ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Kamis, 28 Mei 2020 | 6 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
DUNIA

Karantina Akibat Corona Tidak Halangi Muslim Indonesia di AS untuk Meriahkan Ramadhan

06 April 2020 10:59:02
Karantina Akibat Corona Tidak Halangi Muslim Indonesia di AS untuk Meriahkan Ramadhan

ChanelMuslim.com - Presiden AS Trump memperpanjang perintah untuk diam di rumah sampai 30 April, dan memperkirakan masa pemulihan pasca pandemi virus corona baru bisa dimulai 1 Juni. Itu berarti, masjid-masjid akan tetap tutup selama Ramadhan, bahkan mungkin sampai Idul Fitri. Namun, Muslim Indonesia bertekad memeriahkan Ramadhan walaupun tanpa buka puasa bersama atau tarawih di masjid.

Banyak Muslim di Amerika terpana ketika mendengar keputusan Presiden Donald Trump awal pekan ini.

“Kami akan memperpanjang perintah ini sampai 30 April, guna memperlambat penyebaran," kata Trump.

Arif Mustofa, President Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) –asosiasi Muslim Indonesia di Amerika di kawasan metro Washington DC, menanggapi keputusan Trump.

“Walaupun keputusannya sampai akhir April, kita khawatir tetap ada perpanjangan setelah itu karena grafiknya belum tentu turun. Jadi, memang ekspektasinya sampai bulan Juni," kata Arif.

Banyak Muslim bereaksi sedih dan juga prihatin atas keputusan Trump. Tidak sampai tiga minggu lagi umat Islam akan berpuasa Ramadhan, bulan di mana Muslim memperbanyak ibadah dan datang ke masjid.

Perpanjangan perintah diam di rumah berarti masjid-masjid akan tetap tutup, tidak akan ada acara berbuka puasa bersama, tidak akan ada sholat tarawih, tidak akan ada i’tikaf, bahkan kemungkinan juga tidak akan ada sholat Idul Fitri.

Walaupun begitu Arif Mustofa tetap optimistis bisa memeriahkan Ramadhan. Menurutnya, tidak ada social distancing. Anggotanya justru semakin dekat secara sosial berkat media sosial. Ia malah menyatakan ada hikmah dari apa yang terjadi karena anggota keluarga justru kumpul dan mengisi Ramadhan bersama di rumah.

“In syaa Allah kita memeriahkan Ramadhan. Ada program-program yang sudah kita siapkan. Kalau sebelumnya secara fisik kita ketemu, kita akan menggunakan fasilitas zoom," kata Arif Mustofa.

"Justru, ghirah Ramadhan ini tidak boleh putus. Ghirah Ramadhan harus tetap seperti biasa kita rasakan walaupun iftar-nya mungkin kita tidak seperti biasanya, semangat Ramadhannya harus tetap. Itu yang akan kita pelihara," lanjutnya.

IMAAM, kata Arif, sudah membentuk panitia Ramadhan dan Idul Fitri. Begitu masjid dibuka lagi, mereka langsung bisa bekerja. Panitia bahkan sudah memesan tempat sholat Idul Fitri walaupun belum mendapat kepastian karena pemerintah lokal menunggu sampai situasi atas pandemi ini menjadi lebih jelas.

Sejauh ini, anggota IMAAM mencurahkan kebingungan mereka ke Fahmi Zubir Zakaria, imam masjid IMAAM Center. Dalam ceramah virtual, Fahmi membeberkan apa yang bisa atau harus jemaah lakukan bila tidak ke masjid selama Ramadhan.

Sedangkan untuk Idul Fitri, Fahmi meyakinkan jemaah bahwa mereka bisa mendapat pahala sholat Eid karena selama beberapa tahun ini mereka selalu melakukannya.

“Sholat Eid itu sunnah. Na’udzubillahi min dzalik, ternyata tahun ini tidak ada sholat Eid. Tetap kita mendapat pahala sholat Eid," kata Fahmi.

Pesan serupa disampaikan Adi Susmono, tokoh Muslim diaspora Indonesia di Los Angeles. “Beribadah di masjid atau di rumah, pahalanya sama. Yang penting, terus beribadah,” cetusnya.

Sedangkan Aji Djumena, ketua pengurus Al Hikmah, masjid komunitas Muslim Indonesia di kota New York, mendukung keputusan Presiden Trump mengingat kota New York sejauh ini adalah pusat wabah virus corona di Amerika.

"Suatu brilliant idea untuk segera lenyapnya COVID-19 di New York," kata Aji.

Sebagai muslim, Aji mengaku kecewa karena tidak akan bisa aktif ke masjid selama Ramadhan mendatang.

“Menghadapi bulan Ramadhan, memang mengecewakan sekali untuk kita," tukas Aji.

Tetapi, dengan bantuan media sosial, ia menyatakan semua kegiatan akan tetap berjalan. Ia juga mengingatkan adalah sunah Nabi Muhammad untuk diam di rumah selama terjadi wabah.

Dewan Fiqih Amerika Utara belum menetapkan 1 Ramadhan maupun 1 Syawal tahun ini. Namun umumnya organisasi Islam di Amerika sudah bersiap menyambut 1 Ramadhan pada 24 April dan 1 Syawal atau Idul Fitri pada 24 Mei 2020.[ah/voaindonesia]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
BERITA LAINNYA
 
 
DUNIA
04 October 2019 16:33:30

Jurnalis Muslimah Hanna Yusuf Meninggal Dunia

Tunaikan Zakat Fitrah bersama Chanel Muslim
 
 
 
TERBARU
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
TERPOPULER
 
 
Muhasabah Akbar Akhir Ramadhan, Sambut Idul Fitri, Selamatkan Negeri
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284