ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 07 Juli 2020 | 17 Zulqaidah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
EDITORIAL

Menelisik Haji yang Tertunda

03 June 2020 10:39:19
haji, Indonesia, Saudi
Ilustrasi, foto: Tribunnews.com

ChanelMuslim.com- Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akhirnya memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji tahun 1441 Hijriah ini. Hal itu dikarenakan untuk melindungi jamaah haji Indonesia dari penyebaran wabah corona.

Benarkah? Secara nyata, dan tidak dipolitisi dengan cara apa pun, bahwa pemerintah Arab Saudi hingga kini masih belum membuka komunikasi dengan semua negara dalam hal rencana penyelenggaraan ibadah haji. Dan belum bisa dipastikan, kapan komunikasi itu akan terjalin.

Problemnya, agenda yang sudah disusun Kemenag untuk pelaksanaan ibadah haji sama sekali tidak menghitung keadaan darurat ini. Kemenag sudah merencanakan bahwa pemberangkatan kloter pertama akan dilakukan pada tanggal 26 Juni mendatang. Dan itu berarti bahwa segala persiapan menuju pemberangkatan sudah mulai dilakukan saat ini. Mulai dari petugasnya, pesawat, hotel dan penginapan, serta koordinasi dengan pihak kementerian di Arab Saudi.

Satu lagi yang perlu diperhitungkan. Jika Arab Saudi mengizinkan untuk pemberangkatan haji, tentu akan mengikuti protokol kesehatan dengan standar WHO. Itu artinya, harus ada pengurangan kuota jamaah hingga menjadi separuh atau seperempatnya. Problemnya, dengan ketentuan seperti apa pemerintah memutuskan siapa yang berangkat dan siapa yang tidak. Padahal, sekitar 85 persen calon jamaah haji yang berjumlah 221 ribu lebih itu sudah melunasi biaya haji.

Problem yang tidak kalah merepotkan adalah soal pemeriksaan kesehatan terkait Covid-19 dan karantina untuk calon jamaah yang sudah siap berangkat. Setidaknya, ada dua periode karantina: sebelum masuk ke Arab Saudi dan ketika akan tiba ke tanah air. Untuk satu kali karantina saja ketentuannya 14 hari.

Hal yang terkait dengan biaya pun akan mengalami lonjakan yang tidak sedikit. Yaitu, biaya pada saat pemeriksaan kesehatan Covid-19 yang jika dengan PCR bisa mencapai 2 juta rupiah per orang. Belum lagi soal biaya pesawat yang tidak normal karena adanya penerapan kuota penumpang pesawat yang tidak boleh full. Termasuk juga, biaya hotel atau penginapan yang tentu akan mengalami penyesuaian karena adanya aturan protokol kesehatan tersebut. Pertanyaannya, siapa yang mau menanggung pembengkakan biaya tersebut.

Persoalannya kemudian, pembatalan akan memunculkan banyak dampak. Selain adanya pengunduran satu tahun untuk semua angkatan calon jamaah haji yang bisa memunculkan kekecewaan, hilangnya peluang bisnis untuk para penyelenggara bimbingan haji, juga soal pengelolaan keuangan dana haji yang sudah disetor lunas.

Untuk soal yang terakhir, menteri agama memberikan dua opsi. Pertama, calon jamaah dipersilakan untuk menarik dana tersebut jika memang ingin membatalkan karena pengunduran satu tahun itu. Kedua, adanya penambahan manfaat sebagai konsekuensi dari dana yang mengendap di bank itu. Manfaat tersebut, menurut menteri agama, akan diberikan kepada jamaah satu bulan sebelum keberangkatan kloter pertama tahun depan. Itulah janji Menteri Agama.

Persoalan yang lain, soal ketegasan dan keadilan pemerintah jika nantinya Arab Saudi akhirnya mengundang calon jamaah haji Indonesia untuk berangkat ke tanah suci. Apakah hal ini akan memperlihatkan ketegasan pemerintah untuk tetap tidak memberangkatkan, siapa pun dan apa pun latar belakang calon jamaah. Atau, akan ada peluang nego-nego dari penyelenggara haji bertarif mahal agar calon jamaah haji mereka bisa berangkat. Hal ini karena peluang melaksanakan haji menjadi sangat mahal, bahkan tidak bisa diukur dengan uang berapa pun untuk kalangan tertentu.

Kalangan ini akan siap membayar mahal agar mereka bisa diberangkatkan. Kasus tahun-tahun sebelumnya di mana tidak sedikit jamaah haji Indonesia yang berangkat dengan membayar mahal jatah kloter negara lain ada salah satu bukti betapa peluang nego-nego ini bisa terjadi.

Persoalan ini memang bukan urusan sederhana. Inilah pertama kali dalam sejarah NKRI di mana pelaksanaan haji mengalami problem seperti ini. Jika hal ini bisa dilalui dengan bagus dan mulus, maka itu akan menjadi catatan sejarah yang sangat bernilai. Tapi jika sebaliknya, akan menjadi kenangan buruk yang susah terlupakan. (Mh)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
haji
indonesia
saudi
 
BERITA LAINNYA
 
 
EDITORIAL
28 December 2019 09:36:07

Keluarga, Seni, dan Palestina

 
ADVERTORIAL
07 July 2020 06:00:00

Kini Qurban Bisa Melalui ChanelMuslim.com

 
EDITORIAL
27 May 2020 10:56:32

New Normal atau New Disaster

 
EDITORIAL
17 April 2020 11:16:55

Menyambut Ramadan dari Rumah

 
EDITORIAL
04 April 2020 08:40:23

Bercermin dengan Corona

 
EDITORIAL
06 August 2019 14:44:54

Negara Nyaris Lumpuh Gara-gara 'Pohon Sengon'

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
global qurban, chanelmuslim global qurban
 
 
TERPOPULER
 
 
Muslimah Creative Stream Fest Vol 2 2020
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga