ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 11 Agustus 2020 | 22 Zulhijjah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
KHAZANAH

Menulis Narasi, Terapi Atasi Emosi

15 December 2019 22:23:47
Menulis Narasi, Terapi Atasi Emosi
Intan (berbaju hijau) bersama tim penguji disertasi (foto: dok. pribadi)

ChanelMuslim.com - Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik. Demikian disampaikan Setiawati Intan Savitri saat mempertahankan Disertasi berjudul "Pengaruh Jarak Psikologis dalam Menulis Naratif terhadap Refleksi Diri Adaptif”. 

“Refleksi diri adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk manusia yang tidak dimiliki makhluk lain, hal ini bisa dikembangkan untuk membaca diri masa lalu dan masa depan,” ujar Intan membuka paparannya.

Diterangkan lebih lanjut, menulis sebagai salah satu metode untuk melakukan refleksi diri sebenarnya sudah dilakukan banyak ahli, diantaranya James Pennebaker yang menyebutnya sebagai menulis ekspresif yaitu menulis dengan cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan terdalam tentang peristiwa negatif yang pernah dialaminya. Umumnya praktik ini menggunakan kata ganti persona pertama (aku, saya).

Sementara, dari sisi kognitif, menulis dianggap membantu seseorang untuk menstrukturkan pikiran, mengatur diri dan emosinya dengan cara mengenali kembali emosi yang muncul, merefleksikan kembali persoalan dengan menemukan sebab-akibat dari pengalaman yang dihadapi (insight), mendorong untuk menemukan makna di balik peristiwa yang dialaminya.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang menjadi larut dalam peristiwa yang dialaminya. Maka, kemudian muncul refleksi diri adaptif dengan menulis menggunakan konsep menjaraki-diri.  Dengan mengaktivasi perspektif  pengamat yang menunjukkan proses menjaraki-diri. Contoh: saya melihat diri saya yang tumbuh menjadi pemberani setelah peristiwa itu terjadi.

“Kemampuan kata ganti pertama dengan fungsi reflektif yang mengaktivasi perspektif pengamat ini belum dieksplorasi lebih jauh. Hal ini merupakan kesenjangan teoritis yang akan dijelaskan dalam disertasi ini,” kata dosen sekaligus Ketua Program Studi Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta  ini.

Hasilnya, penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya yaitu menggunakan perspektif pengamat atau menggunakan kata ganti persona nama diri (non pertama) dengan cara menulis memberikan efek menjaraki-diri yang adaptif.

Namun, disertasi ini menambahkan hal yang spesifik terkait penggunaan kata ganti persona pertama yang pada studi sebelumnya dianggap maladaptif dalam konteks refleksi diri. Hal ini menjadi relevan dalam praktik terapi menulis naratif yang dikembangkannya.

Menulis naratif sendiri adalah pertolongan pertama secara psikologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat mengalami problematika yang membutuhkan pengelolaan emosi. Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

“Dalam hal ini, evaluasi dan kritik yang berlebihan terhadap diri yang memiliki konsekuensi meningkatkan emosi negatif terhadap diri, tidak terjadi disebabkan munculnya jarak psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak egosentrik,” tutupnya.

Intan meraih gelar Doktor Psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi Doktor berlangsung di Gedung H Lantai 4, kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (11/12/19). Acara berlangsung lancar dihadiri rekan sejawat dan kolega.

Intan sendiri selain berhasil meraih gelar akademik level puncak, juga lebih awal dikenal sebagai penulis fiksi dan pegiat literasi. Perempuan berkacamata kelahiran Jakarta, 12 April 1972 ini tercatat pernah aktif sebagai Ketua Umum Forum Lingkar Pena, (FLP) Pusat, periode 2009-2013.  Trainer di BP School of Wrting  Balai Pustaka sampai menjadi General Manajer Balai Pustaka (2007-2015).  Kini, selain menjadi Dosen Tetap Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Kranggan (2014-sekarang), juga sebagai Direktur PT Hibermas Consulting. [ind]

Sumber:

https://www.aksesnews.com/2019/12/12/intan-savitri-raih-gelar-doktor-psikologi-ui-lewat-terapi-menulis-naratif/

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
menulis narasi
terapi atasi emosi
 
BERITA LAINNYA
 
 
KHAZANAH
05 November 2019 23:19:28

Doakan Suamimu saat Melakukan Perjalanan

 
KHAZANAH
07 July 2019 21:45:07

4 Karakter Kesalehan Seorang Muslim

 
KHAZANAH
30 March 2020 21:45:47

Nasihat untuk Para Ibu Selama Musim Liburan Anak

 
KHAZANAH
18 June 2020 21:46:34

Merawat Takwa Bersama Keluarga

 
KHAZANAH
09 October 2018 21:20:44

8 Hikmah Khabib vs Mc Gregor

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga