cukup mapan. Semacam para ASN jaman kita sekarang. Tapi, ada kebiasaan buruk para abdi dalem waktu itu. Diantaranya, suka sekali berjudi, mabuk bahkan nyandu. Mereka terbiasa menerima gaji secara rutin, ketika gajinya dihentikan dan mereka kehilangan pekerjaan,  membuat mereka syok. Sultan memang tak melepas mereka begitu saja. Mereka diberi sawah (palungguh) untuk dikelola. Sayangnya, mereka gagal menyesuaikan diri menjadi petani dan banyak tanah serta pekarangan dijual kepada para pengusaha Batik.

Akhirnya, anak turun para mantan prajurit itu banyak yang kemudian sekadar menjadi buruh di pabrik-pabrik Batik. Itulah masa suram bagi para keturunan abdi dalem prajurit “Jogokariyo”. Mereka gagal menyesuaikan diri dan kemudian menjadi buruh-buruh miskin, jauh dari kemakmuran. Padahal, mereka punya gelar bangsawan yang tak bisa dianggap remeh waktu itu. Seperti gelar Raden atau Raden Mas. 

Nah, kesenjangan demikian yang kemudian, pada periode sejarah selanjutnya dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).  Isu yang disuarakan adalah sentiment kelas. Tentu saja sentiment buruh dan majikan.  Janji-janji kemakmuran disuarakan oleh PKI, yang tentu saja disambut antusias warga Jogokariyan. Sayangnya, janji-janji itu tak pernah ditepati. Sampai, terjadilan tragedi pengkhianatan PKI di tahun 1965. Banyak warga yang ditangkap dan diciduk aparat.

Di masa kritis itulah momentum perubahan terjadi. Momentum mengubah masyarakat yang telah rusak. Dengan mabuk dan judi sebagai kebiasaan, plus tak kenal agama, menjadi masyarakat yang lebih beradab. Maka, masjid Jogokariyan resmi berdiri di tahun 1966. Setahun setelah tragedi pengkhianatan PKI atas NKRI. Ditandai dengan peletakan batu pertamanya. Kini, seperti kita kenal luas, Masjid Jogokariyan telah melaksanakan fungsinya sebagai agen perubahan. Dari masyarakat yang dulu “abangan” komunis menjadi masyarakat Islami berbasis masjid.

Baca Juga :
»
»
»

Tapi, apakah dengan hadirnya masyarakat Islami di Jogokariyan berarti telah meninggalkan kebudayaan Jawa? Tentu tidak.  Hal itu diterangkan oleh Ustadz Jazir selaku sesepuh di Masjid Jogokariyan. Dikatakan bahwa secara historis, kampung Jogokariyan adalah wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dikhususkan untuk prajurit Jogokariyo. Jadi,  warga Jogokariyan adalah keturunan prajurit unggulan. 

Pengurus masjid tentu saja ingin mempertahankan nilai-nilai ke-Ngayogyakarta-nan yang hakikatnya diambil dari nilai-nilai Islam. Namun, mereka tidak ingin disalahpahami sebagai Jawa yang lekat dengan kesyirikan. Itu sebabnya mereka mendeklarasikan diri sebagai orang Jawa yang sudah bertaubat dari nilai-nilai kejawen konvensional yang terkontaminasi dengan kesyirikan. Warga Jogokariyan kini adalah orang Jawa yang menjunjung tinggi Tauhid. Itu sebabnya, bendera Tungul Wulung yang didalamnya terdapat kalimat Tauhid selalu dibawa ketika mengikuti aksi bela Islam. 

Kini, masyarakat di sana sudah makmur berbasis masjid.  Saya pernah dengar ceramah  Subuh Ustadz Reza Syarif,  di Masjid Nurus Salam Depok. ada 3 tipe pembangunan masjid. (1) Membangun Masjid, (2) Memakmurkan Masjid, (3) Memakmurkan Jamaah. Nah, Masjid Jogokariyan saya kira sudah bisa memakmurkan jamaah, bukan berlomba memakmurkan masjid dengan saldo yang berlimpah. Justru, saldo kas masjid di sana selalu di nol kan untuk semuanya digunakan demi kemakmuran jamaah.  Itulah wajah Jogokariyan kini.

Di awal tahun 2019 (27/1), ada insiden serangan ke Masjid oleh kelompok “Abangan”.  Warga kampung Jogokariyan saya kira sudah begitu kuat. Mereka sebenarnya bisa saja meratakan dengan tanah kantor kelompok “Abangan” di wilayah itu. Tapi, mereka saya kira memang tak berniat melakukannya. Kenapa? sebab bagi mereka, saya kira Dakwah adalah merangkul, bukan memukul. [Mh]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
jogokariyan
 
BERITA LAINNYA
 
 
KOLOM
01 February 2019 16:10:19

Yang Gaji Kamu Siapa, Blunder Rudiantara

 
KOLOM
09 February 2019 22:03:16

A Reading Mama, Amalan Pemberat di Negeri Akhirat

 
 
KOLOM
28 March 2019 13:15:59

Prinsip-prinsip Ketaatan Istri dalam Islam

 
KOLOM
30 August 2018 22:36:54

Tin dan Zaitun

iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Manajemen Masjid Berbasis Ekonomi Kreatif 4.0
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284