ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 15 Rabiul Awwal 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
EDITORIAL

Tahun Ajaran Baru Pepesan Kosong

18 June 2020 13:46:17
corona, tahun ajaran baru
Ilustrasi, foto: Antara

ChanelMuslim.com- Kementerian Pendidikan bersama sejumlah kementerian lain yang terkait menyepakati aturan main membuka sekolah di masa pandemi. Selain risiko yang lumayan besar, penerapan aturan di lapangan pun dinilai sangat merepotkan.

Beberapa hari lalu, Kementerian Pendidikan, Kesehatan, Dalam Negeri, dan Agama menyepakati aturan yang akan diterapkan untuk membuka sekolah di masa pandemi. Aturan tersebut dinilai lumayan detil, tapi sangat merepotkan saat diterapkan.

Aturan tersebut antara lain, pembukaan sekolah hanya boleh dilakukan di zona hijau atau daerah yang bebas penularan corona. Kenyataannya, zona hijau itu hanya ada 6 persen di seluruh wilayah Indonesia. Artinya, 94 persen wilayah di Indonesia tidak diperkenankan membuka sekolah.

Kedua, sekolah yang menerapkan tatap muka di zona hijau itu hanya dibolehkan mengisi separuh dari kuota kelas. Artinya, ada separuh siswa dalam kelas itu yang tidak boleh hadir dalam proses belajar.

Ketiga, sekolah harus mengizinkan siswa yang tidak diizinkan orang tuanya untuk ikut masuk sekolah. Hal ini karena tidak adanya jaminan bahwa sekolah di zona hijau tidak akan terjadi penularan.

Keempat, setiap siswa dan tenaga pendidik wajib mengikuti protokol kesehatan, antara lain, mengenakan masker, pemeriksaan suhu badan, mencuci tangan, dan lain-lain.

Masalahnya, sejumlah aturan itu membutuhkan penambahan waktu dan ruang yang lebih yang harus disediakan sekolah. Kuota yang tidak boleh lebih dari separuh kapasitas kelas tentu akan berkonsekuensi di sisi lain.

Antara lain, adanya penambahan waktu belajar dua kali dari biasanya agar seluruh siswa bisa ikut belajar di hari yang sama. Ini akan berkonsekuensi pada tenaga pengajar. Jika dalam hitung-hitungan anggaran, sekolah harus menyediakan anggaran lebih dari biasanya karena jam mengajar guru menjadi 2 kali lipat.

Begitu pun jika ada banyak siswa yang izin tidak ikut tatap muka karena khawatir terjadi penularan. Konsekuensinya, sekolah harus menyediakan dua model pembelajaran dalam waktu yang sama: langsung dan virtual.

Konsekuensi lain yang tidak kalah merepotkan adalah cap zona hijau itu sendiri. Mungkin saja wilayah di mana sekolah itu berada merupakan zona hijau. Tapi, bagaimana dengan siswa dan gurunya. Bagaimana dengan transportasi mereka. Jika menggunakan kendaraan umum, zona hijau di wilayah itu menjadi samar. Karena tidak ada jaminan warga dari zona lain tidak ikutan di transportasi umum yang sama.

Hal lain yang mungkin luput dari perhitungan pemerintah. Bahwa, wilayah zona hijau itu umumnya berada di daerah kampung atau pedesaan. Seperti diketahui, di wilayah ini sarana pendidikan seperti sekolah dan perangkatnya tidak seideal dengan yang tersedia di wilayah perkotaan.

Jangankan adanya klinik sekolah, sinyal internet di wilayah ini pun masih tergolong susah. Jangankan tersedianya toilet sekolah yang sesuai standar kesehatan, kelasnya pun masih ala kadarnya. Begitu pun dengan tenaga pengajar yang sangat terbatas.

Dengan kata lain, kebijakan aturan ini tidak cukup hanya sebatas aturan. Harus ada dukungan sisi lain agar proses belajar sesuai dengan yang diharapkan. Terutama, bantuan anggaran yang sangat diperlukan pihak sekolah untuk memenuhi aturan ini.

Kalau pun dengan sistem belajar online, pemerintah tidak bisa menutup mata dengan kebutuhan pihak sekolah terhadap anggarannya. Selain penambahan anggaran untuk pulsa, media belajar seperti laptop dan ponsel pun masih tergolong barang mewah untuk sebagian besar wilayah di tanah air. Baik untuk sekolah, terlebih lagi untuk siswa.

Sayangnya, alih-alih dapat anggaran tambahan, dalam keadaan yang serba memprihatinkan ini justru pihak sekolah yang dituntut lebih untuk banyak berkorban. Mulai dari biaya masuk sekolah yang dituntut untuk digratiskan, berbagai potongan biaya lain pun diharapkan dilakukan. 

Jika aturan ini hanya sekadar aturan tanpa diikuti pemenuhan anggaran, bukan tidak mungkin, tahun ajaran baru ini sebagai tahun ajaran baru seumpama pepesan kosong. Bungkusnya ada, tapi isinya kosong. (Mh)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
corona
tahun ajaran baru
 
BERITA LAINNYA
 
 
EDITORIAL
15 September 2020 11:25:35

Orang Gila Anti Ulama?

 
EDITORIAL
08 July 2020 16:01:33

Ketika Sandal Jepit Menjadi Mahar

 
EDITORIAL
13 July 2019 15:40:30

Rekonsiliasi MRT

 
EDITORIAL
31 July 2020 09:41:38

Kurban dan Ujian Niat Kita

Saksikan tren modest wear terkini dari 164 designer modest fashion Indonesia dalam ajang Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Cent
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284