ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 05 Juni 2020 | 14 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
KHAZANAH

Adaptasi di Awal Pernikahan

11 February 2020 11:00:01
Pernikahan, ustazah Kingkin Anida, parenting
Ilustrasi (The Guidance)

ChanelMuslim.com -

"Memanfaatkan waktu dengan baik adalah garis yang membedakan orang-orang sukses dengan orang-orang yang gagal dalam kehidupan ini."

(Prof Dr Taufiq Yusuf)

Memanfaatkan waktu dalam adaptasi di awal pernikahan bukanlah hal yang mudah.

Banyak hal yang mesti dibicarakan. Mulai dari soal bangun tidur, apa yang dipegang lebih dahulu saat bangun, apa yang dikatakan lebih dahulu saat bangun sampai apa yang terakhir dipegang saat mau tidur.

Ribet. Emang, makanya banyak yang malas nikah karena merasa bahwa pernikahan itu bukan memudahkan tapi meribetkan.

Demikian mereka yang belum masuk dalam dunia pernikahan. Merasa pernikahan tidak seindah masa duduk di pelaminan.

Duduk di pelaminan hanya lelah bersalaman dan gerah karena pakaian pengantin yang ngga nyaman di badan.

Setelah sessi duduk duduk ada sessi selanjutnya yang lebih indah lagi. Dan merasa seperti berada di negri dongeng. Semuanya indah dalam beberapa jenak.

Jenakanya, bagi orang yang pernah merasakan hal tersebut, maunya sepanjang pernikahan isinya "Negri Di Atas Awan" melulu.

Selalu ada senyuman, ada ketawa lepas, ada ketawa dikulum, ada keramahan tak terhingga.

Hmm, ternyata pernikahan tidak berisi kisah cinta saja. Disana juga ada sessi menelan kekalahan, menelan pil pahit, bertahan hidup bersama pasangan yang bikin seorang bisa ngga waras.

Alhamdulillah, Islam mengajarkan sessi sessi pernikahan dari awal hingga perpisahan dengan jelas.

Misalnya, bila kita sebal setengah mati sama istri. Istri yang tidak seperti bidadari, tidak berkata lembut dan bermata jeli. Kata katanya terlalu cepat dan nampak tidak sabaran. Matanya memancarkan setitik api sampai rasanya berat sekali mempertahankan cinta yang tumbuh di malam pertama. Lalu bagaimana ?

Tidak layak bagi seorang suami melakukan KDRT baik dalam bentuk kata atau bentuk sentuhan.

Tidak layak bagi seorang suami beriman mengusir istrinya dari rumah dan diperintah untuk mengontrak rumah.

Lalu bagaimana caranya? Pertama tentu saja berikan nasehat lalu bila tidak berubah (tetap begitu saja) maka berikan pelatihan bagaimana bertutur kata yang baik.

Bagaimana cara memandang suami. Bagaimana cara memeluk suami, mengelus dan memanjakan. Bila suami tidak ada dana mengirimkan istri ke tempat pelatihan (Training Merayu Suami), sebaiknya di training sendiri.

Nah, kalau tidak berubah juga, bolehlah pisahkan tempat tidur. Bukan pisahkan rumahnya. Suami di rumah gedong, istri di rumah kontrakan. Astaghfirullah.

Ingatlah bahwa Allah menitipkan istri bukan untuk disia - siakan. Dan ingat juga bahwa do'a istri yang dizhalimi, akan diijabah Allah.

Betapa pentingnya memperhatikan rezki yang berlimpah karena do'a mereka, keluarga kita.

Catatan Ustazah Kingkin Anida di akun Facebooknya pada Senin, 10 Februari 2020 pukul 08.29

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
pernikahan
ustazah kingkin anida
parenting
 
BERITA LAINNYA
 
 
KHAZANAH
28 May 2020 06:14:14

Sikap Muslim Pasca Ramadan

 
KHAZANAH
30 March 2020 21:25:28

Mengubah Takdir dengan Doa

 
KHAZANAH
07 February 2018 13:27:30

Belajar Takdir dari Musibah Dianti Putri

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284